Menyambut tahun baru kita selalu tak lupa menuliskan resolusi resolusi baru, mulai dari hal yang remeh sampe yang wow. Mulai dari konsisten bangun pagi, bangun habit sehat, self love, sampai buat mendaki puncak Everest.
Resolusi dibuat demi semangat hidup lebih baik dari tahun kemarin, tapi seringkali juga resolusi-resolusi itu hanya di ulang tahun demi tahun karena target melulu tak tercapai. Tapi ternyata hal yang tak kalah penting sebelum bikin resolusi adalah โmemahamiโ dan โmenyiapkan diriโ.
Resolusi-resolusi yang meleset tiap tahun bukan terjadi karena kita gagal dalam mencapai hal tersebut. Tapi yang lebih krusial adalah karena kita nggak merapikan diri kita sendiri dulu. Loh, apa maksudnya?
Jadi gini, kita sangat boleh aja bikin resolusi, misal dapat kerjaan di tahun ini. Tapi ternyata kita udah coba apply berkali-kali tetap gagal. Kita berpikir, kurang apa lagi, kemampuan udah di upgrade, skill nambah, score bahasa naik, tapi tak kunjung dapet-dapet kerja.
Dalam kasus di atas misal, waktu itu aku terus apply kerjaan karena merasa nggak tahu lagi apa yang harus aku lakukan, selain itu juga belum bisa menerima dengan kondisiku saat itu, ga betah di rumah karena ga punya teman, intinya ketidaknyamanan dari lingkunganku sebelumnya.
Saat kembali ke tempat baru, kita dipaksa beradaptasi lagi, apalagi bagi seorang yang sudah kelamaan merantau. Rasanya harus mulai dari 0 lagi. Jadi ketika melamar pekerjaan niatku hanya karena ingin kembali ke lingkungan yang menurutku nyaman seperti sebelumnya. Rasanya seperti hanya dalih untuk kabur.
Mungkin karena itu, ketika search for a job yang aku temui hanya kegagalan. Mungkin lagi, sebenarnya aku belum siap buat kerja lagi, atau mungkin lagi aku seharusnya membantu usaha kecil orang tuaku yang umurnya sudah lebih dari umurku.
Resolusi tak melulu soal hal baru, capaian baru, atau sesuatu yang wow. Sedekat tentang memahami diri sendiri, membangun kesadaran, mencintai diri sendiri, find a happiness in small moment, that is rare.