Berkaca di belakang mata. Menemukan sisi diri dari bentuk yang berbeda. Merefleksikan hidup yang tak semua sedekat pandangan mata. Menembus banyak sekali batas meski kita perlulah tetap memberi batasan atas apa-apa yang kita sebut prinsip, kepercayaan, keimanan, atau apa pun yang dikehendaki dengan nyaman. Kembali mengingatkan diri bahwa kita tak bisa berpikir sepertiNya, seperti semesta serta seisinya yang Ia kehendaki. Bahkan, benar dan salah pun tak sekonyong-konyong kita ucapkan karena keduanya tak pernah serupa dengan satu tambah satu sama dengan dua, tak serupa dengan pemahamanNya yang melebihi kita, yang sedekat urat nadi tapi seringkali terasa jauh karena kita menjauhkannya. Kembali mengingatkan diri di setiap kali mempertanyakan apa yang orang lain lalukan terhadap dirinya atau diriku, pertanyaannya bukanlah “Mengapa mereka begitu?” melainkan “Mengapa aku merasa xxx dan perlu menanyakan pertanyaan tersebut?” Masih terlalu banyak yang ingin kutuangkan dan kutulis di sini, tetapi otakku masih berlari memikirkan buah hati di sebelahku ini, yang terlelap setelah meminum obat. Semoga esok tulisanku kan kian berkembang dan setidaknya memberi pesan kecil meski hanya sekelibatan di antara timeline instagram orang-orang. #30haribercerita #30HBC22 #30hbc2203 @30haribercerita #refleksi #menuju30 #mbukalembaranbaru https://www.instagram.com/p/CYRmuAwPat6/?utm_medium=tumblr











