Bisa karena biasa
Dulu sewaktu pertama kali pindah ke Melbourne, saya sempat mengalami culture and food shock. Niat untuk beradaptasi dalam hal makanan dengan mengkonsumsi sourdough bread plus butter saat sarapan, sukses membuat sakit maag kambuh hingga berhari-hari dan segala macam obat antasida tidak mempan, hingga akhirnya sarapan nasi plus ceplok telor lah obat mujarab nya.
Selain itu, sebagai pendatang yang masih udik dan kuper, saya masih belum tahu di mana restaurant maupun warung yang menjual masakan Indonesia. Kesempatan makan gado-gado, ayam penyet, tipat cantok, lawar, betutu dan teman-teman nya adalah saat diundang teman sesama warga Indonesia lainnya, eh tapi masa iya harus nunggu diundang arisan dulu baru bisa makan sambil merem melek saking enaknya (mungkin juga kelaparan) ?
Akhirnya "the power of kepepet" memaksa saya untuk belajar memasak. Selain untuk mengobati rasa kangen sama masakan Indonesia, juga agar jatah belanja bulanan bisa cukup sampai akhir bulan dan gak ninggal catatan kas bon di warung hehe.
Awal belajar masak, saya coba bikin ayam goreng. Setelah googling beberapa resep yang sekiranya praktis dan bahannya mudah ditemukan di sini, terus langsung eksekusi. Percobaan pertama, ayam goreng masih ada sedikit bau amis dan bumbu tidak bisa meresap sampai ke dalam, alhasil anak-anak makan sambil tutup hidung dan tutup telinga, sebab emaknya tidak berhenti ngomel kalau masakannya tidak dimakan hihi.
Pantang menyerah, terus "trial and error" sampai akhirnya menemukan resep dan formula yang pas di lidah dan di kantong. Dan sekarang saya sudah gak minder lagi kalau diundang arisan dan harus membawa makanan untuk sharing, sebab macam masakan yang saya bisa, sudah lebih banyak dan bervariasi.
Andai saja masih tinggal di Surabaya, mungkin gak ada niat dan usaha untuk belajar memasak. Mau rujak cingur tinggal go food, ngidam martabak manis tinggal jalan ke gang depan rumah, ingin sayur asem plus ikan asin dan sambel terasi, tinggal bilang sama Ibu, nikmat mana lagi yang kau dustakan ? haha.
Tipe manusia seperti saya ini, memang harus dipaksa untuk nyebur dan kepepet dulu, agar bisa keluar dari zona nyaman. Meskipun kadang zona nyaman itu sebenarnya tidaklah "nyaman", kadang malah menyengsarakan. Tetapi sebenarnya kemalasan dan ketakutan untuk memulai hal baru lah yang menyebabkan keluar dari zona nyaman menjadi sesuatu yang menyeramkan dan menggelisahkan.
Kekhawatiran akan kelaparan karena gak bisa masak dan tidak mampu beradaptasi, dulu sering menghantui saya dan orang tua. Bahkan ketika ibu kembali pulang ke Indonesia setelah tiga bulan tinggal di Melbourne saat mengantarkan saya dan anak-anak pindah ke sini, Ibu sempat bertanya, "Apa kamu bisa hidup setelah Ibu pulang ?". Saya jawab, "oh tentu bisa bu, saya kan sudah gede (tua)", sambil garuk kepala hehe.
Pertanyaan itu tidak mengagetkan sih, sebab selama masih tinggal di Surabaya, saya itu termasuk manja, punya ART dan urusan masak memasak semuanya tanggung jawab ibu.
Namun kini, setelah diterima dan dijalani, "it's not that bad", dan sekarang saya cukup bisa berbangga sebab suami dan anak-anak termasuk saya sudah menunjukkan perkembangan yang luar biasa sehat. Pipi kami sudah montok dan ukuran baju juga bertambah secara signifikan, yang menurut keluarga kami di desa, "ah kalian sekarang sudah pada bohay membahana, itu tandanya kalian sudah bahagia", entahlah 😁.
Dan sebagai bentuk berbagi kebahagiaan, saya ingin share resep ayam goreng andalan, sebagai berikut:
Ayam Goreng ala Mak Ni
- 1 Kg Ayam,
- Daun jeruk dan Daun salam, masing-masing 2 lembar,
- Jahe dan lengkuas, masing-masing seruas jari,
- Serai 1 batang memarkan,
Bumbu yang dihaluskan:
- 6 siung bawang putih,
- Biji Ketumbar secukupnya,
- Kunyit seruas jari (saya pakai kunyit bubuk)
- garam secukupnya
- Atau kalau mau lebih praktis lagi, pakai saja bumbu ayam goreng dalam kemasan siap pakai
Cara membuat:
- Masukkan ayam yang sudah dipotong-potong dan dicuci bersih ke dalam panci
- Balurkan bumbu halus (bumbu kemasan) ke seluruh ayam atau bisa masukkan saja ke dalam panci,
- Lalu beri air hingga ayam terendam (tidak sampai penuh),
- Masukkan jahe, lengkuas, serai, daun-daunan
- Masak/ungkep ayam hingga air menyusut, lalu angkat dan tiriskan
- Bila akan segera dikonsumsi, bisa langsung digoreng atau dioven. Tapi bila ingin disimpan sebagai food prep, bisa dimasukkan ke dalam plastic container, dan setelah suhu ruang, ayam bisa dimasukkan ke freezer.
Demikian resep ayam goreng andalan Mak Ni, semoga bermanfaat dan boleh banget dicoba, lalu sharing hasilnya ya ! 😊














