Hayatan toyyiban : Value dari kehidupan
Ammunafsih: jiwa tidak tertekan/merasa nyaman/keamanan. (jiwa tidak merasa takut).
Rohilbal: Tidak kepikiran/overthinking
Rohbussodar : Lapang dada. Tidak akan merasa bahagia apabila seseorang hatinya sempit. Mau pergi kamana pun ditempat lapang pun, jika dadanya sempit tidak akan merasa bahagia. Bahagia bukan tentang ruang namun tentang hati.
Bahagia bukan sesuatu yang dicari dan diusahakan, tapi yg diberikan dari Allah. Bahagia bukan pencapaian karena bahagia letaknya di hati dan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT.
Kita menganggap bahagia dengan standar dunia tapi orang terdahulu menggunakan standar akhirat. Membandingkan standar bahagia dengan ukuran dunia vs akhirat sangat berbeda. Sehingga perasaan bahagianya berbeda.
Mengapa kita menang (berhasil atas segala pencapaian) tetapi tidak merasa bahagia?
Karena yang diperlombakan hanya sedikit (duniawi), Kenapa sahabat nabi jika kalah tapi tetap merasa bahagia? Karena yang diperlombakan banyak (mengejar akhirat).
Dalam Al-Quran, manusia diberikan rasa menarik dan tertarik. Misal kepada jodoh, anak-anak, hobi (duniawi). Tapi Allah selalu menutup dengan kalimat "dan ada yang lebih baik di sisi Allah (yaitu akhirat)"
“Bahagia itu bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Karena jika hanya sekedar sebuah pencapaian, itu hanyalah sebuah fatamorgana saja (duniawi)”
Bagaimana cara agar merasa bahagia?
Menurut Al-Quran perasaan yang ada di dalam hati bukan kondisi dhohir. Apa yang membahagiakan hati beda dengan apa yang membahagiakan mata, masing-masing punya standar bahagia dan kepuasannya. Namun jika hati berbeda, nutrisi hati itu makanannya berbeda. Letak bahagia itu di hati. Kenapa kita sering tidak merasa bahagia padahal banyak teman, banyak harta, dll? Karena kita hanya mendapat setetes air laut (dunia), Beda jika yang dicari akhirat. Jika kita berlomba-lomba mencari dunia maka bahagia itu sulit didapatkan. Namun jika berlomba-lomba mencari akhirat, pasti bahagia mudah.
Jangan letakkan dunia di hati, tetapi di tangan.
Pertanyaannya? Seberapa banyak dunia yg ada di hatimu. Jangan menjadi manusia yang mencintai dunia.
Mengapa kita merasa tidak bahagia meskipun kita berada dalam hidup yang "ideal"? Padahal tidak lelah mengejar dunia juga, namun mengapa tidak ada yang istimewa? Karena memang dunia tidak ada yg istimewa.
Allah tidak suka orang yang hanya duduk manis dan berpangku tangan tanpa usaha. Tapi Allah akan memberikan jalan kepada orang yong selalu berusaha dan bersungguh-sungguh. Tiba-tiba saja kita dilapangkan hati untuk minta maaf atau memaafkan. "Ya Allah bantu saya untuk menyelesaikan masalah saya, saya serahkan hasilnya kepada Allah"
Hal yang beda tipis, sama-sama melakukan sesuatu naman yang satu sangat percaya dengan kepedeannya. Yang satunya dengan menyerahkan ke Allah pasti hasilnya berbeda.
Menyelesaikan masalah dengan manusia tidak selamanya dengan "kita temenan aja" bisa saja cara Allah untuk membantu kita adalah dengan menjauhkannya dari kita. Tetapi Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Cara Allah menolong seseorang terkadang bukan dengan hal yang rujuk atau balikan dsb. Namun, bisa dengan perceraian atau menjauhkannya. Yang penting, usaha kita sudah benar, kita sudah berusaha dan bersungguh-sungguh kemudian menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah.
Jika kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah maka Allah akan memperbaiki hubungan kita dengan pasangan, teman, ortu, dsb. Bagaimana caranya? Perbaiki sholatmu. Ketika kita mempunyai masalah dengan seseorang, sholatlah (bisa dengan memperbaiki sholat wajib terlebih dahulu, jika sudah maka tambahlah dengan sholat sunnah.
“Siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah juga akan memperbaiki hubungan kita dengan manusia lainnya”
Kajian interaktif online - #KataUHA
Selasa, 26 September 2023—