Di suatu titik aku berharap bahwa aku bisa menghilang dari dunia ini
Seluruh dunia tampak begitu gelap dan aku seringkali menangis di setiap malam
Akankah aku merasa lebih baik jika aku menghilang?
Aku merasa begitu takut pada orang-orang yang menatapku
Di hari yang begitu indah ini, aku merasakan kesedihan
Aku membenci diriku sendiri
Ibu dan ayahku, mereka hanya menatapku
Aku tidak suka,
Ini bukanlah diriku yang sesungguhnya
Aku harus bagaimana?
Kata pepatah tentang "waktu adalah obat" memanglah benar bagiku
Seiring berjalannya hari aku sungguh merasa lebih baik
Tapi di lain waktu, ketika aku merasa begitu bahagia
Aku merasa takut jika aku akan merasakan kesedihan lagi
Aku takut jika Tuhan akan mengambil kebahagiaan ini
Aku terluka, dan merasa sakit namun rasa pedih ini tak mau pergi
Sahabatku dan semua orang, mereka hanya menatapku
Aku tidak suka,
Ini bukanlah diriku yang sesungguhnya
Namun mungkin saja suatu saat aku bisa menjadi sebuah sinar terang di dunia ini
Mungkin setelah menerima seluruh rasa sakit ini, aku akan bersinar terang
Jadi aku tak boleh menyerah
Aku tak boleh tertidur dengan nyenyak dalam satu malam pun,
Karena jika aku mencoba terus untuk bangkit seperti ini
Aku akan menemukan diriku
Harus seberapa menyakitkankah ini?
Harus seberapa menyakitkankah ini?
Harus seberapa tinggikah harapanku?
- Pukul sepuluh malam lewat sembilan belas, diiringi hujan deras













