Aku hanyalah pendosa yang tak pernah lelap sebagai masa lalu, kini, dan nanti yang selalu nyaris mati konyol atas nama surga dunia
Sebentar lagi bedug subuh akan ditabuh sementara di mataku, jalan mimpi seakan telah tertutup ke mana lagi aku harus mencari hidup?
Dari kejauhan, lamat-lamat Sholawat Nariyah berjejal di telinga tanpa sadar, bibir ini mendengungkan syairnya bersama beberapa baris kasrah Nur Muhammad yang selalu menyala
Setiap tetes air mata yang jatuh dari sudut bola mataku aku memunguti potongan munajatMu;
"Semoga rahmat dan salam yang sempurna itu juga tetap tercurah kepada para keluarga dan sahabat Beliau, setiap kedipan mata dan hembusan napas, bahkan sebanyak pengetahuan bagiMu."










