Isi Kepalaku (20/01/2025) #2
Koma lalu titik.
Keduanya itu adalah tanda baca, yang pertama digunakan sebagai tanda pemisah, yang disebutkan terakhir itu digunakan sebagai tanda penutup kalimat.
Jeda? Bisa dibilang begitu. Ketika koma ada, dia seperti memberikanmu jeda -yang sangat singkat- untuk bernapas sampai akhirnya kau menemukan titik. Jika bertemu titik, tuntas sudah perjalananmu membaca, lalu siapkan diri untuk gagasan yang bersembunyi di dalam kalimat yang selanjutnya.
Hidup itu banyak tanda koma. Ya, bernapas, bersantai sejenak atau mencoba menyelesaikan sesuatu sampai bertemu tanda koma berikutnya, kira-kira seperti itu. Beda dengan tanda baca, dalam hidup, jika sudah titik, kelar sudah kau di dunia. Mana bisa lagi kau melihat, membuat, bahkan merancang gagasan.
















