Ya.. memang akhir-akhir ini, khususnya dua tahun belakangan ini banyak banget undangan pernikahan yang datang, dan semua itu adalah undangan teman-teman satu angkatan dan adik tingkat.
Sedih?
Ngga, biasa aja.
Bahagia?
Tentu, karena melihat teman bahagia, kita juga ikut bahagia kan harusnya?
Entah... apa cuma aku yang merasa ini?
Rasanya kok semakin tau banyak ilmu-ilmu tentang pernikahan, semakin ragu untuk menikah.. astagfirullah.. :’(
Aku merasa banyak hal yang belum aku bisa. Banyak hal yang harus aku lakuin. Banyak hal yang menjadi prioritasku saat ini, khususnya untuk memperbaiki kedekatan aku dengan-Nya.
Apa cuma aku yang merasa kayak gini?
Ada rasa khawatir, gundah, gulana, dan segala macamnya.
Jujur, aku ngga mempermasalahkan umurku yang semakin bertambah. Tapi lebih pada bagaimana kesiapanku untuk menjalani proses di dalamya.
Aku selalu dan berkali-kali mempertanyakan pada diri sendiri “apa kamu udah siap? yakin? udah mampu? yakin?”
Banyak hal yang aku fikirkan. Bukan tentang materi saja. Tapi lebih pada kesiapan menjalani kehidupan sebenarnya. Kesiapan menjalani hal-hal yang sangat jauh berbeda, menghadapi karakter-karakter yang akan aku hadapi untuk seumur hidupku.... “APA AKU SIAP????”
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kadang aku bingung bagaiman cara orang melihatku. aku lebih sering menganggap diriku sebagai pemeran tambahan diantar kisah-kisah milik orang-orang disekitarku. Lebih seperti wallflower yang mengamati setiap pilihan yang mereka ambil tapi juga sediki memiliki peran di setiap belokan jalan yang harus mereka pilih.
Aku harus menjadi orang baik di setiap cerita yang mereka utarakan, entah tentang kehidupan, kebimbangan, atau permasalahan cinta. aku akan selalu mendengarkan, menyimak dengan dalam, memahami apa yang sedang terjadi dan akhirnya memberikan dukungan dan sedikit saran dengan sudut pandang yang berbeda-beda. mungkin aku tak mengalami kisah-kisah itu, tapi dari pengalaman mereka aku cukup belajar banyak.
Misalnya ...
aku sering menjadi banker bagi oran2 yang sedang memiliki permasalahan cinta, entah yang tak berbalas, yang patah hati, juga yang kasmaran. ada satu kalimat yang lumayan sering dikatakan dalam surat cinta yang aku koreksi atau uangkapan2 hati para insan ini ... “ yang bisa kupanjatkan dalam doa hanyalah semoga aku tetap bisa istiqomah untuk menjaga hati dan ketulusan cinta ini”. biasanya kalimat ini diutarakan oleh teman-teman saya yang belum jelas cintanya akan terbalas atau tidak.
terkadang aku berfikir kenapa kata-kata ini bisa terasa dalam tapi juga terasa murah. ohh ... ternyata sudut pandang dua orang ini berbeda -__-,
- kesamaanya, mereka sama2 secret admirer yang sedang jatuh cinta. tapi masih belum jelas bagaiman jalan yang terhampar di depan. apakah cintanya akan berbalas, apakah ia jodonya, ataukah hatinya memang bertepuk sebelah tangan.
- perbedaanya, adalah apa dasar doa itu di utarakan ...
yang satu berkata bahwa doanya agar istiqomah menjaga hati dan ketulusan cintanya nanti pada Allah. bukan hawa nafsu. walau ia tau perasaanya belum terungkapkan atau bahkan bertepuk sebelah tangan tapi tujuan hatinya bukan untuk manusia. ia menjaga hati untuk orang yang tepat nantinya, bukan untuk manusia yang sekarang menjadi tambatan hatinya. walaupun sedikit seperti alasan klise, tapi saya rasa ini yang paling realistis dan jujur karena doanya tak menjadi alasan pembenaran diri.
Sedangkan yang satu berkata bahwa ia berdoa agar istiqomah menjaga hati dan ketulusan cinta (intinya cinta bertepuk sebelah tangan) untuk seorang manusia yang tak bisa membalas cintanya. iyaa .. kalau orang itu nanti jadi jodohnya, tak apalah ia menunggu, karena diujung jalan nanti takdir mereka bertemu. Nah kalau BUKAN??? #kasarnya kita buang-buang waktu dengan hidup kita. menggunakan kata “MENJAGA HATI” sebagai alasan mencintai manusia yang mungkin bukan untuk hatimu, lebih parah lagi dengan kata “CINTA TULUS DAn SUCI” karena engkau mencintainya tanpa berharap balasan. itu namanya CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN NYONYA DAN TUAN” dan cinta yang seperti itu tidak harus di lanjutkan lagi.
ah salah ... silahkan dilanjutkan, tak ada yg salah dari mencitai seseorang. Yang saya kritisi di sini adalah penggunaan kata”doa” “menjaga hati” “cinta tulus” untuk sebuah alasan yang keliatan sekali terpaksa di benarkan.
