Terima kasih ya, sudah memeluk juniku dengan begitu hangat.
Jarang sekali kulakukan, tapi ini begitu istimewa. Mendengar namamu saja sudah cukup merepotkan, dan kali ini namamu berada didalam kotak pesanku. Aku bahkan larut dalam ceritamu, semua tulisanmu dan musik musik favoritmu.
Kamu adalah orang asing dan senyummu yang sedikit itu memasukki hatiku. Mungkin ini wajar bagi orang lain, bagiku tidak.
Sebab sebelum mengenalmu, cinta selalu menampakkan wajah buruknya. Sebab memikirkan kelayakkan diri sendiri saja sudah memusingkan, tapi kali ini bisa bisanya aku begitu percaya diri.
Kamu adalah pengingat bahwa aku memang tidak sempurna dan tidak perlu terlalu khawatir tentang itu. Kamu adalah merah, kuning, hijau, jingga dan warna warna lain saat langitku kelabu.
Kali ini aku tidak ingin menyimpan rindu di saku kemejamu, aku ingin menyampaikannya langsung, betapa aku merindukan kamu.
Kamu seperti matahari lain yang bersinar. Dan tentu saja, aku begitu beruntung memilikimu. Walau kamu adalah bagian baru yang merepotkan.
-Irnanurs














