Didikan Lembut Bapa yang Baru Ku Pahami (Lagi)
Didikan Bapa emang ga pernah gagal buatku belajar lagi dan lagi.
Saat belum paham didikan-Nya, sering banget salah paham dan akhirnya berujung berasumsi dan menuduh. "Bapa ga suka ya lihat aku bahagia? Kok ditahan-tahan berkatnya?"
Tapi, akhirnya, aku belajar lagi. Berkat akan menjadi berkat saat kita betul-betul siap untuk menerima berkat tersebut.
Didikan apa yang Bapa berikan lagi?
1. Hubungan Bapa dengan aku adalah hal paling penting dan solid yang ga akan bisa hilang oleh apa pun!
Apa pun bisa diambil dari hidup. Berkat materi, pertemanan, kesehatan, keluarga, pertemanan, dan lainnya. Tapi, satu hal yang ga bisa diambil dari hidupku adalah hubunganku dengan Bapa (Lukas 10:42 & Roma 8:38-39).
2. Bahwa sepenuhnya aku berharga dan penuh karena Yesus, bukan karena a, b, c, dan lainnya
Dulu karna denger kata orang yang bilang hidup itu harus a dulu baru klop, akhirnya terjebak dengan ketidakbenaran itu. Padahal hidupku sudah klop, lengkap, dan penuh di dalam Kristus. Misal aku melakukan hal-hal baik lainnya ya bukan karena mengejar nilai diri, tetapi bentuk rasa syukurku dan juga senantiasa terus belajar agar serupa dengan Kristus.
Lalu dampaknya di hidupku?
Aku memang sungguh merindukan punya pasangan dan teman hidup. Dan aku sungguh tau Bapa tau kerinduanku itu. Tapi Bapa terlebih ingin aku siap dulu untuk menerima berkat itu. Kesiapan macam apa? Dengan sungguh menyadari dan menghidupi bahwa hubunganku dengan Bapa adalah hal paling penting yang ga akan diambil oleh apa pun dan siapa pun. Dan juga tau bahwa keberhargaan diriku bukan karena aku sudah punya pasangan, tapi aku memang sudah berharga oleh karena Kristus...
Sehingga dengan sepenuhnya menyadari dan menghidupi nilai-nilai itu, kebahagianku bukan lagi bergantung oleh pasangan dan bukan lagi karena takut kehilangan.
Melainkan karena kasih Kristus yang sudah penuh di dalam diriku dan membuatku aman, sehingga aku siap mengasihi dan menerima berkat Bapa berupa pasangan dan teman hidup.
Note: Bapa ga takut disalapahami sama anak-anak-Nya asal itu yang terbaik buat mereka.