Kembali lagi menginjakkan kaki di benua biru.
Setelah terbang sekitar 17 jam, CGK-DOHA (8jam), DOHA-FRANKFURT (6 jam) dan transit sekitar 3 jam. Fiuhh..what a long flight. Waktu itu saya menggunakan Qatar Airways dengan harga student sekitar 7 juta rupiah sekali jalan. Lumayan lah menghemat terbang dengan maskapai terbaik di dunia dengan harga segitu bisa dibilang murah. Kalau kita liat di Traveloka, sekali terbang saja bisa up 10 juta.Â
Hmmm...terbang sendirian itu ga enak, ga ada teman ngobrol, diam clingak clinguk bingung sendirian. Memang ada beberapa orang Indonesia yang saya temui, cuma tidak duduk sebaris tetap saja bosan walaupun dihibur banyak film baru di pesawat. Oh iya, Qatar juga memberikan gratis WIFI on board sekitar 30 menit - 1 jam. Lumayan buat update kabar ke keluarga dan teman. Kebetulan waktu itu saya dijemput kawan lama dari Goettingen.Â
Let me tell you a bit about the flight journey, sebagai pengingat juga untuk keluarga dan teman-teman yang akan pergi ke Eropa khususnya Jerman.Â
1. QATAR memungkinkan penumpangnya untuk check in online 48h sebelum terbang via websitenya, so you better go to their page kalau mau dapat kursi yang enak atau didekat jendela, and personally saya lebih memilih duduk didekat jendela atau di aisle sekalian, daripada di tengah2 orang (mati gaya).
2. Kalau sudah check in online , maka kita hanya harus memasukkan bagasi (apabila ada) dan bisa menunggu waktu boarding di waiting lounge. Sebelumnya, kita harus melewati imigrasi, paling ditanya mau kemana dan mau apa, lewat deh (ga usah deg-degan kalau disini mah).Â
3. Lepas dari imigrasi,anda dapat menuju ke ruang tunggu yang sudah diterakan di tiket kita. Menjelang ruang tunggu, ada pemeriksaan lagi yang harus melepas jam tangan, saya pikir mereka juga akan memeriksa botol minum, ternyata tidak (tau gitu tadi botol tupperwarenya ta bawa, tiwas ta tinggal!). Soalnya seingat saya penerbangan luar negeri tidak memperbolehkan bawa botol minuman, daripada ditinggal kan jadi eman-eman. wkwkw (ibu ga mau rugi)
4. Setelah pemeriksaan baru kita menunggu di ruang tunggu, dan masuk ke pesawat sesuai dengan nomor antrian (saya dapat grup 3, yang paling terakhir dipanggil).
5. Karena menggunakan pesawat besar, maka kita akan dibagi menjadi dua bagian, kanan dan kiri, biasanya sisi ABC akan ke sebelah kiri pesawat, sedangkan IJK kekanan pesawat. untuk Qatar airways, anda diperbolehkan membawa satu tas kabin untuk penumpang ekonomi.
6. Selama di pesawat kita akan diberi makanan dua kali, yaitu snack dan makanan utama. InsyaALLAH halalan thoyyiban. Entertainmentnya juga bolehlah, filmnya lumayan baru-baru. Duduknya nyaman, toiletnya juga selalu bersih, cuma pramugarinya jarang nawarin minum airputih dkk, jadi saya sering kehausan dan minta minum. wkwkw..
7. Setelah 8 jam terbang, kita akan tiba di DOHA, kalau tidak menggunakan garbarata, maka kita harus menuruni tangga dan naik bis ke arrival gate. Setibanya disini saya langsung menuju ke connecting gate, please ikutin penunjuk jalannya (jangan sampai get lost, karena bandaranya gede bangeeet). Sebelum menuju gate, kita harus melewati pemeriksaan lagi, disini botol2 cairan harus dipisahkan dan dimasukkan kedalam plastik (plastik tersedia dan tinggal ambil). Setelah pemeriksaan ada papan besar yang menunjukkan gate kita, lalu kita harus menuju kesana. Waktu itu untuk ke frankfurt, kita harus menuju gate D3, dimana harus menuruni elevator, lalu melewati shop2 di bandara, naik kereta skyline menuju gate D3 (semoga suami gw besok ga bingung pas nyusul).
8. Setibanya di gate D3, tinggal menunggu boarding time pesawat selanjutnya. Sebenarnya ada wifi yang bisa diakses dengan menggunakan nomor boardingpass, tapi entah kenapa saya ga bisa nyambung. Oh iya ada musholla juga kalau ingin beribadah.
9. Di pesawat DOHA-FRA, wifinya lebih berjasa karena bisa dipakai sejam gratis. Dan makanan yang ditawarkan juga sebanyak 2 kali, snack dan makanan utama. Setelah 6 jam sampailah kita di Frankfurt.
10. Di Frankfurt saya masih ingat sekali detail waktu saya sampai 2012 lalu, dan semuanya masih hampir sama, kecuali sekarang ada stroller jadi bisa dipakai kalau bawa baby. kemudian keluar pesawat kita menuju pengambilan bagasi yang sebelumnya harus melewati imigrasi jerman. Beruntung sekali yang memeriksa saya waktu itu pernah ke indonesia, jadi memecah ketegangan. Hanya ditanyakan mau kemana dan mau apa (basic question banget). lalu setelah dari imigrasi kita menuju bagasi, yang ternyata lama juga nih disini. Keluar ambil bagasi langsung ketemu teman yang menjemput saya.Â
11. Dari sini kita langsung menuju train railway yang lumayan juga jaraknya kalau sambil nggeret2 koper gede 30 kg. Kebetulan waktu itu teman saya sudah membelikan tiket kereta yang jamnya fleksibel. Kalaupun belum beli tiket bisa dibeli di mesin-mesin DB Bahn. Waktu itu kita langsung naik ICE biar bisa langsung sampai ke Goettingen yang memakan waktu 2 jam.Â
12. 2 jam kemudian tibalah kita di kota ilmu pengetahuan Jerman. Disini teman saya yang lain sudah menjemput dan akan mengantarkan ke Goethe Inistitu tempat saya kursus nanti. Walaupun sudah pernah hidup di kota ini selama 2,5 tahun ternyata sudah banyak yang sedikit terlupakan terutama bahasa dan jalan2 tertentu.Â
Hmmh. Terimakasih ya Allah sudah mengembalikan saya ke kota ini, dan kuharap dengan RidhoMu kudapat meraih mimpi bersama keluarga dan teman-teman tersayang. Amin.