Kutulis saat melihat mata-mata kosong anak-anak muda di jalanan. Asap mengepul dari rokok yang terselip di jari. Ber haha-hihi membicarakan dunia, berbagi kisah yang sama. . . Kebahagiaan.. kata sederhana yang mereka cari. Namun terlalu sederhana untuk didapatkan di rumah. . . Rumah-rumah yang kosong karena ayah sibuk bekerja. Karena ibu sibuk dengan urusan rumah tangga juga usaha onlinenya. Tiada waktu berbincang.. . . "Lalu kenapa aku dicaci maki saat berada di jalanan, ketika di rumah aku sama sekali tak nyaman? Teman-temanku lebih asyik dari kalian, Pak Bu. Mereka mendengarkanku. Mereka menganggapku ada. Aku penting di sini. Sedang buat kalian? Dapat nilai jelek di raport dimarahin, mo bilang ini itu dibilang nglawan. Aah Masa bodo.. yang penting kini aku happy." . . "Bun, udahan dong main HP nya. Main yuk.." sela kak Ifa berulangkali saat aku terlalu lama khusyuk dengan setan gepengku. . . Affan pun mulai bisa protes dengan menarik-narik hpku dan melemparnya saat terlalu lama kucuekin. . . Kupeluk mereka erat.. mereka yang Tak pernah minta banyak.. hanya minta ditemani main, cerita atau dibacakan Buku.. tapi sering kutunda2 karena alasan ini itu. Padahal aku Tak tahu seberapa lama yang aku punya bersama mereka. . . #selfreminder #roadtobetterparenting #maritaningtyas #gerakan1821 https://www.instagram.com/p/Bs4IB0Ags1K/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=xrp4ipj1g40n










