Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hari ini trio mantan sekolah percobaan laboratoriumnya UNY berulang tahun lho, ヾ(*´∀`*)ノ
Yup. Trapps, Smuten dan Pradnya.
yang karena asal muasal mereka, conveniently share the same birthday (_´ω`)
However, coincidentally,
hari ini ternyata akang Pebe juga berulang tahun (ノ*゜▽゜*)
(Or, if you want to be historically accurate, today mark the day when Pebe gained his independence from UI)
Anyway, kerana Mimin rasa akan sangat comel pabila empat orang tu bergambar bersama,
especially because of the height difference
jadi akhirnya Mimin bikin doodle ini (´▽`ʃƪ)
Selain nama resmi dan nama panggilan,
Sekolah-Sekolah biasanya juga punya nama keren lho!
Seringnya nama keren tersebut berasal dari bahasa Sansekerta.
Atau akronim dari sesuatu yang berbau Sansekerta,
pokoknya masih ada hubungannya sama bahasa Sansekerta gitu deh.
Karena kekerenan dari nama-nama tersebut, biasanya nama ini yang dipakai kalau sekolah bersangkutan bikin event...
Nama OSIS dan klub-klub ekskul juga cenderung pakai nama-nama ini...
SMA 11 = "Diptya Aji Paramita"
Nama Sansekertanya Eleven, dipakai juga sebagai nama OSISnya.
Tapi karena panjang, kayaknya jarang dipakai buat nama event.
Anyway, Mimin belum menemukan arti dari "Diptya Aji Paramita" ini, tapi kalau berdasarkan kamus bahasa Sansekerta sih...
"Diptya" kemungkinan berasal dari kata Dīpta (दीप्त) , artinya bercahaya
"Aji" berasal dari kata Āji (आजि), salah satu artinya pertarungan.
Tapi kalau dalam bahasa Jawa kuno, Arti Aji adalah Raja...
dan yang terakhir, "Paramita" , Pāramitā (पारमिता) artinya kesempurnaan.
Jadi arti keseluruhannya, sesuatu tentang cahaya, Raja dan sempurna.
Miminnya bingung
SMA 10 = "Bhineka Pancanaka"
Nama Bhineka Pancanaka atau disingkat BhiPa ini dipakai Smuten sebagai nama OSISnya.
Dan juga klub pecinta alamnya. Di luar itu, warga non-Smuten cenderung gak tau tentang nama ini...
Anyway, kalau tentang artinya, "Bhineka" udah jelas kan ya?
Bhineka berarti bermacam-macam.
Nah, kalau Pañcanakha (पञ्चनख) dalam bahasa Sansekerta berarti berkuku lima.
Entah kenapa Smuten pakai nama ini. Eh tapi omong-omong,
Pancanaka sendiri juga nama dari senjatanya Werkudara lho...
Apapun filosofi dibalik Pancanaka, yang jelas nama ini bisa dibilang tergolong syangar~
SMA 9 = "Trappsila"
Trappsila ini adalah akronim. Kalau dipanjangkan, jadinya:
"Tandya Remaja Pembela Pancasila"
Cukup jelas, kecuali "Tandya"-nya. Sayangnya Mimin tidak menemukan kata "Tandya" di kamus Sansekerta langganan Mimin.
Tapi setelah buka-buka google, kelihatannya Tandya berarti "Segera" dalam bahasa Jawa kuno.
Berarti arti Trappsila itu kira-kira Remaja yang sigap membela Pancasila.
SMA 8 = "Pakçi"
Pakçi ditulis pakai huruf ç ya, bukan huruf c biasa.
Karena pakai ç, dibacanya jadi PakSi
(Hampir mirip namanya Aa' Ganes, Ganeça dibacanya GaneSa. Ada aksen di huruf "S" nya)
Anyway, dalam bahasa Sansekerta, Pakṣi (पक्षि) berarti burung.
Cukup jelas, tidak perlu dijabarkan lagi.
SMA 7 = "Wibhakta"
Sama seperti Trappsila, Wibhakta juga akronim...
Kepanjangannya adalah "Widya Bhakti Taruna".
Widya berasal dari kata Vidyā (विद्या) yang berarti ilmu pengetahuan.
Bhakti, sudah jelas sih sebenarnya. Bhakti (भक्ति) berarti tunduk, setia
Sedangkan Taruna (तरुण) berarti muda.
