Perburuan
Perburuan, sebuah alternatif supaya tidak menyempit, bahwa potret rangkaian cerita kemerdekaan RI tidak selalu dimonopoli oleh peristiwa monumental di Jakarta, di Pegangsaan Timur saja, atau hanya disakralisasi lewat tragedi rengasdengklok, penculikan yang dilakukan sekelompok pemuda terhadap Soekarno.
'Perburuan' adalah sisi lain bagaimana proses kemerdekaan berlangsung diceritakan lewat perburuan yang dilakukan Dai Nippon alias Jepang terhadap Den Hardo, Dipo, sekelompok orang yang berontak terhadap Jepang, yang sudah diramalkan akan kalah dari sekutu, maka lahirlah Indonesia merdeka.
Hardo, Dipo dan yang lainnya bersembunyi dari satu tempat ke tempat lain agar tidak tertangkap oleh pasukan Jepang. Kolong jembatan kerap menjadi tempat persembunyian yang aman. Mereka juga sering menyamar menjadi pengemis untuk mengelabui Dai Nippon.
Perburuan, sebuah cerita transisi masa pendudukan Jepang menuju kekalahan oleh Sekutu. Pengorbanan, perjuangan tergambar kuat pada sosok Den Hardo, yang diwarnai hubungan cinta asmara dengan Ningsih, seorang guru di perguruan Kartini.
Ningsih sendiri adalah anak lurah, dimana si lurah ini adalah biang keladi yang suka menceritakan jejak Den Hardo, sehingga ditangkap oleh Jepang.
Si Lurah kerap menjadi bulan-bulanan Dai Nippon, ditangkap, ditinju, dipukul hingga berdarah, agar terus mengaku dan menceritakan jejak Den Hardo.
Pasukan Jepang akhirnya tahu bahwa Ningsih pacarnya Den Hardo, dan segera memerintahkan Sudancho Karmin untuk menangkapnya.
Sudancho Karmin, sebagai kepala pasukan yang meskipun sebagai Pribumi, sudah tentu dia berada di posisi Dai Nippon. Namun demikian, Karmin datang lebih awal berupaya untuk menenangkan Ningsih dan memberinya nasihat jawaban disaat Pasukan Dai Nippon menginterogasi dirinya terkait persembunyian dan pelarian Den Hardo.
Teriakan Jepang kalah, kompetai bubar mulai bersuara di jalan-jalan. Jepang kalah dari Sekutu. Ningsih tertembak oleh senjata Dai Nippon. Ningsih menghela dan mengakhiri hembusan nafasnya.
Perburuan, didalamnya ada kebebasan, cinta, loyalitas, dan pengkhianatan.













