21 Mei 2015. Pada tanggal tersebut, 2000-an mahasiswa dari Pulau Sumatera,Jawa, dan Kalimantan berkumpul di patung kuda Monas untuk bergerak bersama dalam menggeruduk istana negara. Disatukan keresahan yang sama atas persoalan di masyarakat, ketulusan yang mendalam dalam memperjuangkan keadilan, dan kecintaan yang sangat besar dengan kondisi Republik Indonesia hari itu, jaket almamater yang berbagai macam warna tak dipedulikan lagi. Semua satu untuk dapat menyampaikan aspirasinya kepada Bapak Joko Widodo! Banyak rasa yang membuncah pada hari itu. Senang karena itu baru pertama kalinya gua bisa merasa 'mahasiswa banget'. Bangga karena pada hari itu pertama kalinya gua menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' dengan haru ketika bendera merah putih diturunkan dari kibarannya di depan istana negara. Sedih karena tidak bisa bertemu langsung dengan Jokowi dan menyampaikan aspirasi, yg kemudian diwakilkan Luhut Panjaitan (yg kemudian berbohong atas janjinya). Banyak lagi rasa lainnya yang membuat gua harus merawat kegelisahan terhadap kondisi bangsa&negara kita tercinta ini. Universitas Indonesia sebagai kampus rakyat harus mampu terus mengawal jalannya pemerintahan. Mahasiswa UI harus terus peka terhadap kondisi yang terjadi di lingkungan sekitarnya. 'Aksi memang tidak menjanjikan perubahan. Namun, tidak ada perubahan tanpa adanya aksi!' HIDUP MAHASISWA!! HIDUP RAKYAT INDONESIA!! #aksi #21Mei #mahasiswa #studentmovement #RefreshingjelangUAS #lanjutbelajar (at Istana Negara)