Secara kasar, Widya Bhakti Taruna bisa berarti pemuda yang berbakti dengan ilmunya.
(KYAAAA, ya ampun Smaven makin unyu deh) ヽ(*´∀`)ノ゚¨゚・*
SMA 6 = "Muda Wijaya"
Nama kerennya Namche. Dipakai di beberapa ekskulnya dia.
Omong-omong, Mimin belum menemukan makna dibalik nama Muda Wijaya ini nih,
jadi mari kita berimprovisasi...
Yang paling asik diotak-atik adalah bagian "Muda"nya "Muda Wijaya"
Dalam bahasa Indonesia, Muda ya Muda, artinya tidak tua...
Sedangkan dalam bahasa Sansekerta, Mudā (मुदा) berarti Senang atau Bahagia...
karena itu yang muda-muda biasanya lebih bahagia
Yang menarik adalah, lambangnya Namche, bunga Tunjung Putih alias teratai putih, dalam budaya Jawa kuno disebut Kumuda.
(Biasanya kalau di candi sering nampang bareng pasangannya, teratai merah alias Padma)
Mungkinkah "Muda" itu singkatan dari "Kumuda"?
Soalnya kalau namanya "Kumuda Wijaya" terlalu panjang dan gak enak? Yah, siapa tau?
Anyway, sedangkan Wijaya berasal dari kata Vijaya (विजय) yang berarti kemenangan.
Berarti Muda Wijaya bisa berarti Muda dan menangan, atau bahagia dan menangan,
atau Teratai putih yang menangan.
Either way, Namche jatuhnya tetep badass (´∀`*)ノ
SMA 5 = "Puspanegara"
Sudah jelas sekali, tidak perlu dijabarkan.
Puspanegara kira-kira berarti Bunga Negara.
SMA 4 = "Bhissak"
Bhissak, sama kayak Trappsila dan Wibhakta, adalah akronim...
Kepanjangannya, Bhinneka Siswa Sakti.
Walaupun udah lumayan jelas maksudnya, tapi gak ada salahnya ditelaah lebih jauh...
Bhinneka, obviously berarti bermacam-macam.
Siswa, berasal dari kata Śiṣya (शिष्य), artinya murid
Sakti, dalam bahasa Sansekerta Śakti (शक्ति) berarti tenaga.
Jadi, Bhinneka Siswa Sakti itu bisa dibilang kumpulan pelajar yang penuh tenaga
Patbhe bangeeet~ (≧∇≦)/
SMA 3 = "Padmanaba"
Di antara nama Sansekerta SMA-SMA Jogja, kelihatannya yang ini yang paling tenar.
Selain usianya udah lama (Sudah digunakan untuk menyebut SMA yang di Kotabaru itu sejak 1942)
Hampir di setiap eventnya, Padz selalu membawa nama Padmanaba.
Dan jangan lupa, nama ini juga dipakai sebagai brand salah satu lapak nasi goreng paling terkenal se-Jogja
Anyway, Padmanaba terdiri dari dua kata.
Padma, dalam bahasa Sansekerta Padma ( पद्म) artinya bunga teratai.
Kalau dalam tradisi Buddha dan kebudayaan Jawa kuno, lebih spesifik lagi Padma berarti teratai merah.
(Yang putih disebut Kumuda, yang biru disebut Utpala)
Sedangkan Naba berasal dari kata Nābha (नाभ) yang berarti pusar.
Kalau digabung, Padmanābha (पद्मनाभ) berarti lotus-naveled
Sesuatu yang dari pusarnya tumbuh bunga teratai...
Hmm, berarti bisa dibilang kolam teratai itu pusarnya SMA 3 dong...
Oke bercanda, risih juga bayangin kolam teratai itu pusarnya Padz. (*_ _)ノ彡
Lagipula Nābha juga bisa berarti "pusat" kok.
Dan memang, di pusatnya SMA 3 kan tumbuh bunga teratai, jadi nama Padmanaba memang cocok...
Omong-omong, Padmanaba sendiri juga merupakan nama julukan untuk Dewa Wisnu lho.
Kenapa bisa begitu? Dalam mitologi Hindu, konon sekuntum teratai tumbuh dari pusar (iye, pusarnya) Dewa Wisnu saat beliau sedang bertapa di atas Ananta.
Dari teratai ini, kemudian lahirlah Dewa Brahma.
