Bertemu
Ratusan purnama telah menebas jarak,
Mengajari kita menerjemahkan apa yang retak.
Dan tumpukan rindu telah gugur satu persatu.
Menunggu sesuatu yang bebal dan membiru di wajahmu.
Pertemuan telah menjadi barang langka dan
kau adalah perempuan yang melenyapkan segala logika.
Benarkah mencintaimu adalah jalan penuh duri ?
Meski, kini kutemui kau dalam badai tanpa henti.
Khairani, kita tak pernah berebut apa-apa.
Jangan lagi kau menyulap kasih menjadi kisah dalam sejarah.
Berlayar lagi denganku, menyusuri waktu.
Biarlah arus menjadi keyakinan dan purnama menjadi peta.
Sampai kita lupa, bahwa saling menjelma adalah sebenar-benarnya Cinta.
Bandung, 25 Agustus 2021
(Mencari Khairani dalam Puisi)

















