Kali ini aku ingin sharing tentang pengalaman rohaniku yang mungkin sebagian orang akan berpikir bahwa aku hidup terlalu serius atau terlalu holy. Aku juga pernah berpikir seperti itu terhadap orang lain, tapi setelah aku mengalami Tuhan aku menjadi merasa sangat berdosa pernah seperti itu.
Setiap manusia yang lahir di dunia itu adalah atas izin dari Tuhan karena kita adalah ciptaan-Nya. Karena kita ini milik Tuhan, maka ketika kita lahir Tuhan pasti punya maksud tersendiri. Jadi sudah sepatutnya kita itu hidup untuk menggenapi maksud dan tujuan kita.
Karena manusia sudah jatuh dalam dosa, maka manusia menjadi sulit untuk taat. Manusia menjadi tidak takut lagi akan Allah. Manusia hidup sesuai apa yang menjadi kehendak diri sendiri, bukan lagi untuk maksud dan tujuan Tuhan.
Dulu aku adalah pribadi yang brutal, kejam, jahat, pemberontak dan anak yang paling ga tau diri. Saking pemberontaknya aku pernah ditampar oleh mama sendiri, didorong sama papa sendiri, dan dulu adik-adikku pun sangat tidak suka denganku. Jadi kalau orang berpikir aku ini orang baik, dia salah besar mengira aku baik.
Tapi saking baiknya Tuhan aku benar-benar diubahkan. Hatiku yang keras dilembutkan, aku yang egois dan sombong langsung dijatuhkan ke titik paling rendah. Proses pendewasaan diriku sangat tidak mudah, tapi dengan cara itu aku bisa berubah. Pembentukanku bukan waktu yang sebentar tapi bertahun-tahun lamanya.
Ketika aku adalah orang yang paling tidak sabaran, tapi Tuhan membuatku untuk menunggu sangat lama. Aku dituntut untuk hidup bersabar tapi tidak menyerah, melainkan berpengharapan.
Aku berkali-kali kena tamparan Tuhan baru aku sadar akan kesalahanku, kesombonganku, dan kebodohanku. Dulu aku adalah seseorang yang ambisius tapi berkali-kali Tuhan izinkan aku gagal untuk menyadarkan aku bahwa mengandalkan diri sendiri adalah sia-sia.
Ketika aku memberontak melakukan apa yang Tuhan mau dan memaksa menggenapi apa yang menjadi kehendakku, tapi sampai mati-matian pun tidak bisa terjadi.
Pengalaman yang pernah terjadi adalah saat semester akhir menghadapi PKL dan TA. Saat itu aku mengalami tuntutan dan jalan buntu dalam waktu yang bersamaan. Rasanya saat itu aku sudah putus asa. Ketika itu hari minggu sore yang seharusnya aku balik ke tempat magang di Jakarta. Tapi sampai jam 7 malam aku masih menangis di kamar dan bilang : Tuhan, aku udah berusaha keras tapi kenapa malah begini? Aku mau menyerah saja Tuhan. Aku ga sanggup, aku ga mampu.
Tapi tiba-tiba dalam tangisan sesegukan itu aku mendengar Tuhan berbicara melalui pribadi Roh Kudus yang mengatakan : Kamu pasti bisa. Pergilah. Lalu aku menjawab lagi : Gimana caranya Tuhan? Tapi aku ga mampu. Masih Tuhan menjawab : Aku tidak akan meninggalkan kamu. Percaya saja.
Dan luar biasanya aku akhirnya bisa berhasil melewati semuanya, bahkan sangat tepat pada waktunya. Saat itulah aku mengalami hidup baru yang sebenarnya.
Tapi karena aku adalah manusia yang masih ada dosa, seringkali aku menjadi gentar dan menjauh dari Tuhan.
Pengalaman lain saat kuliah S1 pada mata kuliah yang sudah mati-matian berusaha sampai sakit pun aku memaksakan untuk masuk. Di akhir semester malah nilai itu adalah nilai paling jelek. Tau tidak, tiba-tiba aku diberi nilai E, walau itu karena terjadi kesalahan dari Dosen tapi pada akhirnya aku tetap mendapat nilai tidak lulus D. Tapi Puji Tuhan saat skripsi nilai itu bisa diganti dengan mata kuliah lain.
Saat hal itu terjadi aku berontak dan bilang ke Tuhan : Kenapa gini Tuhan? Aku udah berusaha mati-matian, aku ngerjain tugas, aku selalu masuk bahkan saat sakit pun aku memaksa untuk hadir. kenapa Tuhan?
Dan jawaban Tuhan adalah Yeremia 17 : 7 “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!”
Setiap aku mulai kendor, Tuhan sangat baik menarikku kembali agar aku tidak benar-benar terlepas. Bahkan ketika aku mengatakan aku menyerah Dia berkata : Aku yang akan berperang bagimu dan kamu tidak akan melakukan apa-apa.
Ketika aku mulai bimbang dan ragu, Tuhan ingatkan kembali Yohanes 14:40 “Jawab Yesus : Bukankah sudah Kukatakan kepadamu; Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”
Allah itu sungguh baik dan yang paling luar biasanya adalah ketika Dia merelakan Anak-Nya Yesus disalibkan demi menyelamatkan manusia dari dosa. Aku berpikir kok bisa ya Yesus berkorban demi orang-orang berdosa menanggung semua kesalahan yang bukan Dia perbuat?
Aku mulai menyadari itu saat aku diperlakukan tidak adil, saat kesalahan orang lain dilimpahkan padaku. Tapi aku harus menerima semua itu dan sebisa mungkin tidak membalasnya tapi mengampuninya. Aku sebagai manusia tidak sanggup melakukannya, tapi karena kasih dan teladan Tuhan aku belajar akan hal itu.
Karena Tuhan sudah ubahkan aku secara luar biasa maka aku memilih untuk berkomitmen untuk melayani. Mendoakan dimana Tuhan izinkan aku untuk melayani. Dan ketika menemukan panggilan itu, aku menjadi sangat bersemangat untuk melakukannya.
Oleh karena itu pernah aku sangat marah ketika orang lain melayani dengan tidak serius, hanya untuk menyibukkan diri, tanpa mengerti dan memikirkan apa sebenarnya tujuan utama pelayanan itu.
Aku juga sangat tidak suka ketika ada yang mengatakan melayani untuk mencari jodoh, siapa tau ada yang kecantol. Aku sedih sih dengar alasan itu. Tuhan udah begitu baik bahkan kasih kesempatan melayani tapi alasannya klise banget.
Aku juga kecewa ketika seseorang terlihat melayani dengan rajin, bahkan seperti tidak kenal lelah tapi ternyata itu hanya karena orang lain. Karena seseorang yang dia suka atau yang menjadi targetnya. Sayang sekali padahal mungkin Tuhan bisa pakai dia lebih dari apa yang dia sadari.
Dasar kita hidup itu adalah untuk melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya, maksud dan tujuan-Nya, dan untuk kemuliaan-Nya. Jadi Centernya adalah Tuhan sendiri, bukan yang lain.
Aku pun masih belajar untuk taat. Kadang Tuhan ga kasih jawaban secara gamblang, tapi cuma tanda yang sulit dimengerti. Bahkan kadang Tuhan seakan diam, tapi sebenarnya saat itulah Tuhan rindu kita bisa bersekutu dengan Dia.
Aku berharap ini menjadi sebuah sharing yang berguna dan menjadi berkat bagi siapapun yang membacanya.
Efesus 2 : 10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”