Karena hal itu, maka Dewa Wisnu sering juga disebut Padmanaba.
Dia yang berpusar teratai.
Cukup rumit? Bakal tambah rumit lagi kalau kita masukkan juga kisah pewayangan!
Dalam pewayangan, ceritanya Dewa Wisnu menjelma jadi seorang resi yang kemudian menjadi mentornya Sri Kresna.
Dilatih, dikasih nasihat, dan diberi pusaka Wijaya Kusuma gitu...
Oh, nama dari Resi penjelmaan Wisnu? Tentu saja Resi Padmanaba!
Ah sudahlah, lanjut ke yang lain aja...
SMA 2, enggak ada.
Yep, Mimin udah memantau si Smada dan kelihatannya dia kemana-mana selalu pakai nama "Smada".
Gak ada nama Sansekertanya. ( ̄o ̄)
OSISnya Smada sendiri namanya OSIS Eka Manggala Smada Bhakti,
tapi nama itu cuma dipakai buat OSISnya aja, enggak dijadikan nama lainnya Smada.
Anyway, biar fair, gak papa deh Mimin terangin nama OSISnya Smada.
Ēka (एक) berarti satu, pertama.
Maṅgala (मङ्गल) berarti keberuntungan dalam bahasa Sansekerta.
Namun dalam bahasa Jawa kuno, bisa bermakna "Pemimpin/Pelindung"
Alasannya, Pemimpin itu dianggap orang yang bisa membawa keberuntungan bagi bawahannya...
Dan Bhakti, tadi udah disebutkan pas bahas Smaven.
To sum it up, Eka Manggala Smada Bhakti versi terjemahan Mimin adalah,
Pemimpin-pemimpin utama yang berbakti bagi Smada.
Hmm, cocok sih dijadikan nama OSIS
SMA 1 = "Rakta Pangkaja"
Yak, untuk kalian warga non-Teladan DAN warga Teladan yang belum tahu,
Teladan juga punya nama Sansekerta lho.
Rakta Pangkaja, yang ajaibnya tidak pernah dipakai dimanapun di Teladan.
Sepanjang pengetahuan mimin, mulai dari nama OSIS, event sampai sienom dan lain-lain, gak ada yang pakai "Rakta Pangkaja".
Semuanya pada pakai nama "Teladan".
Rakta Pangkaja sendiri bertahan sekedar sebagai artifak sejarah, trivia yang diceritakan di sela-sela kesibukan GVT.
Juga muncul sekali dua kali pas lagi bahas sejarah Teladan.
Dan belakangan ini terkadang nongol di profil twitter beberapa Teladan'ers yang memutuskan pakai Rakta Pangkaja,
biar terdengar lebih eksotik gitu~
Lho, kalau hampir gak pernah dipakai, terus dari mana Rakta Pangkaja ini muncul?
Apakah nama "Teladan" saja gak cukup?
Lagian, kalau memang harus punya nama Sansekerta, kenapa gak milih nama yang lebih mencerminkan Teladan?
Prayata misalnya, kayak nama LBBnya si Teladan...
Prayata (प्रयत) dalam bahasa Sansekerta berarti saleh, suci, alim, taat, khusuk.
Itu kan sangat Teladan sekali. Oh Mimin jadi keinget Teladan Darussalam deh,
eh, tapi itu kan bahasa Arab ya, bukan bahasa Sansekerta. _| ̄|○,
Oke, kembali ke Rakta Pangkaja.
Dari manakah Rakta Pangkaja berasal? Menurut hipotesis Mimin,
Rakta Pangkaja adalah nama Teladan sebelum dia jadi SMA Teladan.
Buat yang kurang begitu akrab dengan sejarahnya Teladan,
singkat cerita, SMA Teladan sakjane adalah hasil penggabungan dan perubahan nama dari dua SMA yang sebelumnya sudah ada.
Sebelum tahun 1957, kita mengenalnya sebagai SMA IA dan SMA IIA.
Berdasarkan artikel yang pernah dimuat di Sigma,
pencetus nama Rakta Pangkaja adalah seorang guru bernama Ki Padmapuspita.
Nah, setelah Mimin telusuri, Ki Joodkali Padmapuspita ini adalah guru bahasa Kawi di SMA A Yogyakarta.
Beliau sudah mengajar di sana sejak awal tahun 50-an.
Dari sinilah, Mimin menebak kalau Rakta Pangkaja adalah nama Sansekerta milik SMA A Yogyakarta.
