Disadari atau tidak kita semua seringkali dihadapkan dengan hal-hal yang... terbalik. Misal, kanan jadi kiri, kiri jadi kanan; atau benar jadi salah, salah jadi benar. Saling berkebalikan.
Saya tidak tahu kapan hal seperti ini terjadi pada saya. Apa yang saya lihat atau yang saya baca, kadang kala bukanlah yang sebenarnya. Mungkin ini faktor kebiasaan. Atau apalah. Dulu--bahkan sampai sekarang, saya tidak bisa membedakan mana kanan dan kiri. Bukannya tidak mampu. Tapi butuh satu dua detik untuk berpikir mana kiri dan kanan. Kebetulan--atau anugerah--saya punya tanda lahir berupa titik di telapak tangan kiri, jadi saya akan melihat telapak tangan kiri saya untuk melihat arah kiri.
Berkendara pun jika diarahkan dengan sebutan 'kanan kiri' saya sedikit hnggg. Bergumam sejenak. Saya lebih senang untuk diarahkan dengan tangan atau panah atau gambar sekalian. Kan bahaya tuh kan kanan kebalik jadi kiri atau sebaliknya.
Bukan itu saja. Beberapa kali saya dihadapkan dengan kata-kata yang cukup ajaib di mata saya. Karena apa yang tertulis tidak sama dengan yang saya baca. Iya, salah baca. Seperti kata 'diorama' terbaca 'diaroma', kata 'proletar' terbaca 'proteral', terus Pak Puthut EA terbaca Puputh (maaf XD). Tentu, ini masih banyak yang lain tapi saya tidak ingat. Makanya, saya seringkali salah pengucapan dan salah penulisan pada kata-kata ajaib itu. Dan dodolnya, saya baru tersadar cukup lama.
Normal gak sih? Ada yang mengalami hal semacam itu jugakah?
Ya, asal jangan merasa mati padahal masih hidup, jangan merasa benar padahal banyak salah, juga jangan pula merasa tinggi padahal cuma debu semesta.