Dalam beramal, ternyata kita punya PR besar yang tidak berujung. Apa itu? Mengkondisikan hati.
Bukan mengkondisikan fisik ataupun penampilan. Tapi justru pada sesuatu yang tak kasat mata.
Kita mungkin merasakan, betapa sulitnya menata hati di setiap kondisi. Betapa beratnya menyetir niat agar tidak meleset dari jalur yang sepatutnya. Dan ternyata, memang kondisi hati dan ketepatan niatlah penentu kualitas amal.
Masyhur di telinga, hadis dari Rasulullah saw. berikut ini,
... إِنَّ اللَّهَ لا يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ وَلَاَ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ. "Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta benda kalian, tetapi Allah melihat hati kalian." (HR. Muslim)
Lalu kita disapa melalui doa Nabi Ibrahim As. dalam firman Allah di Surah Asy-Syu'ara,
وَٱغۡفِرۡ لِأَبِيٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ يُبۡعَثُونَ يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ
"Ampunilah ayahku! Sesungguhnya dia termasuk orang-orang sesat (86). Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan (87). (Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak (88). Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (89)."
Dalam shalat, yang Allah pandang bukanlah banyaknya jumlah raka'at. Yang Allah pandang bukanlah banyaknya nilai rupiah dalam sedekah. Tapi yang Allah pandang adalah kondisi hati kita ketika melakukannya.
Itulah kenapa kita diminta untuk mengulang-ulang doa,
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ تَبَتْ قَلْبِي عَلَى دِيِنِكَ "Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu."
Dalam riwayat lain, Rasulullah Saw. berdoa,
اللهم مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرَّفْ قُلْوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ "Ya Allah, Dzat Yang Maha Memalingkan (mengatur) hati, palingkanlah hati kami pada ketaatan kepada-Mu."
Lalu kita diingatkan juga dalam firman Allah di ujung ayat 24 surah Al-Anfal,
... وَاعْلَمُوا أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تَحْشَرُونَ.
"... dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan."
Alangkah indah agama kita. Dalam urusan hatipun kita diberi pedoman dalam menjaganya lewat doa-doa. Sebab, sebagaimana namanya, al-qalb dia begitu mudah berbolak-balik.
Betapa banyak amal yang rusak karena niat yang cacat, dan betapa banyak amal yang sedikit namun bernilai di sisi Allah karena niat juga. Kita berbaris di shaf yang sama, di shalat yang sama, di menit dan detik yang sama. Namun kualitas shalat itu bisa berbeda, bergantung pada kondisi hati kita.
Maka, pada Pemilik Hatilah sebaik-baik tempat bersandar dan memohon pertolongan, agar kita senantiasa terjaga dalam niat, agar kita senantiasa berada dalam kondisi qalbun salim, hati yang bersih, hati yang selamat.
-Dewi Arisanti-
✍🏼Home, 22 Al-Muharram 1448H/8 Juli 2026








