Tiada Ku Duga Akan Berduka
Hi... long time no see. Selain instagram, tumblr ini adalah buku diary-ku. Menjadi media ku menghargai setiap rasa yang tercipta, mencatatkan, lalu menjadikannya abadi, dalam media sosial yang dibilang orang tidak pernah akan hilang. Tapi sudah lama ya aku tidak menulis lagi.
Lama tak bersua, kini aku ingin mengabarkan berita yang tidak begitu indah untuk diceritakan tentang mereka.
Nah ini dia mereka. Foto resolusinya jelek karena ini juga ss dari postingan IG. Kami dulu memanggil "geng" kami dengan sebutan power rangers, kalau sekarang mungkin sedikit malu kalau pakai nama itu. Dewasa itu tidak enak ya.
Masih ingat Dede? Iya Dede Jun Saputra. Lelaki sholeh, berhati lembut, kreatif, jago main gitar, ahli membuat design, dan bersuara merdu. Semasa hidup, tidak pernah sekalipun aku mendengar dia mengeluh, padahal kisah hidupnya begitu terjal. Selepas kuliah, dia meneruskan "perjalanannya" ke Kalimantan, bersama wika sebagai tempat barunya. Hubungan kami baik, setidaknya kami sering video call.
Hingga suatu pagi, 3 Desember 2021 kami mendengar kabar yang mengejutkan. Dia dipanggil Allah. Dia tidak pandai mengutarakan rasa sakit. Kami baru tahu dia sakit sekitar bulan November. Tidak kami sangka dia akan berpulang secepat ini.
Foto ini diambil ketika kami main ke rumahku. Kami wisata ke air tejun. Seperti yang kalian lihat. Dia membawa gitar, lelaki bersuara merdu ini mengajak kami bernyanyi kemanapun kami pergi.
Belum juga tuntans tangisan kami, 18 Mei 2022 kawan kami lainnya berpulang. Haniah. Perempuan kuat, yang semasa hidupnya seperti diary berjalanku. Perempuan sholiha, hebat, pekerja keras dan sabarnya seluas lautan itu di uji Allah dengan sakit juga. Selama 1 tahun dia berusaha sekuat mungkin untuk melawan dan bertahan. Tanpa seharipun dia meninggalkan kewajiban dia sebagai istri dan ibu.
Dialah manusia yang tiada lelah menjadi supporter agar aku segera menikah, meski dia tau dengan persis seperti apa my love story. Terlampau sering dia berujar ingin datang ke nikahanku. Bahkan sebelum dia tiada, dia sudah memberiku doa. Doa tentang kehidupan pernikahan. Maaf ya, belum bisa merealisasikan keingainanmu.
Foto ini adalah foto ketika dia nikahan. Kami tidak bisa datang karena pernikahan dia dilangsungkan ketika pandemi baru saja diumumkan. Semua perjalanan luar kota tidak diperbolehkan.
Aku tahu, selama 10 tahun ini kita selalu ada dalam senang dan sedih, dalam senyum dan tangisan. Saat kita satu sama lain dengan cerianya mengantar sidang, wisuda, menikah, bahkan punya anak. Tidak terbayang bahwa tangisan itu sampai dengan kita akan mengantar kawan berpulang. Aku pikir cukup sampai dengan dengarkan hancurnya hatimu karena kisah cinta, dosen yang mempersulit, nilai yang tak bagus, organisasi yang berantakan, keuangan yang sedang tidak baik, tetangga julid, di-gibah-i, atau adanya orang-orang jahat yang sengaja menyakiti. Ternyata itu semua bukan apa-apa dibandingkan tangisan kehilangan untuk selamanya. Setelah kehilangan dua sahabat dalam waktu yang berdekatan, aku tersadar. Ternyata kematian itu bukan sesuatu yang jauh, tidak menunggu sampai punya uban, tidak harus punya anak dan cucu. Dia begitu dekat.
Pernah dengar ini?
โBekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok pagi." - Shahabat Rosul, Abdullah.
Atau ayat ini "Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal." - Q.S Gafir : 39
Ayat dan ungkapan seperti itu dulu seperti bacaan saja, namun sekarang jauh lebih bermakna. Bahwa benar kita di dunia mencari bekal untuk hidup yang sesungguhnya. Maka ambil dan persiapkan sebaik mungkin, sebanyak mungkin. Karena kita tidak ada yang tahu tentang ambang waktu yang diberikan kepada kita. Terlepas dari segala evaluasi diri. Sekali lagi aku ingin menuliskan betapa bersyukurnya kalian pernah ada di hidupku. Sebagai manusia yang Allah kirimkan sebagai sahabat yang luar biasa baik. Persahabatan yang tidak bisa dibeli atau ditukar. Yang selalu mengingatkan dalam kebaikan, menjauhkan dari dosa, yang selalu ada, yang menerima apa adanya, yang menjadi support system satu sama lain. Terimakasih. Diriwayatkan dalam HR. Muslim no 183 bahwa kita bisa menolong sahabat kita dan mengajak ke surga. One of us ya, jika tidak kau temukan aku atau teman yang lain di surga, tolong bilang ke malaikat sesuai dengan apa yang ada di hadist itu.
Selamat menempuh hidup baru di dunia yang kekal ya de, han. Biarkan kami di dunia yang fana ini menjalani ujiannya masing-masing. Percayalah, kalian tetap hidup dalam ingatan kami. Kado terakhirku, Al Fatihah.