Kata “menjaga hati” itu seharusnya diutarakan untuk orang-orang yang sudah keliatan pasti jalan jodohnya, misalnya yg sudah halal dan dihalalkan, atau untuk yg sedang dalam pencarian yg sejati, bukan menjaga hati untuk tetap suka pada adik kelas cantik yang kamu kirimi puisi dan bunga tiap minggu, tapi tak menoleh sedikitpun padamu.
ckckckckck saya sendiripun tak ada pengalaman mencintai ataupun di cintai. naksir kakak kelas mah sering tapi bukan berarti memaksakan diri menyebut namanya dalam doa seakan-akan hati ini sudah tertambat pada satu manusia. yah mendoakan kalau urusan si kakak kelas ini lancar mah boleh .. tapi berdoa agar hati ini di jaga untuknya kayaknya agak salah. Menjaga hati itu seharusnya hanya untuk yang di Maha Kuasa, agar kita terjauhkan dari hal-hal yang dosa. Doakan saja kalau masing-masing dari Tuan dan Nyonya mendapatkan jalan dan jodoh yang terbaik. Kali aja nanti ketemu di ujung jalan yg sama. Wallahhualambisyowab ..
Kebahagian itu datang karena kita yg menciptakan kebahagiaan itu sendiri, tapi tidak dengan cara merebut dan merusak kebahagiaan orang lain. #celotehmalam #sedikitcurhat #latepost 😂😂
Jangan liat foto, karena kedekatan kita hanyalah fatamorgana Banyak drama dan lika-liku konflik dalam pertemanan kita (agak alay sih, tapi faktanya gitu) Temen dr SMP, tapi kenal waktu SMA gara2 diusir senior waktu Pra MOS, makin deket gara2 bareng di MPK dan PMR (terpaksa harus bareng2 dia terus), dan Alhamdulillahnya awet hingga detik ini. Masih gak tau apa yg bisa mendekatkan kita, karena gak di telpon gak ketemu langsung pasti ada aja yg diributin, gak pernah akur. Maaf ya waktu wisuda gak bisa dateng, kemarin malah akunya di samperin ke Malang selama 5 hari. Banyak drama ya selama 5 hari kamu disini. Walaupun aku selalu ngeselin, kadang terlalu jujur kalau nasehatin, percayalah doa terbaikku selalu untukmu. Sukses ya mil buat next carrier, semoga ditempatkan ditempat terbaik, segera dipertemukan dgn jodoh terbaik. Love you From your annoying friend :) #jadipanjang #sedikitcurhat #agaklebay #tapisayang
#sedikitCurhat #miris #Ainun #strong :D Saingan antar Member siih gak masalah bagiku karna kita satu keluarga besar MSI, *REJEKI TIDAK PERNAH SALAH ALAMAT* Yg bikin #greget itu saingan sama penjual BIOSPRAY ABAL" :D Apalagi saya hidup di lingkungan orang" yg tanpa memperhatikan kualitas, Mereka hanya cari harga murah saja -_- Ditawarin biospray harga 75K trus di promoin harganya diturunin dikit biar mreka bisa nyobain manfaat aslinya.. Eeehhh malah bilang (beli di be***s #sensor hargane cuman 12rb malah kalo beli banyak hargane 8rb x_x ) iya kalo baju, tas, sendal, sepatu atau apalah gapapa laah beli KW, laah ini untuk kesehatan :3 nanti kalo ada apa" bilangnya (alaaah biospray gak mempan, aku tuku malah mukaku panuan, gatal" dan bla bla bla *biasa ibu" rempong cari yg murah* ) Dalam hatiku mbatin :D (helloooww siapa suruh kamu beli di loakan) Untung yaa bulan puasa jadi aku bisa sabar pakek banget >.< Jadi tolong yaa tolong banget, Yg jual biospray KW jangan sok"an bilang Asli, Dan pembeli tolong juga ya jadilah pembeli yg berkualitas jangan tertipu dengan harga .. Beli di member resmi yg aktif, Jangan beli di Pasar Ikan :v 😍 😍 😍 😍 😉 😘 Order atau tanya" jangan sungkan 😉 😘 , add : 👇 👇👇 👇👇 👇👇 👇👇 👉 Fb : aenyuend phaluphy 👉 Twitter : @aenyuend 👉 Ig : aenyuend 👉 Path : aenyuend 👉 Line : aenyuend 👉 Wc : aq06jd56 👉 Ask fm : aenyuend 👉 Tumblr : aenyuend 👉 Pin : 74EB07F2 👉 WA : no.hp Serius order transfer BNI/BRI ;-) #Ainun #Mojokerto #MSI #MultySuksesIndonesia #Biospray #CollagenSpray #CollagenSoap #SerumFruit #BisnisMurah #HasilMelimpah #love #like #like4like #followme #mention #follback #my #moment #instagram #instamagAndroid #Ibuk #Bapak #love #you #Alkhamdulillah 👌 👌
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Although my learning experience is not the most common way to have education compared to most of my Indonesian friends, I am really glad that I took this path. I would not exchange this particular experience with any other possible life choices."
