"CINTA TAK BUTUH BUKTI" Pada hakikatnya.. Cinta tak butuh bukti. Namun kebanyakan orang menginginkan bukti dari kekasihnya. Cinta tak butuh bukti. Ia cukup dirasa dan dipahami kehadirannya. Mari kita merenung sejenak.. Disaat Allah yang menginginkan bukti, bukankah seringkali kita tak mampu membuktikannya..!? Disaat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Disaat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Disaat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang berpindah ke rumah sakit jiwa. Semua itu adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah juga ingin melihat seberapa dalam cinta hamba kepada-Nya. Betapa seringkali orang tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya kepada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya. Namun, pada tingkatan hakikat, cinta tak butuh bukti. Cinta bukan lagi sebuah pembuktian, melainkan suatu hal yang "dirasakan dan dipahami". Cinta bukan laksana, bukan seperti, juga bukan bagaikan. Cinta adalah Cinta, dan itulah Cinta. Semua telah dipahami dan dirasa, bahwa segala sesuatu terjadi atas nama Cinta. "Cinta memberi tanpa diminta.." Itulah nikmat-nikmat Tuhan, yang diberikan kepada kita meskipun tanpa diminta. "Cinta memberi dan menerima.." Itulah cobaan-cobaan Tuhan, dan hanya orang-orang "serius" yang ridha menerima. Sebab.. "Bukti hanya untuk orang-orang yang meragukan." . By : @anhyizzah #beraniberhijrah #forumdakwah (Izin Share) #instaword #instalike #hijabstyle #inongaceh #hutankota #penelitian Taken of pict by : @zainidar (di Hutan Kota BNI)