#lastyearmemory #maadurga #maasharda #maashardadevitemple #vijayraghavgarh #vijayraghavgarhfort (at Vijayraghavgarh) https://www.instagram.com/p/Bo-jfWYANaY/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=8j3d9jyxsq3m
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Switzerland

seen from Jordan

seen from Germany
seen from United States
seen from Germany

seen from Australia
seen from China
seen from Germany
seen from Australia

seen from United States

seen from Canada
seen from Australia
#lastyearmemory #maadurga #maasharda #maashardadevitemple #vijayraghavgarh #vijayraghavgarhfort (at Vijayraghavgarh) https://www.instagram.com/p/Bo-jfWYANaY/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=8j3d9jyxsq3m

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Puntung Terakhir
Well yeah, here we go. Singkat cerita, inilah sekilas cuplikan percakapan langsung dengan seorang teman yang bertemu tidak sengaja saat sedang berteduh di rumah makan. Berteman dengan hangatnya susu jahe dan terpaan dinginnya hujan badai membahana (hufsalah banget gabawa mantol, motor kehabisan aki lagi). Berada dalam satu meja berjam-jam, sampai hujan akhirnya pun menyerah dan kami pun menang menakhlukan waktu untuk menunggu dengan bersenjatakan bahan perbincangan dari mengeruk kisah lama sampai menggambarkan rencana kedepan. Tapi topik satu ini yang paling menarik (dan cukup normal) untuk dibahas di tumblr.
A: Kapan kamu ketauan ngerokok sama keluarga kamu?
X: Pas SMA ketauan. Padahal dari SMP gua mulainya haha hebat kan ngumpetnya.
A: Haha dasar teroris. Jadi gimana respon pertama kali orangtua kamu tahu kalau kamu ngerokok?
X: Pas itu yang ngasih tahu temennya ayah. Ngefoto gua lagi cuci mobil sambil sebat, terus dikirim ke BBM ayah. Lah nyampe rumah diseretlah. Ditanyain, "Heh, ngapain lah kau ni. Sini keluarin bungkusannya. Dari kapan kau ngerokok, ha?".
X: Waduh ga main-main gua takut rin. Tau lah orang sana gimana garangnya. Tapi ayah ya gitu, tanyanya sambil pegang rokok juga. Mungkin ga keduga juga orang ya gua gini-gini dulu cupz abis.
A: Yha percaya aja deh aku mah. Oalah jadi ayah kamu juga ngerokok?
X: Iya, bahaha. Bahkan pas nyentak gua itu Ayah masi pegang rokoknya terus tanya, "Diajarin siapa kau bisa ngerokok gitu, ha?" Kan ironi banget ya haha.
X: Gimana puas ga? Masih mau tanya lagi? Gua kaya jadi narasumber Mata Najwa rasanya sekarang.
A: Wk elah gapernah ada yang nanya2in ya? Haha uda sih, hanya mengumpulkan beberapa perspektif.
A: Eh, ada deng. Jadi, ada rencana memiliki puntung terakhir?
X: Haha iya kayanya orang lewat aja gitu liat gua ngerokok gada tanya-tanya. Gua pingin sih, tapi ya gimana paling lama cuma seminggu gua bisa hidup tanpa dirinya haha. Ya, intinya pingin tapi belum menjadi cita-cita prioritas.
A: Haha, sok diplomatis ya, gabutuh aku jawaban gitu. Jadi mau kapan dijadikan prioritas?
X: Hish ngejar banget sih, rin. Ya..., mungkin nanti menjelang kehadiran anggota baru di keluarga masa depanku.
A: Oh men, aszik aszik. I get what you mean, man. Nyamz. Gapapa, umur segini uda legal bahas topik beginian kok. Lanjut lanjut, silakan.
X: Hahaha lanjut apaan sih, ah! Ya gitu pokoknya, mungkin gua nggak mau mengulangi hal yang pernah terjadi dari Ayah gua.
A: Asik mantab nian ini wak. Jadi itu akan terjadi berapa tahun lagi nih?
X: Hish gua belum mikir segitunya elah hahaha. Abisan si mbak belum menerima kode dari gua. Gantian, gua yang nanya sekarang.
A: Yelah cepet dipikir keburu sepuntung harganya 100ribu loh. Ya deh, apa tuh?
X: Bahaha terima nanem tembakau sendiri dah gua. Jadi siapa di keluarga lo yang ngerokok?
A: Ayah juga sih.
X: Lah iya masa?
A: Iya, tapi dulu.
X: Hmm menarik. Jadi, kapan puntung terakhirnya diletakkan?
A: Di ruang tunggu Rumah Sakit, beberapa jam sebelum kelahiran kakak aku.
X: Widih, kayak cita-cita gua dong. Terus setelah itu masih nggak?
A: Ngga ngerti juga tapi kalau kata mama aku sih udah stop. Latihannya dari sebelum nikah sih katanya. Berarti ada 2 tahunan latihan.
X: Hoo, yaya jarang-jarang lho rin ada yang begitu. Terus sempet sebat lagi ga?
A: Selama 20 tahun aku hidup si aku belum pernah lihat lagi, tapi ya gatau hahahaha. Cuman, instead of asking him, aku memilih untuk diam aja deh dan penasaran sendiri.
X: Lah kenapa? Tumbenan.
A: Ya..., takutnya nanti Ayah aku inget lagi terus malah mulai lagi haha. Padahal pengen banget tau kenapa, gimana caranya, dan ya pokoknya banyak yang aku pengen tahu.
X: Bahaha iya juga ya, pasti lo antara penasaran dan bangga banget ya rin.
A: Penasaran jelas. Ya..., bangga aja sih. Ga banget-banget haha. Mungkin yang bangga banget kakak aku karena kehadirannya yang jadi background puntung terakhir ayah.
X: Bahaha kayanya mantab nih, rin, kalau ini jadi bahan Harta Karin.
A: HAHA tau aja dooh. Pengen aku rekam juga tadi sebenernya. Iya deh, comming soon ya tungguin.
Sebenarnya masih ada lanjutannya tapi sepertinya cukup ini saja yang perlu dibagikan. Terima kasih atas dialog interaktifnya. Kalau ketemu lagi, semoga ada kemajuan yang bisa terjadi ya. TA-mu lho, ndang mbok rampungke (ya aku juga sih). Terakhir, salam semangat selalu, dan semoga si mbak dimudahkan dalam menerjemahkan kode yang telah Saudara sampaikan haha. Best regards.