#Curcol
Kalo ada orang yang minjem HP kita untuk suatu keperluan, entah itu ikut ngirim pesan atau hanya sekedar ingin melihat foto tertentu, tapi ternyata setelah keperluannya itu terpenuhi ia malah asyik bacain chattingan di WA dan asyik liat foto ini itu di galeri HP kita, kepoin apa-apa yang ada di HP kita, risi gak sih? Kalo aku entah kenapa ngerasa risi atas tindakan itu. Ya bukan karena apa-apa sih. Tapi gak suka aja gitu kalo ada orang yang lancang masuk ke ranah privasi orang lain. Mending setelah berkeliling-keliling HP kita itu dia diem aja, lah kalo pake cerita sana sini gimana?
Ibarat kita bertamu ke rumah orang, terus kita malah seenaknya keliling-keliling rumah itu, atau malah berani buat masuk ke kamar penghuni rumah itu. Padahal sebelumnya gak ada izin. Kita cuma bertamu. Yang namanya tamu ya di ruang tamu dong harusnya. Jangan keliling-keliling ruangan lain kecuali atas izin tuan rumah. Kurang sopan tahu! (eh biasa aja dong nulisnya jangan kaya ngajak berantem gitu, wkwk)
Oke-oke, jadi gini. Aku cuma mau bilang. Kalo setiap orang itu punya ranah privasi masing-masing yang emang gak mau dipublikasi. Jadi kita sebagai manusia harus tahu diri. Jangan suka kepo ke urusan orang lain. Sebab rasa ingin tahu yang berlebihan juga gak baik kan? Nanti malah cuma nambah bahan ghibahan (naudzubillahi min dzalik).
Bahkan menurut aku, sedekat-dekatnya kita dengan seseorang itu pasti ada sekat pembatas yang tidak dapat kita tembus. Gak semua hal tentangnya harus kita tahu. Bukannya kita juga seperti itu? Ada beberapa hal yang memang cukup ada dalam folder rahasia kita saja. Gak perlu diumbar kemana-mana. Jadi kalo emang rahasia-rahasia kita itu gak mau terkuak, ya jangan suka menguak punya orang lain. Khawatirnya, kelancangan yang sudah dilakukan itu akan berlanjut ke hal-hal lain. Kan bahaya. Udah sih gitu aja.
Semoga kita dapat menjadi orang yang mengutamakan adab saat hendak melakukan apa pun.
Sekian.
@penaalmujahidah









