Setiap manusia itu spesial. Baik yang kurus, gemuk, pendek, tinggi, rambut lurus, keriting, cepak, brewokan, hijaban, putih, hitam, merah, kuning, hijau. Nggak ada sesuatu yang membatasi manusia untuk menjadi lemah. Semuanya indah dengan caranya masing-masing.
Semua manusia diberi kelebihan. Entah itu kelebihan di bidang eksak, seni, bahasa, ekonomi, sosial, suka bohong (?). Sekurang-kurangnya manusia, pasti ada lebihnya juga, kan?
Selama dua puluh tahun empat bulan hidup di dunia, ada satu kekuranganku yang paling susah untuk dihilangkan. Apa itu? Nggak peka! Rasanya sulit banget untuk mengerti keadaan secara langsung, kecuali kalo ada yang ngasih clue atau tanda-tanda yang terlihat sangat jelas. Kalo kata orang jaman sekarang, aku paling nggak bisa dikodein. Haha. Jadi mending langsung ngomong to the point aja.
Nggak enaknya jadi orang yang nggak peka itu menurutku banyak banget. Pertama, kita jadi orang paling bego di sekitar. Bego? Iya, bego! Kita nggak bisa mencium hawa-hawa bahagia bahkan peperangan di sekitar kita kecuali ada orang yang ngasih tau secara gamblang. Hal ini membuat kita jadi orang paling terkudet. Percaya deh.
Kedua, kita bakal kesulitan bergaul sama orang karena you know lah kebanyakan orang Indonesia kan nggak to the point kayak di luar negeri which mean kalo ada apa-apa pasti ngasih kode-kode atau kind of it. Nah, kalo kitanya nggak peka kan otomatis nggak bakal connect sama yang tuh orang kodein, kan? Hal ini bisa menyebabkan kesalahpahaman dan bikin orang-orang agak nggak suka sama kita. Thatās why Iām a lil bit annoyed with the sentenceĀ āIām fine.ā and āTerserah!ā
Ketiga, dalam hal percintaan jadi orang yang nggak peka itu nggak enak banget karena kita nggak bisa mengerti pasangan kita luar dalem. Tapi ini khusus buat yang pacaran sama orang yang agakĀ āblibetā ini sih. Makanya kalo sama pacar itu nggak usah sok-sok ngasih kode. Mending bilang to the point aja biar sama-sama ngerti.
Keempat, which happened mostly at me. Kita nggak peka di saat ada orang yang lagi suka sama kita. Seriously, mungkin karena ketidakpekaan itu bikin kita nganggap perlakuan seseorang itu nggak ada apa-apanya a.k.a nggak spesial a.k.a biasa aja. Padahal ketika dia ngebawain buku-buku kita yang berat, di saat dia mau ngebeliin makanan saat kita sakit, di saat dia ngejahilin kita all the time, itu adalah bukti kalo dia memang suka. Dan sayangnya orang nggak pekaan ini emang annoying banget ya, semua dianggap sama, semua dianggap biasa aja. Dan lagi-lagi, cuma orang yang benar-benar peka yang bisa ngeliat.
Tapi, kata temenkuāyang termasuk orang paling peka seIndonesiaājadi orang nggak peka itu enak because we donāt know anything. Sometimes not knowing anything is good. I think thatās true, but I think not knowing āsome thingsā is good.