'Dunia ini sempit ya' Mungkin itu adalah kalimat yang sering kita ucapkan ketika kita bertemu dengan seseorang yang ternyata juga kenal dengan teman/saudara/kenalan kita. Kehidupan manusia ini tidak akan pernah lepas dari pertemuan, dan pertemuan2 ini saling berhubungan berpotongan pada suatu garis waktu. Jika diibaratkan kehidupan ini adalah sebuah lingkaran, maka setiap orang memiliki garis kehidupan dalam lingkarannya sendiri, entah garis itu lurus atau berkelok-kelok. Jika lingkaran setiap orang ditumpuk, maka akan kita temui garis kehidupan manusia satu berhubugan dengan garis kehidupan manusia lain dengan berbagai macam kombinasinya. Itulah kehidupan. Lalu, jika setiap orang membuat lingkaran yg sama dan membuat garis kehidupannya dalam lingkaran itu, dan kesemuanya ditumpuk menjadi satu, apakah masih tersisa ruang dalam lingkaran tersebut? Ternyata jawabannya adalah tidak. Lingkaran adalah sebuah bangun yg tidak bersudut, di mana jumlah sumbu simetrisnya adalah tak hingga. Bumi, baik yg berkeyakinan datar ataupun bulat, semuanya terbuat dari lingkaran. Jadi, sebanyak apapun manusia di bumi masih dapat dihitung, sehingga tidak mungkin akan didapati garis kehidupan seorang manusia yg menyinggung garis kehidupan semua manusia yg ada. Pertanyaan selanjutnya, apakah ada sesuatu yg dapat menutupi/menyinggung semua garis manusia yg ada? Ada. Yaitu lingkaran yg lebih besar dari lingkaran manusia. Lingkaran Tuhan. Setiap sumbu simetri/garis kehidupan manusia selalu melewati sumbu simetri lingkaran yg lebih besar milik Tuhan. Sama halnya dengan kamu yg membaca tulisan ini, semuanya berada dalam garis-garis samar yg membentuk kehidupan ini. ... "Setiap pola garis hidup yang dibuat oleh manusia adalah garis tak random yang disentuh garis Tuhan di setiap ruasnya" - @abdurarsyad Merinding bacanya bang Beta :" . . . #markisain 18/30 #artchemist 39/365 #mathematics #math #posterdesigns #posters #graphicdesign (at “RODA KEHIDUPANKU”)