Teruntuk kamu yang mungkin sedang senyum-senyum kecil memandangi layar handphone karena banyak chat masuk dari mereka yang pernah mengaku jatuh hati padamu, meskipun aku tidak ada disana, tapi membayangkanmu tersenyum saja sudah membuatku bahagia. Meskipun kau balas pesan mereka dengan menyertakan bunga-bunga yang membuat mereka terbang dan berharap tinggi, dan aku tidak disana, tapi membayangkanmu memikirkan gombalan selanjutnya saja sudah membuatku tertawa kecil. Aku tidak disana, tapi aku senang aku pernah disana. Teruntuk kamu yang mungkin sedang sibuk surfing sana sini demi menyusun kata-kata indah untuk kemudian kau modifikasi sedemikian rupa sebagai mahakarya-mu, meskipun tidak buatku, tapi membaca tulisan-tulisanmu cukup membuatku berenang menyelami duniamu. Meskipun mungkin satu dua orang sedikit protes karna kau gunakan hak karyanya, dan bukan buatku, tapi membayangkanmu ada di dalam tulisanmu cukup membuatku terbenam haru, karna sosok setegar kamu sebenarnya mempunyai hati yang kecil dan rapuh, dan kau menjaganya dengan sangat sangat, tidak ingin kembali terjatuh dan pecah. Bukan buatku, tapi aku senang kamu pernah merasakan itu. Teruntuk kamu yang mungkin sedang memutar otak sekeras-kerasnya supaya bisa membuat orang kembali memberikan standing ovation dan memujamu, meskipun bukan aku, tapi percayalah tanpamu berusaha pun aku sudah mengagumimu, dari sini. Meskipun terkadang, oh sepertinya seringkali, kamu terlalu berlebihan dalam menciptakan citra yang sangat majestic demi dikagumi oleh mereka yang menyembahmu, dan bukan aku, tapi dibalik itu semua ada sosok bocah lelaki kecil yang sangat ingin dicintai dengan tulus, dan tidak tau bagaimana caranya. Bukan aku, tapi aku senang setidaknya aku pernah jujur padamu, bahwa aku mencintai kamu apa adanya, tanpa embel embel itu semua. Teruntuk kamu yang mungkin sedang bingung dan tidak tau apa yang sebenarnya kamu inginkan, beristirahatlah. Apa kamu tidak capek, menjadi seseorang yang bukan kamu? Atau, apa kamu tidak capek, menjadi kamu yang sekarang? Beristirahatlah sayang, hari masih panjang. Toh mereka akan tetap kagum denganmu, karena namamu. Toh aku akan tetap kagum denganmu, karena kamu.