Hati Itu Milik Tuhan
Kamu pernah menyembunyikan cerita orang lain dari penglihatanmu agar tak ada rasa iri ataupun kesal ketika melihatnya?
Aku?
Aku tentu saja pernah dan masih ku sembunyikan sampai sekarang. Bahkan bisa terbilang tak hanya satu dua cerita, bisa jadi ada belasan cerita.
Aku hanya ingin melihat segelintir cerita orang yang masih ku hormati, ku segani dan ku anggap baik-baik saja. Selebihnya, mungkin sudah tak ada ruang berlebih untuk mereka di dalam memoriku.
Lalu, kamu yakin ceritamu tak ada yang menyembunyikannya?
Bisa saja dan itu pun hak mereka untuk melihatnya ataupun melewatkannya. Bagi mereka yang melihat, terkadang hanya merupakan rasa penasaran apakah yang dilihatnya sedang bahagia atau bersedih. Sebagian lagi yang melihatnya bila mereka menghargaimu dan menyeganimu, tak jarang akan masuk sebuah opini ataupun sekedar memberikan tanda hati.
Apa yang membuatmu menyembunyikan mereka?
Entahlah. Sulit ku jabarkan.
Bisa jadi agar perasaanku lebih tenang dengan tak lagi mengetahui keseharian mereka.
Sekitar dua tahun lalu semuanya berawal. Aku mulai memutus beberapa celah yang memungkinkan ku mengetahui setiap titik nadir mereka berjalan di muka bumi.
Bagiku, silahkan mereka mengetahui tentang hidupku, namun sebaliknya aku tak lagi peduli dengan hidup mereka.
Lalu, bila suatu saat keadaan sudah benar-benar membaik, apakah kamu akan membuka kembali hatimu untuk memperhatikan kehidupan mereka?
Lagi-lagi, hati itu milik Tuhan. Seketika aku membanggakan pencapaianku ataupun kebersamaan ku, Tuhan akan membalikkan semua dengan begitu mudah. Maka dari itu, mungkin hanya sekedarnya. Ya, sekedar saja.
Tapi, apakah ada rasa kamu ingin semuanya seperti dulu?
10% ya, 90% sisanya ku putuskan akan lebih tenang seperti yang sekarang.
Seiring waktu berjalan, manusia berubah. Namun ada juga manusia yang masih sama seperti awal dia memulai. Bagi mereka yang berubah, ku doakan agar perubahan itu membawa manfaat untuk mereka. Lalu sisanya yang masih sama seperti awal, ku doakan agar tetap menjadi manusia yang memanusiakan manusia.
Lucu bukan? Tentang bagaimana Tuhan bekerja atas hidupmu. Sekecil saja kesombongan tumbuh di hatimu, Ia akan segera mengujimu baik dengan semua kenikmatan ataupun kesengsaraan.
Percayalah, tak ada yang tak mungkin bagi Tuhan.
-ikansawah141224













