Pemberitaan melalui berbagai medium kini telah menjadi salah satu “makanan pokok” bagi generasi millenials dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan Internet, sebuah produk yang yang dibuat departemen pertahanan Amerika Serikat pada 1969 untuk keperluan militer mereka. Tapi pernah membayangkan pada masa penjajahan di tahun 1900-an, medium apa yang digunakan para pejuang untuk dapat memuat berbagai berita yang berimbang tanpa mendapatkan tekanan dari pihak tertentu ? Surat kabar Medan Prijaji menjadi pelopor surat kabar yang dimiliki pribumi dan juga menggunakan Bahasa melayu dalam setiap terbitannya. Surat kabar yang lahir pada Januari 1907 ini, terbit setiap minggunya dibawah pimpinan Raden Mas Tirto Adhi Soerjo dengan dibantu oleh para staff yang keseluruhan nya adalah pribumi. Ketiadaan surat kabar dengan pemberitaan yang berimbang dan tanpa tekanan pihak luar menjadi alasan terbitnya surat kabar Medan prijaji ini. Selengkapnya: https://qubicle.id/story/medan-prijaji-dari-bandung-untuk-kepentingan-pribumi . . . 📷 @shoofiie #medanprijaji#tirtoadhisoerjo#zamanbergerak#learning#unlearning#knowing#unknown#discourseandmethode#althclothbdgquotes#althclothbdg#kaostokohalthclothbdg#kaosbukualthclothbdg#kaostokohbuku#althalogue#buku#bibliophile#bookworm#booklovers#bookaddict#pecintabuku#kaosfilsafat#kaostasawuf#kaossains#kaossastra#kaosmusik#kaosseni#kaosbudaya#kaosquotes#kaoskomunitas