Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Saat kau tahu benar, dengan siapa kau berjalan melewati masa demi masa, apakah masih perlu khawatir kau lakukan?
Saat kau tahu benar, dengan siapa kau berjalan melewati momen demi momen yang mendewasakan, apakah masih perlu ada khawatir?
Saat kau tahu benar, dengan siapa kau berjalan dan menyerahkan tiap aspek hidupmu, bahkan tiap nafasmu kau percayakan pada-Nya, masih perlu kah rasa khawatir begitu menggoyahkan?
Saatnya belajar peka, menyadari, dan menikmati, berjalan bersama dengan-Nya.
Jum'at, 06 Februari 2015 hhhmmmm, akan ku mulai dengan kata itu. sejak kapan anda mengenal bocah ini?? apa anda yakin mengenalnya?? sudah terlalu lama, waktu sudah sangat keterlaluan bukan hanya bayangan yang tertinggal raga yang sama berlari mengikuti arus kertas sama sekali tak bertintah entah sejak kapan seperti itu bahkan diapun sudah lupa karenanya sangat menjengkelkan, aku sangat membenci emoticon-emoticon ini itu sangat menyedihkan setiap tempat berbeda, hati, pola pikir, tutur kata, gaya, tingkah laku, tidak ada yang pernah sesuai semuanya terjadi secara spontan itu sangat natural membuatku sangat benci Ya... Tidak, itu salah, bukan seperti itu, ini sangat berbeda Katakan semua yang tidak penting bagiku seperti api yang akan terus berkobar itu tidak menarik jadi habiskan saja (itu menurutku) sungguh, yang terlihat, terdengar, terasa. semuanya sangat jauh berbeda itu sangat salah tapi cukup kunikmati. dalam Blackle terdapat sebuah ketikan " You do not live at once. You only die once and live every day" Terdapat banyak topeng hidup. Katakan saja!!! seperti apa yang kalian inginkan?? semua peran bisa terlaksana dengan sangat mudah. Tolong, berikan peran untuk kumainkan tahun ini aku sudah lupa untuk apa, siapa, mengapa, dan bagaimana jelaskan saja, aku akan cepat mengerti itu. semuanya bukan diriku tapi itu bagian dari ketikan sebagai hiasan hidupku. jangan pernah berkata anda mengenalku saya saja tidak mengenalnya, apa lagi anda jadi jangan sok tahu dan memberikan sebuah titel untukku.
Sebenarnya banyak yang pengen dibagi. Tapi apa daya, jempol kanan lagi cedera. Cedera kena potongan beling pecahan gelas saat mencuci. Jadinya mengetik pun terkendala. Aneh rasanya, mengetik dengan jempol kiri dan telunjuk kanan. Kaku. Padahal pekerjaan saya pun harus menggunakan dua jempol. Ya iyalah, kebanyakan pekerjaan pakai henpon. Pakai keyboard hanya saat di kantor. Jadi sekarang…
Niat hati menulis di tanggal 28 Mei, tapi terlaksana di 8 Juni, Begitulah, seperti biasanya yang selalu begitu, Ide-ide hanya bersemahyam di otak ini. Tapi, baiklah kita mulai saja...
Kita mulai di saat saya memutuskan untuk tak meneruskan kerjaan di sebuah harian cetak terkemuka di Bogor. Kirim CV sana-sini, Adit temen yang sudah lebih dulu hijrah ke Jakarta dan kerja di media online bernama Okezone.
Dari dia lah saya mendapatkan info bahwa ada lowongan di sana, jadi reporter bola/sport dengan syarat dan juga aturan yang berbeda dari yang sebelumnya. Baiklah, saya ambil.
Interview pertama saya ditanya-tanya oleh Fitra dan Hendra, soal berita bola dan sport. Beruntung, semalamnya saya baca-baca dan itu cukup membantu. Ya, saya suka nonton bola tapi tak selalu dan lebih seringnya lewat berita saja.
Ok baiklah, lewat tahapan itu dan tingga menunggu waktu panggilan berikutnya, Selanjutnya, saya datang kembali ke kebon sirih untuk interview dengan redaktur pelaksana, Fetra.
Ditanyalah itu soal politik dan pengetahuan umum. Gagal! Saya hanya bisa menjawab beberap saja. Akan tetapi, hingga akhirnya saya keterima juga dan deal-deal soal gaji dengan HRD.
Hari pertama kerja, 3 Oktober 2011. Ternyata, di hari itu ada juga karyawan baru. Andina namanya, reporter Tekno. Entah kenapa, saya saat itu ingin bertanya soal berapa dia dapat gaji di sini. Tapi tak dijawab, sombong...haha.
Masuk bagian redaksi duduk di kanal bola/sports, setelah sebelumnya berkenalan satu persatu dengan karyawan lainnya. Celana bahan dan kemeja hitam, itu kostum saya di hari pertama. Iya, salah besar.
Seperti diketahui, kerja sebagai wartawan memang tak perlu rapih benar. Kaos dan celana jeans pun sudah cukup. Itu mengapa, saya selalu disangka masih saja kuliah bila bertemu dengan kawan-kawan lama.
Saya disuruh baca-baca lebih dulu, ok saya belum paham. Hingga akhirnya, saya mulai menulis berita. Aslinya, satu berita saya buat dengan sangat lama dan penuh keringat dingin. Benar-benar buta!.
Bolak-bolik saya dipanggil oleh redaktur, dikasih tau mana yang benar dan salah. Oh ya, sampai lupa. Rekan setimnya saya saat itu, adalah Apoy, Auzan, Randy, Redjo, Dewi, Windy, Ki Daus, Ifan, dan Hendro.
