Februari yang Tidak Melulu Cecintaan
Februari baru saja berlalu menandakan hutang writing project untuk KITA Jatim edisi Februari 2017 harus segera dilunasi. Artikel ini akan ditulis oleh kolaborasi @dadotmukti, @abangkumis , dan @zulfinoor. Dengan model diskusi dan berisi komentar kami bertiga.
@dadotmukti : "Bila Tidak Ada Cinta di Februari", begitu tema ini dilontarkan langsung terbersit di benak saya adalah, kenapa februari diidentikkan dengan cinta? Bila memang Februari dianggap sebagai bulan cinta, siapa yang menganggapnya? Karena dia sendiri tidak menganggap spesial bulan Februari 2017 spesial karena tidak ada tanggal merah di dalamnya.
Salah satu sejarah populer tentang Hari Valentine berakar dari sejarah Santo Valentinus yang berani menikahkan seorang pria militer dengan seorang gadis. Karena pada saat itu pemerintahan Romawi melarang pria militer untuk menikah, maka Santo Valentinus pun dianggap dianggap sebagai pemberontak dan dihukum mati pada tanggal 14 Februari. Santo Valentinus dianggap sebagai "pejuang cinta". Pihak Gereja kemudian menetapkan hari kematiannya yaitu 14 Februari sebagai hari Valentine (hari kasih sayang) dan Santo Valentinus dijadikan seorang martir (Kelly, 1986, h. 46-58).
Sebelum dieksekusi mati, Santo Valentinus memberikan sebuah kartu kepada sipir penjara dan menyertakan kalimat "from your Valentine" sebagai ucapan selamat tinggal (Kelly, 1986, h. 59). Kalimat terakhir Valentinus ini kemudian menjadi cikal bakal budaya saling menukar kartu ucapan yang disertai kalimat "Be My Valentine" kepada pasangan pada saat peryaraan hari Valentine. Terlepas dari segala kontroversi yang mengiringi perayaan valentine di Indonesia, toh tetap saja ada golongan yang merayakannya dengan latar belakang keyakinan yang dianut.
Kembali ke topik bahasan, lantas apa jadinya bila tidak ada cinta di februari? Dikarenakan cinta memiliki beragam sudut pandang, maka dari pemaparan diatas sudut pandang yang akan diambil adalah cinta dari dua insan cinta. Bila tidak ada cinta di februari, kacau tatanan kehidupan. Karena seharusnya cinta hadir 24-7-365.
@abangkumis: Jika tidak ada cinta di februari, seharusnya kita tak perlu khawatir. Kenapa? Masih ada sebelas bulan lainnya yang bisa kau penuhi dengan cinta. Satu bulan tanpa cinta tidak lebih banyak dari sebelas bulan yang penuh cinta, bukan?
Jika tak ada cinta di februari, sejatinya kau tak perlu merasa biru. Hanya dua puluh delapan dari total tiga ratus enam puluh lima hari kau merasa tanpa cinta. Mengapa harus takut? Ratusan hari kau bisa penuhi dengan cinta.
Jika tak ada cinta di februari, mengapa harus tergesa - gesa mencari? Februari – februari yang berikutnya masih ada, dan akan selalu ada. februari yang saat ini tanpa cinta bukan berarti februari tanpa cinta selamanya.
Jika tak ada cinta di februari, sejatinya tak apa. Datang perginya tak perlu dipaksa, hanya perlu dirasa.
@zulfinoor: Jika tak ada cinta di Februari, apa yang kau risaukan? kawanku, ketahuilah bahwa cinta datang tak terduga, jika cinta hanya datang di Februari maka semua pasangan hanya akan menikah pada bulan tersebut.
sejatinya semua bulan itu baik, banyak perkataan yang menciptakan konstruksi bahwa Februari adalah bulannya cinta, saya sedikit kurang sreg dengan statement tersebut karena seperti yang saya utarakan sebelum ingatlah banyak kejutan yang akan hadir di bulan lain, satu tahun ada 12 bulan, berarti kesempatan untuk hadirnya cinta lebih besar.
bersyukurlah bahwa kau masih hidup, banyak hal yang harus dipikirkan selain cecintaan, coba renungkan, bila bulan Februari kau hanya terfokus memikirkan cinta dan cinta melulu, bisa jadi kau melewatkan kesempatan untuk mengembangkan dirimu.