Permainan Kata Mantan: Perihal Mencintaimu
Semua hal di dunia punya jiwa. Lampu taman, gedung perkantoran, perpustakaan, juga jendela; yang tertawa tertiup angin malam. Semua hal kecuali satu; hatiku. @capekngetik
Jangan tanya ia kemana? Bukankah kau yang membawanya. Tanpa permisi. Hingga aku lupa bahwa dalam mencintaimu, bisa saja aku terluka. @eunheesa
Laksana kesuma sisi jalan; indah dan mengusik, kau petik. Lalu senyum gagah hilang meninggalkan kisah sedih pada hijau yang menyatu tanah. @manifestasirasa
Tertatih tertahan lewat letih, aku terbiasa bangkit tanpa merintih, menahan perih? Sedih? Semuanya bukan perihal lirih, aku adalah pencinta tanpa pamrih. @budimch
Berlalu begitu saja, kaukantongi segenggam hati yang kaucuri. Lukaku, takkan lagi sembuh. Hatiku, takkan lagi utuh. @bekuankenangan
Semua orang punya luka yang berbeda, tapi dengan bersama akan sembuhkan luka. @vintagestrikesback
Hancur berkeping dan berserakan, segalanya berantakan. Dilepasmu nyatanya menyisakan hening berkepanjangan. Bahagia menjadi ilusi yang tak berkesudahan. Entah bagaimana harus kukatakan; perihal melepasmu aku belumlah mampu, Puan. @menemanimu
Dan namamu masih saja kusemogakan dalam doa. Meyakini kuasa Tuhan jauh lebih sakral dibanding kuasamu melepasku. @satusenja
Bagaimana bila doa kita tak bertemu? Hatiku terlalu mencintamu hingga sulit membayangkan hidup tanpamu. @tyassiyess
Padahal aku tau, bahwa doa menggantung dilangit sana. Menunggu dikabulkan olehNya. Bagaimana bisa, aku menggigil hebat. Membayangkan kamu beranjak dari sisiku. Kurasa aku tidak cukup untukmu. @firahalam
Maka kuputuskan, dengan segala keposesifanku. Jika doaku tak dikabulkan, setidaknya kamu harus terima kenyataan dengan 2 pilihan; tetap bersamaku, atau memilih kematian. @biashujan
Namun aku sadar, Aku terlalu naif dengan segala hal yang kulakukan. Ambisi menguasai hatiku, ego menghancurkan akal sehatku. Sehingga tanpa ku sadari aku telah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kefanaan wujudmu. @salfarisibasyir
Pada akhirnya seperti tetes air yang jatuh. Cukup menerima, berlalu dan hilang. Matahari tetap akan bersinar. Hidup akan terus berjalan. @iffanf
Cc: @tumbloggerkita @kitajabodetabek @kitajateng @kitajatim @kitasumatera @kitasulawesi











