RESES
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, tidak ada apa-apa.
Bukan badai yang menderu, bukan juga pelangi yang mempesona. Bukan daftar pekerjaan yang harus diselesaikan, bukan juga daftar penyesalan yang harus dilupakan. Bukan kebisingan dari dunia luar, bukan pula gema dari suara-suara di dalam.
Hanya... hening.
Pikiranku, yang biasanya seperti sebuah stasiun kereta di jam sibuk, penuh dengan pengumuman yang tumpang tindih, derap langkah yang terburu-buru, dan peluit kereta yang menusuk, kini menjadi sebuah peron kosong di tengah malam.
Tidak ada kereta yang akan datang, tidak ada yang baru saja pergi. Angin berhembus pelan melewati rel yang diam, membawa aroma malam yang bersih. Gema dari langkah kakiku sendiri adalah satu-satunya musik yang terdengar.
Ini bukan kekosongan yang menyedihkan. Ini adalah kekosongan yang damai. Seperti sebuah ruangan yang baru saja dibersihkan, di mana setiap barang telah diletakkan kembali pada tempatnya, dan yang tersisa hanyalah ruang yang luas untuk bernapas.
Aku tidak mencoba mengisinya. Aku tidak panik mencari-cari pikiran untuk dipikirkan. Untuk saat ini, aku hanya ingin duduk di sini, di bangku kayu di tengah peron yang kosong ini, dan menikmati kemewahan langka dari sebuah pikiran yang akhirnya diizinkan untuk beristirahat.
Roni. | 16 Agustus 2025
















