Memberikan sebungkus pie susu, karnanya, sayang.
Terhadap angsa-angsa yang terbang.
Mimpinya selalu untuk terbang, namun dunia hanya mengijinkannya untuk merayap.
"Kemana kawanan angsa lepas?" -- "Pergi mencari tiga kaplet kebahagian."
Didapati dirinya termenung buram, menamatkan serial olesan param.
Jika saat dirinya wafat, formasikan angannya seperti kala bermigrasi.
Bentuk sudut tajam agar angin tak kalahkan teka-teki bulu kepaknya.
Siku-siku sudah tumpul, peluh tersapu mata yang awas.
"Jika dalam kawanan angsa, ada yang tertembak, luka, atau berdarah. Sebelum ia mati, apakah dapat diurus perijinan untuk berganti organ denganku?"
Diambang batas, dirinya lelah sudah selalu merayap. Tidak perlu sekolah jauh untuk belajar banyak.
Dunia tahu, tidak segalanya sama seperti saat baik.
"Atau sebelum itu terjadi, inginkan aku merubah pita suaraku seperti angsa. Setidaknya riuh-riah, agar sisi-sisi ruang selalu semangat dan senyum merekah ditanami biji matahari."
Nona, pikirannya terlalu jauh. Ibumu bahkan tidak ingin melihatmu berparuh.
"Biar aku lakukan yang terbaik, putar posisiku agar tidak terus tersadap untuk merayap."
Sudahkan kau berpikir matang, Nona?
Caramu bernapas tidak sejalan dengan angsa.
Hidupkan formasi tanpa tumpang lirik, berdelik, dan melirik.
"Ijinkan aku. Karna sudah ditemukan tiga kaplet tujuan kebahagianku, seperti dan bersama angsa. Belajar dari formasi terbang yang tercipta."
Matilah dirinya, dan bertukar jantung dengan angsa.
Yang dicari memang hanya setetes madu surga.
Belajar, ada sekumpul hikmah terpasang dalam.
Karna angsa selalu terlihat bahagia dan formasi V membuat kerja terarah, 14 Maret 2014.