Teruntuk Lelaki berkacamata dan berpolo shirt yang sering ku temui di gereja. Hei Lelaki!, apa kabarmu?. Sudah lama kita tak bertemu, mungkin sekitar 2 bulan belakangan ini. Apakah kau menghitungnya juga sama sepertiku?. Sekarang aku jarang datang ke misa minggu sore, aku sekarang datang ke misa minggu pagi. Kita tak pernah bertemu tetapi sepertinya hatiku mulai tertambat padamu. Hei Lelaki yang ku tak tahu namamu, apa kau mencariku di misa minggu sore?. Ku rasa tidak, sepertinya saat kita bertemu kau selalu memalingkan wajah. Kenapa?, apa ada yang salah dengan baju atau wajahku?. Tetapi jika aku tak duduk di dekatmu kenapa kau selalu mencariku?. Saat mata kita tak sengaja bertemu pun kau selalu cepat memalingkan wajahmu. Hmm, mungkin aku mirip dengan mantan kekasihmu?, atau mirip dengan perempuan yang kau suka?. Senyummu pun hanya ku lihat saat kita saling berjabat tangan saja sepertinya. Hei Lelaki yang sering menggunakan polo shirt, aku selalu mengamatimu saat kita bertemu. Bagaimana tidak, kau selalu duduk di depan atau di belakang tempat dudukku. Bahkan ku hitung beberapa kali kita sering duduk bersebelahan dan merasa canggung sendiri. Apakah kau menyukaiku sehingga kau sangat canggung untuk duduk di sebelahku?, hahaha. Ku rasa aku terlalu percaya diri menanyakan ini kepadamu, benar kan?. Aku pun sadar, kau tak mungkin menyukaiku. Jangankan suka, tertarik pun aku tak tahu. Kita tak saling mengetahui nama, alamat rumah bahkan nomor handphonemu pun aku tak tahu. Hei Lelaki berparas tampan, aku tertarik dengan semua yang ada padamu. Ku rasa kau adalah idaman setiap wanita. Dengan paras menarik dan tinggi yang menjulang kurasa kau merupakan idaman setiap wanita. Atau mungkin kau mempunyai darah asing sehingga tinggimu sangat amat menjulang. Kadang akupun merasa minder di dekatmu. Aku memakai sepatu hak tinggi pun aku hanya sebatas bahumu, aku merasa terlalu pendek. Oh ya, kacamatmu sungguh pas untukmu. Kau terlihat menarik dengan kacamata minusmu itu. Dulu pernah ku curi dengar percakapanmu dengan temanmu. Apakah kau sedang menyelesaikan S-2 mu?, apa benar?. Hei lelaki, ku doakan semoga lancar dan cepat selesai studi S-2mu ya. Hei Lelaki berkacamata, apakah kau sedang tidak berkencan dengan wanita manapun?. Hmm, mungkin memang bukan urusanku tetapi aku sungguh penasaran. Sering ku lihat kau datang sendiri ke gereja tanpa pendamping, cincin pun tak melingkar di salah satu jarimu. Apakah kau sedang single dan mencari pendamping?, ah, akupun juga :D. Mmm, atau kau?, ah sudahlah aku tak ingin berpikiran yang buruk tentangmu. Hei Lelaki, aku ingin mengaku sesuatu kepadamu. Mungkin ini bukan hal penting, mungkin juga penting bagimu. Aku ingin mengaku kepadamu. Bahwa sesungguhnya aku sangat amat tertarik denganmu. Ini bukan sekedar tertarik dan mengagumi, mungkin ini menjurus ke arah yang lebih. Ah, akupun tak tahu apa sebenarnya rasa ini. Hatiku merasa senang dan nyaman saat membayangkanmu. Ada perasaan lega dan senang tiada tara saat bertemu denganmu. Menatap punggungmu saja membuatku tersenyum seperti orang gila. Aku tak tahu apapun tentangmu. Bagaimana mungkin aku bisa menyukaimu, aku pun tak mengerti. Hei Lelaki, jika kau tanpa sengaja membaca suratku ini aku sungguh bahagia. Ini aku gadis yang duduknya tak terlalu jauh denganmu. Ini aku gadis yang selalu duduk di depan atau belakang tempat dudukmu. Ini aku gadis yang selalu berharap bertemu denganmu dan mendengar suaramu. Ini aku gadis yang perlahan-lahan mulai menyukaimu. Ini aku gadis yang sudah jatuh dan terpesona denganmu. Ini aku gadis yang hanya menatap punggungmu saja sudah berimajinasi lebih tentangmu. Hei Lelaki, jika kita bertemu kembali maukah kau mengenalkan dirimu padaku?. Aku datang di misa minggu pagi, biasanya aku berada di lantai dua dan duduk di baris ke tiga dari atas. Jika kita bertemu bisakah kita menjadi dekat?. Kita bisa mulai dengan sekedar berjabat tangan dan melanjutkannya dengan sekedar minum kopi di kafe. Kita bisa memulainya dengan berteman, bukankah itu menyenangkan?. Mmmm, siapa tahu aku adalah tulang rusukmu yang kau cari untuk melengkapimu :). Dari Aku, gadis yang diam-diam mulai menambatkan hatinya kepadamu.