Baik, ya untungnya mereka baik-baik walaupun harus butuh waktu mendekatkan diri. Mereka itul tim pertama saya dan cukup bahagia bekerja sama dengan mereka.
Hingga akhirnya, satu persatu dari mereka harus pergi ke media lain karena hal yang saya pada akhirnya rasakan. Masuk lagi orang-orang baru, dan bepencar lagi. Ya, selalu gitu.
Saya sudah benar-benar merasa nyaman kerja di situ, hingga tak terasa sudah dua tahun lamanya. Senang sedih hingga benci sudah dilalui dalam tim bola/sports.
Sesuatunya pasti mencapai klimaks, yah sebuah titik jenuh dan gelisah yang biasanya bisa saya lewati begitu saja. Tapi, kali ini tidak. Terlebih, perginya atasan dan sahabat-sahabat saya dari tim.
Adit dan Windy ke VIVA, Auzan pergi ke Trans7, dan Juragan ke Metro. Cobalah saya cerita soal kondisi kantor dan tim kepada Windy dan Adit, kemudian Windy menyuruh saya mengirim CV ke kantornya dan satu media baru.
Saya pun memenuhi panggilan dari kedua media tersebut, dan VIVA yang menerima. Itu, mungkin momen saya dibuat oleh galau oleh pekerjaan. Yah, bertahan atau pergi meninggalkan sebuah kenyamanan yang saya dapat dari bekerja, meski suasana sudah berbeda.
Banyak orang, termasuk orang tua yang sama minta saran akan hal tersebut. Namun, semuanya malah membalikkan kembali pada saya. Oke baiklah, saya ambil keputusan untuk pergo, Walau sulit, tapi harus.
Positifnya, saya mungkin akan lebih berkembang dan bisa lepas dari kenyamanan. Coba untuk memulai semuanya dari awal. Cari keluarga baru dengan kerjaan yang sama.
28 Mei, saya pertama kerja di VIVA. Hari pertama, tak jauh berbeda dengan saat kerja pertama di Okezone. Cuma bisa diam dan bertanya, itu yang saya lakukan.
Soal penulisan berita, ternyata agak beda. Itu yang membuat saya merasa seperti orang bodoh yang dipaksa menulis berita. Pilah-pilah berita, mana yang bagus dan sebagainya,
Lamanya perjalanan dari rumah ke kantor pun cukup mengusik hati, seketika rindu akan kenyamanan di tempat sebelumnya. Tapi, saya sudah maju, dan tak mungkin untuk balik badan. Ini buka baris-berbaris, Indra!
Sebulan tak terasa sudah dilalui, permasalahan satu persatu bisa diatasi walau belum sempurna. Kenyamanan pun perlahan datang, ya begitulah manusia yang mampu beradaptasi.
Kini, semuanya dimulai kembali dari awal. Jalan masih panjang, ada keluarga baru yang harus saya bina dan semuanya harus lancar. Agar seimbang, ada kebahagian di masa lalu dan depan. :)
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Selasa 22 April 2014, menjadi hari terakhir saya bertugas piket malam hari setelah dua tahun (beberapa bulan) bekerja di Okezone. Kerja di malam hari sebenarnya, menjadi hal yang cukup menyenangkan dalam bekerja.
Saya benar-benar bisa memaksimalkan pikiran, ketimbang saat masuk hari. Terutama, karena bekerja di malam hari tanpa adanya kehadiran bos..hahaha.
Kantor seolah menjadi milik kita, bisa melakukan hal-hal yang tak bisa dilakukan di waktu jam kerja normal. Untuk di Okezone, ini saya cukup merasakan nyaman kerja di malam hari.
Mendapatkan tandem kerja yang berbeda-beda, dan pastinya memiliki kepribadian yang juga berbeda-beda di tiap kerjanya. Dari tandem yang rajin, serius, hingga santai.
Saya sendiri mungkin yang bekerja dengan tipe santai, enaknya kalau mendapatkan tandem yang sama. Bisa kita atur mundur jam berita bila telat dinaikkan atau tidur-tiduran dulu.
Kerja pun memang sebenarnya sudah santai, datang ke kantor jam 9 malam dan pulang sesukanya. Mungkin, akan (lebih) kerja keras bila ada pertandingan yang banyak di malam itu.
Oia, ada speaker (patungan) yang membuat piket merasa terhibur dan memang itu hiburan kita. Banyak sebenarnya, cerita dan pengalaman selama piket malam ini, yang akan sangat banyak bila ditulis di sini.
Namun, secara keseluruhan banyak hal-hal yang indah dan ga mungkin dilupakan. Sementara duka hanyalah bumbu-bumbu yang mewarnai kerja itu sendiri.
Terima kasih kepada tim Bola Sport yang menemani di setiap piket malam ini dan rekan-rekan news. Saya akan selalu merindukan momen-momen ini :)
Tahun baru, tahun 2014.
Mengawali tahun baru di Januari yang baru dengan kondisi yang sama, iya sama!. Ya, memang setiap tahunnya pun begitu.
"Kita takkan pernah berada di masa depan, karena kita selalu selalu di hari ini."
Tahun 2013 sendiri, tahun yang cukup baik. Walaupun, masih ada beberapa rencana yang belum terwujud. Wajar sih, bila dilihat alasan mengapa gagalnya itu rencana.
Jadi di tahun 2014 bagaimana? Jalani ajalah, karena sebuah alasan....
Kebon Sirih yang dingin karena AC, Jakarta 3 Januari 2014