Software UKM Murah
Semakin kompleksnya aktivitas usaha, semakin tingginya permintaan akan kecepatan pengolahan data transaksi. Akan tetapi, selama ini yang sering kita temui adalah kurang siapnya pelaku UKM dalam penerapan teknologi dalam bidang pencatatan transaksi. Alasan yang selalu terucap dari mereka tidak jauh dari perkara mahal, perlu biaya tinggi, dan keamanan datanya.
Mari kita sedikit ketahui terlebih dahulu seperti apa UKM itu. UKM merupakan usaha dengan aset dan tenaga kerja berjumlah tertentu. Menurut Badan Pusat Statistik jumlah tenaga kerja untuk usaha kecil sebanyak 5 s.d. 19 orang sedangkan usaha menengah sebanyak 20 s.d. 99 orang. Berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yang dimaksud dengan usaha kecil yakni yang memiliki aset Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dengan omzet penjualan Rp 300 juta s.d. 2,5 miliar per tahun sedangkan usaha menengah Rp 500 juta s.d. Rp 10 miliar tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dengan omzet penjualan Rp 2,5 miliar s.d. Rp 50 miliar per tahun.
Dari penguraian jumlah tenaga kerja, aset, dan omzet per tahun, semestinya pelaku bisnis dalam skala UKM pun sudah terbuka wawasan dan kesadarannya akan teknologi serta efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan bisnis keuangan. Pasalnya sudah banyak penyedia software pengelolaan keuangan bisnis yang menyuguhkan keunggulannya masing-masing. Namun apakah dengan keunggulan itu sudah termasuk menjangkau kemampuan finansial UKM?
Pada kenyataannya untuk mendapatkan dan menerapkan software stok dan keuangan tidak mesti selalu digerayangi dengan pengeluaran uang yang banyak. Menjamurnya pengembang software ini di Indonesia secara khusus dibarengi dengan bertambahnya pelaku usaha, banyak pula variasi harga dari yang sangat mahal berkisar ratusan juta rupiah hingga yang sangat murah satu jutaan atau ratusan ribu rupiah. Carilah software stok dan keuangan dengan sistem berlangganan yang biasanya memiliki harga yang bisa dikatakan terjangkau oleh usaha kecil bahkan mikro sekalipun. Dengan demikian, harga bukan lagi menjadi masalah dan alasan bagi UKM.
Selain masalah harga, ketahui juga kualitas software yang ditawarkan. Pastikan harga murah yang dimaksud bukan berarti barang murahan yang banyak cacat, melainkan memang harga yang sepadan dengan fasilitas yang diberikan berdasarkan apa yang digunakan oleh UKM pada umumnya. Software stok dan keuangan untuk UKM dikembangkan dengan fasilitas yang sangat sederhana, katakanlah beberapa fiturnya sengaja dibatasi karena memang tidak diperlukan oleh UKM secara umum. Fasilitas yang disediakan misalnya:
1. Manajemen Data Master.
2. Penjualan.
3. Pembelian.
4. Kontrol Stok.
5. Hutang Piutang.
6. Multi cabang.
7. Database aman, tersimpan di Cloud Storage.
Setidaknya ketujuh fasilitas dasar di atas sudah lebih dari cukup untuk bisnis tingkat UKM. Kalaupun perlu tambahan, bisa menambah fasilitas dengan tambahan biaya pula tentunya. Adapun software stok dan keuangan yang sangat cocok untuk UKM seperti Omega BIZ Cloud di mana fasilitas dasar yang disediakan sudah termasuk ketujuh-tujuh nya di atas.
Sekarang apakah sebagai pelaku usaha tingkat UKM, Anda masih harus berpikir panjang dan mempermasalahkan biaya dan keamanan database? Beralihlah ke software stok dan keuangan yang tepat untuk menjunjang pengelolaan usaha anda.












