Menstabilkan Hati
Kala semua semakin dekat, semakin akrab, semakin menjurus, semakin jelas, bahkan semakin dipersiapkan.... Tetap belum akan menjadi suatu kepastian ketika itu belum terjadi.
Ketika perjanjian denganNya belum terjadi, maka semuanya tetap belum. Belum halal, belum diizinkan, belum jodoh, belum boleh saling menaruh rasa terlalu dalam. Kita tidak tau kecondongan ini petunjukNya atau tablis iblis.
Yang kita semua tahu, Iblis sudah terkenal suka menyatukan yang belum halal dan memisahkan yang sudah halal. Kita tahu, tapi pura - pura menutup telinya demi kenikmatan sesaat. Demi riak-riak rasa yang bergeletuk di dalam hati dan pikiran. Demi yang fana.
Maka aku, tidak pernah boleh berhenti istikharah. Tidak pernah boleh berhenti memohon petunjukNya. Walau konsekuensinya aku semakin condong. Walau aku semakin yakin. Dan semakin sulit untuk bersabar. Tapi aku harus tetap menstabilkan hati, meluruskan niat agat tetap dijalanNya, agar keberkahanNya tetap didapat dan terjaga.
Benar adanya, kita harus tetap meniatkan semuanya untuk ibadah. Apapun keadaannya. Semua ini untuk beribadah kepadaMu ya Allah. Maka hamba mohon, bimbinglah, tujukkanlah, dan mudahkanlah jalann kami. Semoga Engkau ridha memberi karuniaMu pada hamba yang lemah dan bergelimang dosa ini.
@aranasyarifah