It's the time of the year, when I heard, read and saw many information about my friend's graduation back home in Indonesia. How glad they are with the education that they received in their beloved campus.
It's amazing to see how they are so affiliated with their universities. From the way they express gratitude, the way they looked back on the past experiences and that emotional connection that they have with their educational institution. All these feelings then developed into a drive to create a better future and to devote his/her time to serve the campus - in different ways.
I am seeing all these phenomena from afar, from a place where educational institution is merely a tool for you to get a title and where there is no strong affiliation with the program that has "shaped" you into the way you are right now.
I must admit that in the beginning, I was craving for the uni-life experience just like my friends have back home in Indonesia. I miss those moments of working together closely, from which you develop an emotional bound with each other and inevitably with your study program, too. I used to compare all the activities that I do here to the "exciting" things that my friends do in their universities. To put it bluntly, I used to think that my life as a bachelor student here would be not as dynamic as my friends there.
It turned out that…I was wrong.
As soon as I switched side and turned my perspective, I realized how blessed I am with the opportunity that I have here. I might not experience the same thing as fellow students in Indonesia, but I believe in its impact on me; I stress importance on different values.
Here, I learned that individuality is not necessarily a bad thing. After all, we all have our inner self, which thoughts, needs and considerations each uniquely differs with each other. By embracing individuality at certain occasions, we enable ourselves to celebrate the freedom of our body and mind; no expectation to be fulfilled, it’s just you, trying to achieve your own standards of happiness. I found it particularly useful when I get overwhelmed with the society, with the societal norms – that sometimes does not match what I believe, in this context. Once in a while, I try to retreat from the abundance of daily workload and activities, by immersing into my own mind. I realized that the moment of solitude can be the most productive time of the day.
I also learned that hardworking really is in a linear correlation with success. We often hear a story when a person tried his/her best but does not succeed in achieving what he/she wants. I believe that it all comes to the way we define our success. Sure, when we worked so hard and did not ‘succeed’ in winning a competition, for example, we might describe ourselves under the title of ‘failure’. Having worked so often with those people here (both Dutch people and Indonesian diaspora), I came to realize that there are so many different forms of success, even if you ‘fail’. You failed to win the competition but you succeed in unlocking new skills, you succeed in investing your time and resources in a useful way, you succeed in not giving up until the very end. There are so many different forms of success, meaning that challenges should not be seen as something to fear about. It is okay not to be the best, as long as you give the best version of yourself.
It would be unfair if not misleading not to mention time efficiency in this context. Honestly, I admire how these people treat and manage their time. Most of my friends have and carry an agenda with them, it’s amazing how everyone (at least the females) keep track on their activities in a timely manner so that everything comes into place. One time I was supposed to make dinner for 10 of my friends, when one of them offered me help, she even went to plan the grocery shopping, cooking, etc down to minutes! I found it fascinating.
Healthy-living is one of the core principle that people have here, in terms of exercise and eating pattern – but not so much on the sleeping pattern, that I am sure. Every day after class, people usually already line up in front of the college gym, just to be the first to get in. There are so many different activities offered by the sport centre, and it seems that almost all of them are full of participants. About the eating habit, I must say that some people thought that I was going vegetarian – yes, because since I was living in Holland, I have become a big fan of greeneries, salad, and everything that goes along with it, just because it is so good. Good news is, that’s not just me! It is not unusual to see people munching fresh, raw baby carrots in class; or maybe snacking a whole cucumber during lecture. Believe it or not, those raw-snacking habits are actually awesome.
…and so much more!
I came to a realization that even though I have a different experience than most of my peer group back home, there are still, so many things to be grateful of. Those experiences had helped me in shaping a new and unique perspective on life. That we should not take for granted whatever we have. That we have our own part to play in this world. That our task is to give the best version of ourselves.
ketika, kurasakan sudah ada ruang di hatiku yang kau sentuh dan ketika, ku sadari sudah tak selalu indah cinta yang ada mungkin memang, ku yang harus mengerti bila ku bukan yang ingin kau miliki salahkah ku bila kau lah yang ada di hatiku adakah ku singgah di hatimu, mungkinkah kau rindukan adaku adakah ku sedikit di hatimu bila kah ku mengganggu harimu, mungkinkah kau inginkan adaku akankah ku sedikit di hatimu
Pas ketiduran di kamar mama sambil nonton debat capres, mata udah merem (5watt) terus di suruh pindah ke kamar sendiri. Nyampe kasur cek Twitter and I was completely awake. Grinning aja liatin debat capres via sudut pandang suporternya. Seru, jadi bener-bener bias. Well, whoever will be elected later, I hope he can complete all the promises he made. Save Indonesia #IndONEsiaAMAN