Gaya Hidup Kekinian: Keteladanan Modern Ala Rasulullah
From Frugal, Circular, Sustainable to Equal
Frugal Living
Dari Ustaz Ammi Nur Baits, "Salah satu bentuk tawadhunya Nabi yaitu, jika mempunyai barang dipakai sampai rusak baru diganti, bukan diganti karena bosan."
Bukankah ini yang sekarang lagi hits di kalangan yang mulai peduli dengan lingkungan? Gaya hidup hemat, minimalis, frugal dan sejenisnya.
Aisyah meriwayatkan, bahwa ia ditanya tentang apa yang dilakukan Rasulullah di rumahnya. Aisyah menjawab, "Beliau menjahit pakaiannya dan memperbaiki sandalnya sendiri."
Aisyah menambahkan, "Beliau juga senantiasa mengerjakan apa yang dikerjakan para lelaki di rumah mereka." (HR Ahmad)
Circular Economy
Rasulullah memberi saran agar mengolah kulit hewan yang sudah mati.
Maimunah berkata bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berjumpa dengan orang-orang yang menyeret kambing yang sudah mati.
Nabi bersabda, "Kenapa tidak dimanfaatkan kulitnya?"
Mereka menjawab, "Ini bangkai."
Nabi bersabda, "Kulitnya bisa disucikan dengan air dan daun salam."
(HR Abu Dawud dan Nasa'i, hadits serupa diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbas)
Jelas sekali ekonomi sirkulernya.
Sustainability
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan, " Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam berwudhu dengan satu mud (air) dan mandi dengan satu sha' sampai lima mud (air)."
(HR Bukhari dan Muslim)
Satu sha' sama dengan empat mud. Satu mud kurang lebih setengah liter atau kurang lebih (seukuran) memenuhi dua telapak tangan orang dewasa.
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melewati Sa'ad yang sedang berwudhu.
Lalu beliau mengatakan padanya, "Mengapa berlebihan seperti ini wahai Sa'ad? Sa'ad menjawab, 'Apakah dalam wudhu juga ada berlebihan?' Maka Rasulullah menjawab, 'Ya, bahkan meskipun kamu berada di sungai yang mengalir."
(HR Ahmad dan Ibnu Majah)
Financial Planning
"Simpanlah sebahagian daripada harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu." (HR Bukhari)
Sebuah konsep perencanaan keuangan yang sangat fundamental. Menyimpan dalam hal ini sebagai bentuk persiapan (dana darurat) dan juga pengendalian.
"Allah memberi rahmat kepada seseorang yang berusaha dengan baik, membelanjakan secara sederhana dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga dia miskin dan membutuhkannya." (HR Bukhari dan Muslim)
Dicontohkan oleh SalmanAl-Farisi sahabat Rasulullah SAW, budgeting: 1/3 untuk kebutuhan, 1/3 sedekah dan 1/3 modal usaha (tabungan, investasi). Menurut literatur lain, dicontohkan oleh sahabat yang lain.
Clean Eating & Healthy Diet
Porsi makan sesuai anjuran Rasulullah: "Tidak ada tempat yang lebih jelek daripada memenuhi perut keturunan Adam. Cukup keturunan Adam mengonsumsi yang dapat menegakkan tulangnya. Kalau memang menjadi suatu keharusan untuk diisi, maka sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya." (HR Imam Ahmad, Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah)
Dimaknai, asal berbagai penyakit adalah perut yang selalu terisi penuh. Sebagaimana kekenyangan menjadikan badan sulit bergerak, malas beraktiivitas dan lain sebagainya.
Imam Syafi'i menjelaskan, "Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilamgkamn kecerdasan dan sering tidur dan lemah untuk beribadah."
Kekenyangan dalam hal ini maksudnya terlalu kenyang.
Table Manner
Riwayat dari Abu Hafs umar Bin Abu Salamah yang menyebutkan:
"Ketika aku berada di bawah bimbingan Rasulullah SAW, ada suatu kejadian di mana tanganku bergerak di atas piring ke segala arah. Rasulullah bersabda kepadaku, "Wahai anak laki-laki, ucapkanlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan ambillah makanan yang dekat denganmu. 'Sejak saat itu cara makanku menjadi demikian." (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).
International table manner:
Eat from the section of the communal plate that is closest to you. Never reach across the bowl to get something form the other side.
Sama bukan adab dan etikanya?
Well-Dressed
Memperhatikan penampilan, tapi tidak berlebihan.
Diriwayatkan dari Hasan, cucu Rasulullah SAW bahwa apabila apabila beliau akan mengerjakan salat, beliau memulai memakai pakaian yang sebagus-bagusnya.
Ketika ditanya orang dalam hal itu, dia menjawab, "Allah itu indah, suka kepada keindahan, maka saya memakai pakaian yang bagus."
Hadits Allah itu indah ini berasal dari Abdullah bin Mas'ud yang kemudian diriwayatkan kembali oleh Imam Muslim. Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji debu. Ada seorang yang bertanya: Sesungguhnya setiap orang suka (memakai) baju yang indah, dan alas kaki yang bagus, (apakah ini termasuk sombong?).
Rasulullahu shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain." (HR Muslim)
Gender Equality
Hari gini laki ga mau ngerjain pekerjaan rumah? Tengok Nabi kita.
Aisyah meriwayatkan, "Aku pernah ditanya tentang apa yang telah diperbuat Rasulullah shallalahu 'alaihi wa sallam di rumahnya."
Aisyah menjawab, "Rasulullah senantiasa melakukan pekerjaan rumah tangga (membantu urusan rumah tangga). Apabila waktu shalat tiba, maka beliau pun keluar untuk shalat." (HR Bukhari)
Istilah kekinian:
Real Men Cook and Do Dishes.
Mindfulness & Good Attitude
Ga sibuk main hp pas lagi ngobrol.
Ibnu 'Abbas meriwayatkan, "Bahwa Rasulullah SAW pernah mengenakan sebuah cincin. Lalu beliau bersabda, 'Cincin ini telah menyibukkan aku dari kalian sejak hari ini, karena terkadang pandanganku tertuju kepadanya dan terkadang kepada kalian, 'Kemudian beliau melempar cincin itu." (HR An-Nasaai)
Sebegitu mindful dan beretikanya Rasulullah saat berinteraksi dengan orang lain. Bahkan, dalam cerita lain, dicontohkan adab mulia dalam percakapan. 'Ataa' bin Abi Rabah berkata, "Ada seseorang laki-laki menceritakan kepadaku suatu cerita, maka aku diam untuk benar-benar mendengarnya, seolah-olah aku tidak pernah mendengar cerita itu, padahal sungguh aku pernah mendengar cerita itu sebelum ia dilahirkan."
(Siyar A'laam An-Nubala 5/86)
Pandemic & Lockdown
Masih ingat di saat kita mengalami pandemi dan semua harus mengisolasi atau membatasi mobilitas diri?
"Dari Abdullah bin Amir bin Rabi'ah, Umar bin Khattab RA menempuh perjalanan menuju Syam. Ketika sampai di Sargh, Umar mendapat kabar bahwa wabah sedang menimpa wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf mengatakan kepada Umar bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Bila kamu mendengar wabah di suatu daerah, maka kalian jangan memasukinya. Tetapi jika wabah terjadi wabah di daerah kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu. 'Lalu Umar bin Khattab berbalik arah meninggalkan Sargh."
(HR Bukhari dan Muslim)