Yang tahun ini berusia 50 tahun. Berawal dr seorang klerek keturunan Cina yg menikah dgn perempuan Maumere yg baru sj pulang dr tugas di Flores tanpa sengaja bertemu dgn satu keluarga musafir dr Belu yg tinggal sementara di pasar Kapan barangkali datang ke sini ikut papalele ingin berdagang. "Saya melihat org baru itu bikin tanda salib, bapa!" Ucap si istri musafir. Beliau terperanjat dan memekik dalam bahasa daerah, "nah itu kita, itu kita pung orang!" Musafir ini tinggal dalam diam untuk waktu yg lama sebab tak menemukan org lain yg sama sepertinya, melakukan tanda salib. Singkat cerita mereka bertemu dan mulai mengagas ibadat di rumah sang klerek. Dikisahkan juga sang klerek itu membabtis dan mengajar agama Katolik, bangun kapela kecil dr bebak, dan meminta pastor Eropa yg bertugas di Soe utk datang menyelenggarakan ekaristi. Beberapa waktu kemudian, sekolah dasar pertama didirikan di wilayah Kualeu sekitar 10 km dr rumah sang klerek. Tentang dua tokoh penting itu memang masi ada beberapa versi namun beta tertarik utk mulai mengumpulkan kembali arsip foto dan surat, juga mewawancarai para tokoh umat yg masih hidup. Beta pribadi memang ingin sekali menulis buku ttg Gereja Katolik di Mollo. Semoga semesta mendukung. Terkait sang klerek AFK Oematan, beta pernah menyinggung dlm cerpen yg ada di buku cerpen beta #KanukuLeon (terbit tahun 2013). Silakan baca, link di bio #MolloPanggilPulang