Pagi datang lagi. Tidak terlambat sedikitpun. Selalu . Selalu tepat pada waktunya. Pagi ini juga sama seperti pagi-pagi sebelumnya. Berharap pintu hatiku diketuk atau setidaknya menemukan kuncinya. Kau kah itu? Seseorang yang punya kunci hatiku, seseorang yang akan mengetuk hatiku dengan tepat. Ketukan yang dapat didengar dan dirasakan.
Aku tak pernah tau orang seperti apa dirimu. Tidak pernah terbayang sekalipun. Dulu, dulu sekali. Aku pernah berandai-andai, melukis segala hal tentangmu dalam hayalku. Lalu aku leburkan kedalam kenyataan. Tapi, kurasa itu tak benar. Hei, siapa aku? Sehingga berhak melakukannya. Bukankah sudah jelas, urusan tentangmu mutlak menjadi urusan-Nya. Aku tak perlu melakukan hal yang seharusnya tak aku lakukan. Cukup ikuti saja alurnya. Skenario terindah dari-Nya.
Siapapun kamu, ku tahu kau adalah orang yang istimewa. Karena ruang itu yang kusebut ruang rahasia tak mudah ditempati oleh sembarangan orang. Ruang itu hanya milikmu. Tentu dengan seizin-Nya. Karena sejati-Nya ruang itu bukan milikmu atu milikku. Ruang itu milik-Nya. Karena Dia-lah yang menciptakannya.
Jangan kau tanyakan padaku, bentuknya seperti apa. Mungkin persegi, persegi panjang, lingkaran, elips, segitiga atau lainnya. Aku juga tak tahu bagaimana bentuk ruang itu. Atau bahkan ruang itu tak punya bentuk sama sekali? Entahlah, aku juga tak akan ambil pusing, kau juga tak perlu mengkhawatirkan bentuknya.
Cukup kau kenali saja warnanya. Warna hatiku. Agar kita berada pada frekuensi yang sama. Juga jangan kau tanyakan aku apa warnanya, apakah mejikuhibiniu seperti warnanya pelangi. Atau bahkan yang lainnya. Warna yang tak bisa disebut. Warna yang tak bisa dilihat tetapi bisa dirasakan. Aku rasa jawabannya mungkin saja yang paling terakhir. Tapi aku tak bisa menjamin. Lagi-lagi aku memang tak tahu apa-apa tentangnya. Jika kau ingin tahu tanyakan saja pada-Nya. Karena Dia Yang Maha Mengetahui segalanya. Termasuk tentangnya.
Lalu kunci seperti apa yang harus kau bawa? Aku tak perlu rupanya, hanya harus sesuai. Itu saja. Kunci ruangan rahasia itu kuyakin tak akan mudah kau temukan. Aku juga sudah mencoba mencarinya beberapa waktu silam. Tapi tetap belum aku temukan. Mungkin kita harus sama-sama mencari. Yang terpenting adalah izin dari-Nya. Tanpa seizin-Nya tak akan pernah tahu dimana letak pastinya kunci itu. Mungkinkah ia bersembunyi di langit?
Ahh, mungkin terlihat seperti bermain teka-teki. Anggap saja iya. Tapi tak usah khawatir. Kau tak akan salah tebak, tak juga berlaku sistem untung-untungan. Karena cukup mengikuti alurnya. Biarkan saja mengalir seperti rencana-Nya.
Ruang rahasia itu. Abstrak sekali bukan?
Hanya perlu bersabar. Saat waktunya sudah tepat. Aku yakin ruang rahasia itu tak lagi susah untuk ditemukan. Juga kuncinya, hanya perlu berusaha dan terus merayu-Nya dalam do’a.
Cukup. Aku rasa, sudah terlalu banyak bicara tentangnya meskipun aku tak tahu apa-apa. Tetap saja jalani seperti biasa. Tak perlu berlebihan untuk mengenalinya atau menemukannya. Kelak, jika telah kau temukan dan aku juga telah menemukan. Mungkin kita akan menjumpai yang namanya pertemuan.
Pertemuan. Pertemuan itu harus dibayar dengan mahal. Apalagi kalau bukan dengan yang namanya sabar. Tak perlu tergesa-gesa. Jangan pikirkan jalannya. Mau lurus, berliku, menurun atau menanjak sekalipun. Tetap saja itu jalannya. Lewati saja, semua orang juga pasti pernah melewatinya. Kau bukan yang pertama. Semua sudah diatur oleh-Nya.
#NahimaWritingClass
fillaferanti.tumblr.com
www.nahimapress.com