Anggap saja merayakan (lebih dari) satu dekade pertemanan! Sebuah tulisan yang nampaknya akan cukup panjang, untuk teman yang tidak pernah ku prediksi akan ku miliki hingga saat ini dan nanti. Bahkan sebelum memulai tulisanku, ku ingin kamu berjanji kita akan selalu baik-baik saja, oke?
Kita sama-sama tahu, aku tidak ingat persis seperti apa awal kita bisa saling mengenal, yang ku ingat hanya waktu itu adalah tahun terakhirku berseragam putih abu-abu. Tenang saja, sejak menyadari tidak punya ingatan jelas tentang waktu itu, aku akan menyimpan dengan baik ingatan-ingatan lainnya tentangmu.
Menjadi yang paling ku cari ketika ingin berpetualang ke gunung atau ke laut dan menjadi yang paling kamu cari ketika ingin berkeliling kota, ku rasa cukup adil untuk pertemanan kita. Menyenangkan menjadi yang paling dibutuhkan satu sama lain. Dan menyebalkan jika terkadang merasa tidak butuh siapa-siapa lagi, mengingat kita adalah makhluk sosial. Tentu saja, kita punya banyak teman, temanku tidak bisa ku hitung, tapi rasanya begitu malas untuk menjelaskan berulang-ulang tentang diri sendiri jika sudah ada yang tahu segalanya.
Kita sudah melalui banyak waktu bersama, cukup banyak untuk mengatakan aku mengenalmu dengan sangat baik, tapi tetap saja selalu ada bisikan jika aku belum mengenalmu dan kamu belum mengenalku. Kita bisa ribut mendiskusikan kehidupan melalui perspektif masing-masing, kita bisa saling diam dan asik dengan pikiran masing-masing, kita bisa sangat hemat dalam berkata-kata hingga rasanya kesal jika tidak menemukan jawaban yang detail tapi diwaktu lain bisa saling memahami tanpa banyak kata, bahkan tiba-tiba bisa tanpa kabar selama berbulan-bulan, berpikir masing-masing cukup tahu melalui postingan sosial media.
Hei, apakah cuma aku yang merasa aman jika berjalan bersamamu? Atau cuma kamu yang begitu malas mencari teman jalan yang lain? Kita tahu kita bisa bertanggung jawab terhadap diri masing-masing, tapi juga tidak bisa tidak peduli pada yang lain, selalu ada waktu untuk memastikan satu sama lain baik-baik saja. Untuk itu, ku katakan aku merasa cukup punya satu orang teman sepertimu.
Kamu selalu bertanya, seperti apa dirimu di tahun awal kita kenal? Ku pastikan ku beri jawaban sebanyak yang bisa ku ingat, bukan untuk membuktikan bahwa aku memang mengenalmu sejak lama, tapi sebagai bukti bahwa kamu bertumbuh menjadi pribadi yang semakin baik, kaku sekali ya kalimatnya haha. Karena sudah mengenalmu belasan tahun, kamu bilang aku satu-satunya makhluk di bumi yang tahu segalanya (tentangmu), menyenangkan mengetahuinya. Yang kamu anggap paling tahu dirimu pun kadang masih merasa belum cukup mengenalmu.
Seperti yang ku tulis di awal, kadang rasanya seperti tidak butuh siapa-siapa lagi. Rasa yang melahirkan sikap posesif yang sering kita tunjukkan satu sama lain. Apakah teman memang seperti itu? Kurasa wajar untuk teman yang selalu ada selama beberapa belas tahun. Akan kesal jika yang satu terlalu sibuk hingga mengabaikan yang lain. Akan bersikap menyebalkan jika tidak saling memberi waktu. Akan bertanya lebih banyak terhadap setiap orang yang mendekati. Rasa saling memiliki yang tinggi, kita harus belajar dari sini, belajar memahami bahwa setiap manusia adalah makhluk sosial yang akan (selalu) butuh manusia lainnya.
Tulisan ini sepertinya sudah terlalu panjang. Apa lagi yang ingin ku tulis untuk satu dekade ini? Katamu tidak usah takjub karena ini baru awal, tunggu hingga 40 tahun lagi. Jika memang begitu, ingatkan aku untuk menulis setiap 10 tahun, lalu akan kita baca bersama 40 tahun kemudian. Masih sanggupkah kita membaca diusia 50 tahun pertemanan? Yap, tugas kita adalah memastikan kita baik-baik saja hingga nanti.
Peluk, wid.
Tulisan ini untuk Gio L. Endriani Muchlis.










