Satu waktu, saya dapat pesan dari seseorang yang bertanya tentang, "Apa sih kriteria pasangannya kakak?"
Nah, pertanyaan ini seperti jebakan yah. Memicu diri mengutarakan apa yang di mau, bukan apa yang di butuhkan. Terlebih dari percakapan ini, bisa jadi jalan chat berulang, tanpa sadar bisa menimbulkan efek kenyamanan kalau keterusan. #tepokjidat sambil istighfar...
Ketika dalam situasi ini, yang saya lakukan, tegas saja bilang sama dia, hubungi wali atau guruku. Dia tahu apa kriteria lelaki idaman. Kalau dia tetep maksa buat tanya langsung, cakap saja.
"Tengoklah Boy tulisanku di IG. Kubahas soal kriteria lelaki idamanku. Masih tak paham juga, mundur saja boy. Biarkan lelaki yang berhak dan pantas untuk bisa maju." #tegas
Oke, next... back to our topic...
Berbicara kriteria, dulu sebelum belajar pranikah itu, berharap dapat yang lebih dari kita. Baik sisi jabatan, kepintaran, gajinya, dan hal lainnya lebih dari kita. Wajar dan manusiawi banget yah kalau kita memilih yang lebih baik dari kita. Hidup realistis saja... Hehe
Namun, setelah belajar pranikah semua itu berubah. Memang perihal materi itu jadi salah satunya. Sayangnya, itu bukan hal utama yang harusnya ada.
Ada hal lain, yang lebih utama. Apa itu? Yes, AGAMA, AKHLAK dan ETOS KERJANYA BAIK, itu yang jadi prioritas memilih seorang lelaki untuk menjadi imam kita.
Kenapa harus yang seperti itu kak? Emang gak ada kriteria lain ya? Kita bongkar satu per satu alasannya, agar temen-temen mantap dalam menentukan pilihan.
Yang pertama, agama. Kenapa ini penting? Karena ini menjadi pondasi utama, the way of life seseorang. Ketika pemahaman akan agamanya kuat, dia mampu mengenal Tuhannya, jati dirinya, dari mana dia berasal, untuk apa hidupnya, sampai pada akhirnya dia memiliki tujuan kembali ke hadapan Allah dengan cara terbaik. Lelaki yang baik, akan memegang teguh agamanya, taat pada perintah Allah, dan menjauhi larangannya. Dia akan mengajarkan kita pentingnya landasan agama yang kuat, memastikan semua komponen keluarga di bawah kekuasaannya taat pada Sang Pencipta.
Kedua, karena akhlaknya. Kita tahu betul, kebaikan akhlak yang paling sempurna itu nampak dari pribadi Nabi Agung, Rasulullah SAW. Rasulullah hadir, sebagai penyempurna akhlak.
Lalu, apa kaitannya dengan kita memilih lelaki yang memiliki akhlak yang baik? Jika dia orang yang soleh, dia akan mengidolakan Rasulullah dan meniru aklaknya. Dia akan memperlakukan istri dan anaknya dengan baik, karena dia menyadari istri dan anak adalah titipan dari Allah yang patut dijaga.
Selain itu, dia akan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan sesamanya. Bisa menjadi figure terbaik, sehingga orang-orang yang dibawah kekuasaannya tidak merasa tertekan. Bahkan merasa bahagia karena memiliki sosok leader yang mampu jadi teladan.
Ketiga memiliki etos kerja yang baik. Kita tahu betul, wanita merasa senang jika menikah dengan lelaki yang mampu memberi kecukupan. Dalam istilah lain, mapan. Ternyata, standar ukuran mapan itu relatif. Tergantung bagaimana orang memandangnya.
Supaya tidak bingung, maka yang jadi ukuran bukan hal itu. Tapi, kita lihat bagaimana etos kerjanya. Lihat dari Tanggung jawab, konsistensi, serta semangatnya dalam bekerja. Nampak jelas, yang berkualitas akan memiliki etos kerja yang baik. Karena dia menyadari, hakikatnya kerja itu ibadah.
So, penting memilih yang etos kerjanya baik. Walaupun saat ini, ternyata dia masih merintis usaha, dan berjuang untuk bisa mapan. Siapa tahu saat berjuang sama kita, dibantu maksimal, maka dia akan jauh lebih sukses dan mapan.
Ada satu renungan yang di dapat dari gurunda, ustad lukmanul hakim dalam kajian SMK. "Wanita yang baik, yang bisa diajak susah dan senang. Sedangkan lelaki yang baik, dia tidak akan pernah membuat wanitanya susah."
Oke, itu tiga hal yang menjadi kriteria saya dalam memilih calon imam idaman. Kalau tiga hal di rangkum, intinya pilih yang soleh. Bukan namanya aja yang soleh yah, tapi orangnya juga. Hehehe...
Nah, temen-temen sendiri, apa kriteria calon idamannya? Yuk sharing di komentar...
#sumber tulisan ini didapat dari online class intensife pranikah bersama ustad Yosi Al-Muzanni.
Notes :
_Pilihlah calon imam yang soleh. Meskipun dia tidak mencintaimu, tapi dia akan tetap memperlakukanmu dengan baik._










