Kemnaker Apresiasi Mitra Program Pemagangan Nasional 2026
SEANTERONEWS.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi dalam pendaftaran calon mitra Program Pemagangan Nasional (PPN) Angkatan II Batch 1 Tahun 2026. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha ini dipandang sebagai langkah krusial dalam mencetak SDM yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Direktur…
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Anak Magang di Lapas Narkotika Pematang Siantar Ditangkap, Diduga Selundupkan Sabu, Ganja dan Ekstasi
SIMALUNGUN, kedannews.co.id – Seorang peserta magang di Lapas Narkotika Klas II A Pematang Siantar berinisial DAD (22) diamankan setelah diduga menyelundupkan tiga jenis narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan tersebut. Aksi tersebut dilakukan atas suruhan narapidana yang sedang menjalani hukuman.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, kasus ini menjadi perhatian serius karena…
16 September 2022 — Pagi pukul 06.00 saya berangkat dari Kuala Dua menuju terminal Sei Ambawang. Pukul 07.00 saya tiba dan telah ditunggu kedua teman yang telah tiba setengah jam lebih dulu. Kami bertiga adalah mahasiswa semester 7 yang harus mengambil program magang. Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Thailand adalah kantor pilihan magang kami. Namanya juga anak HI magangnya harus abroad bro.
Berangkatlah kami pukul 08.15 menggunakan bis Damri. Bis kebanggaan Indonesia ini merupakan bis yang melayani rute Pontianak-Kuching dan sebaliknya. Pukul 15.00 kami sudah berada di Entikong, sebuah kecamatan yang berbatasan dengan Malaysia. Buru-buru saya hubungi teman yang kebetulan magang di kantor BNPP RI untuk menyambut kami. Berbincang sedikit sekedar menanyakan kegiatan mereka di sini sebelum akhirnya melanjutkan pemeriksaan CIQS di PLBN Entikong dan checkpoint negara tetanggga.
Aktivitas perbatasan kedua negara dibuka pukul 07.00 - 16.00 untuk memacu perekonomian masyarakat perbatasan di kedua sisi negara melalui peningkatan arus barang dan jasa
Selesai melalui pemeriksaan terakhir, Kastam (Custom) Malaysia kami bergegas memasukkan barang ke bagasi bis dan menunggu penumpang lain menyelesaikan pemerikasaan sebelum melanjutkan perjalanan ke Kuching. Oh iya, jika bertanya kenapa kami ke
Kuching? Itu karena rute Penerbangan dari Kuching ke Bangkok masih terjangkau di kantong mahasiswa backpacker seperti kami.
Dua balok sinyal provider Indonesia masih ada di gawai saya. Kringgg, sebuah pesan masuk dari Tara, seorang teman dari kampus Undip. Tara adalah orang yang memesan tiket hotel kami di Bangkok, ia juga akan magang di sana, jadi kami serahkan urusan hotel padanya. Tara menanyakan sudah di mana dan ia meminta kiriman uang yang masih kurang untuk pemesanan hotel. Untung saja masih ada sinyal cepat-cepat saya telpon Ibu minta uang agar dikirim ke Tara.
Ah sial, belum sempat mengabarkan Tara, bis sudah bergerak, sinyal pun hilang. Sekitar 2 jam kemudian kami tiba di Kuching Sentral, sebuah terminal besar di Kota Kuching. Di sana, saya langsung ke konter untuk membeli kartu Malaysia. Setelah selesai registrasi kami memesan taksi online ke hotel yang sudah dipesan oleh Ibu Ariel (One point hotel).
Ah kesialan pertama datang, kami salah alamat. Ternyata One Point Hotel ada dua dalam tampilan google map. Kami ke arah hotel yang salah. Dibuka lagi aplikasi Grab, kali ini penuh dengan ketelitian agar tidak keluar lagi ringgit yang pas-pasan dari kantong ini. Pukul 18.00 waktu setempat kami check in. Malam itu susah sekali menemukan tempat makan murah, mungkin karena dekat Bandara. Akhirnya tidak mau ambil pusing Grab-food menjadi andalan kami. Bertiga sepakat memesan nasi goreng. Istirahatlah kami malam itu dan cerita ini akan kami lanjutkan esok hari......