Mungkin dulu nama ini sama kondangnya dengan Puspanegara, Bhissak, Muda Wijaya dan Padmanaba.
Tapi, yah, kemudian datanglah tahun 1957...
SMA A berganti identitas sebagai SMA Teladan, dan jejak masa lalunya hilang laksana butiran debu~
Sayang sekali ya, padahal Mimin penasaran kira-kira Teladan pra-1957 itu kayak gimana.
Apa lambang sekolahnya, tanggal berapa yang dijadikan HUT sekolah, Mars sekolahnya kayak gimana...
Aaaaaah, maaf Mimin jadi ngelantur. ( ゚ Д゚)
Mari kita kembali ke makna kata dari Rakta Pangkaja.
Rakta (रक्त) berarti merah. (Bisa berarti darah juga sebenernya)
Paṅka (पङ्क) berarti lumpur, Jā (जा) berarti lahir.
Paṅkaja (पङ्कज) berarti mud-born, sesuatu yang lahir dari lumpur.
Rakta Pankaja secara harfiah berarti sesuatu berwarna merah yang lahir dari lumpur.
Maksudnya sih, Teratai Merah...
Segala kemiripan dengan nama sekolah tetangga bisa jadi bukan sekedar kebetulan.
terutama mengingat sejarah mereka berdua. ( ̄ー ̄)
Oh iya, sementara Padmanaba adalah nama lain dari Dewa Wisnu,
Pankaja kadang-kadang digunakan untuk menyebut Dewa Brahma lho.
Karena dalam mitologi Hindu, Brahma lahir dari bunga teratai.
Selain itu, salah satu variasi nama Padmanaba adalah -you guessed it- Pankajanaba.
Artinya sama, sesuatu yang dari pusarnya tumbuh bunga teratai... (^▽^)
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hari ini mereka bertiga ultah lho!
Lustrum lagi, lustrum yang ke 12~
Mereka bertiga sama-sama lahir tanggal 1 September 1952,
dan tentu saja hal ini bukan kebetulan ( ・∀・)
More or less, bisa dibilang mereka bertiga adalah adik-adik jauhnya Mas Gama.
Jadi ceritanya, tahun 1952 itu ada yang namanya bagian Pedagogik UGM.
Ini tidak ada hubungannya dengan pedal sepeda lho, jurusan Pedagogik itu jurusan tentang ilmu pendidikan.
Jurusan ini merupakan bagian dari Fakultas Sastra, Pedagogik, dan Filsafat UGM.
(Iya itu satu fakultas. Nama fakultas jaman dulu emang boros banget)
Anyway, untuk mengasah kemampuan mahasiswa bagian Pedagogik dalam mengajar,
UGM mendirikan sekolah-sekolah yang berfungsi sekaligus sebagai laboratorium buat praktek mahasiswa-mahasiswanya.
Sekolah-sekolah tersebut di bawah pengelolaan bagian Pedagogiknya Mas Gama.
Dan mereka semua dibuka serentak tanggal 1 September 1952.
Salah satu di antara sekolah yang dibuka saat itu adalah SMA Pedagogik ABC,
yang setelah gonta ganti nama, jadi SMA I IKIP dan SMA II IKIP, sekarang jadi SMA 9 sama SMA 10.
(By the way, iya, berarti mereka kembar)
Selain itu ada juga Pradnyasiwi, yang walaupun mimin belum nemu sejarah jelas tentang detik-detik kelahirannya,
tapi besar kemungkinan dia juga salah satu sekolah ex-laboratorium pendidikannya Mas Gama.
Soalnya selain tanggal lahirnya sama, dia juga sempat dikenal sebagai SMP III IKIP.
FYI, bagian Pedagogik UGM tahun 1955 berdiri sendiri jadi Fakultas Ilmu Pendidikan.
Kemudian setelah serangkaian proses panjang tl;dr tahun 1963 FIP UGM berubah jadi IKIP Yogyakarta.
Dari situ, bisa diasumsikan kalau Pradnya salah satu sekolah yang dibuka Mas Gama tahun 1952.
Anyway, selain Traps,Smuten,Pradnya, masih ada beberapa sekolah lain yang juga didirikan 1 September 1952.
Ada ex-SMA 12 yang sekarang jadi SMA Banguntapan 2. Dan juga SMP N 5 Depok.