Tadi, aku bertemu kamu di kantin sekolah, rasanya sudah lama sekali semenjak kita terakhir kali berbicara. Ketika kamu lewat, aku hanya bisa menunduk dan berharap kamu tidak lihat. Saat kamu mencoba menyapaku, seluruh badanku seakan menolak. Dan setelah itu, asal kamu tahu seluruh otakku hanya dipenuhi kamu. Berharap segelintir keberanianku mau diajak kompromi untuk menemuimu lagi dan mengatakan, “apa kabar?”
Aku percaya, jika suatu saat akan ada lagi kesempatan diantara kita, cukup bagiku semuanya. Dan jika tidak pernah ada, cukup bagiku untuk mempercayainya saja. Tidak apa-apa kan, jika begitu?

















