Tantangan 15 Hari Zona #5 Day 3
Assalamu’alaykum, good readers :)
Hari ini memasuki hari ke-3 pengerjaan project stimulasi literasi, begitu pun pada buku yang saya baca. Pada bab 3 ini, buku Happy Family membahas mengenai Suami Istri Bahagia; Karakter-karakter suami dan istri seperti apa yang dapat menciptakan sepasang suami istri yang bahagia.
Dalam buku tersebut, dijabarkan bahwa suami istri yang bahagia, terbentuk dari Suami yang shalih dan Istri yang shalihah, dimana masing-masing dari mereka memiliki karakter-karakter tertentu seperti yang disebutkan dalam Kitab Al-Musykilatuz Zaujiyah karya Syaikh Muhammad Utsman Al-Khayst.
Suami shalih memiliki 8 karakter; Pertama, Jujur dan Berterus Terang. Dalam islam, kejujuran menjadi karakter yang sangat fundamental. Kedua, Mempergauli istri dengan baik, dalam hal ini suami yang baik, santun, memuliakan, dan menerima kelebihan maupun kekurangan istrinya. Ketiga, suami yang shalih adalah suami yang mampu menyenangkan istri, hal ini dapat dilihat dari bagaimana seorang suami mampu menghibur dan bersikap bijak terhadap istri. Ia mampu berkata dengan bahasa yang menyenangkan, serta mau mengerti dan mendengarkan perkataan istri, tidak bersikap arogan meskipun suami adalah seorang pemimpin. Keempat, tidak pencemburu terhadap istri. Suami yang shalih, tidak terlalu pencemburu, tidak mengumbar prasangka, tidak suka memata-matai, dan tidak berlebihan. Kecemburuan yang harus dijaga adalah mencemburui hal-hal yang melanggar perintah Allah. Kelima, mencukupi kebutuhan istri, dalam hal ini suami memberikan belanja yang cukup kepada istri, tidak boros, dan tidak pula bakhil. Keenam, menjaga penampilan, suami shalih selalu tampil di muka istrinya dengan rapi dan meyakinkan, Ia selalu menjaga penampilan dan kebersihannya, sehingga yang tercium darinya hanyalah bau harum semerbak. Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam mengajarkan kepada kita untuk tajammul dan tazayyun -berhias dan memperindah penampilan dihadapan pasangan, karena hal itu termasuk hak pasangan dan menjadi sebab yang kuat untuk mengikat cintanya. Ketujuh, menjaga rahasia keluarga. Suami shalih tidak suka menyebarkan aib dan kekurangan istri, tidak suka mengumbar rahasia keluarga, dan tidak suka menebarkan kelemahan pasangan. Ini menjadi sifat amanah dari para suami shalih. Kedelapan, menjaga kejantanannya. Sebagai lelaki, suami harus memiliki kekuatan fisik yang handal, sehingga mampu memuaskan istri, dan mampu melaksanakan peran serta kewajiban sebagai kepala rumah tangga.
Menjadi suami shalih bukan hanya peran dan usaha yang harus dilakukan oleh para suami, namun juga ada peran dan usaha yang harus dilakukan oleh para istri. Sikap istri yang memberikan kesejukan membuat suami tambah semangat melakukan hal terbaik untuk istri dan anak-anak. Pesan Nabi Muhammad shalallahu ‘alayhi wasallam kepada semua istri, fanzhuri aina anti minhu, agar memperhatikan sikap terhadap suami. Sikap yang baik dan tepat akan melelehkan hati suami. Sikap yang jahat dan tidak bersahabat, akan mengeraskan hati suami.
Selanjutnya pembahasan mengenai istri shalihah yang memiliki 7 karakter; Pertama, cinta kesucian dan kebersihan. Istri shalihah akan senantiasa memperhatikan kesucian dan kebersihan, baik bagi dirinya sendiri, suami, anak-anak, maupun tempat tinggalnya. Hal ini karena istri shalihah mengerti dan memahami betapa penting nilai kesucian (ath-thaharah) dan kebersihan (an-nazhafah) dalam kehidupan setiap muslim. Kedua, menaati suami. Istri shalihah akan senantiasa taat kepada suami selama tidak dalam kemaksiatan. Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam memberikan penghargaan yang sangat besar atas sikap ketaatan istri terhadap suami. Ketiga, mendidik anak. Istri shalihah pandai mendidik anak-anak mereka serta tidak menyerahkan sepenuhnya kepada orang lain, karena Ia memahami bahwa kewajiban mendidik anak ada pada orangtua. Keempat, merasa cukup dan tidak suka menuntut. Istri shalihah akan merasa cukup dan bahagia dengan pemberian suaminya. Ia tidak menuntut suami untuk melakukan hal-hal yang diluar batas kemampuannya. Ia juga pandai berterimakasih kepada suaminya atas pemberian suami kepadanya. Kelima, berakhlak mulia. Istri shalihah adalah istri yang berakhlak mulia dan selalu tampil di setiap kesempatan dalam keadaan baik, perkataan dan perbuatannya senantiasa menyenangkan suami. Ada beberapa upaya untuk selalu menyenangkan suami, diantaranya bersikap antusian dan akrab, lembut dan menurut, serta mampu berkomunikasi dengan menyenangkan. Keenam, kompak dengan suami. Istri shalihah selalu menjaga perasaan suami, serta merasa selalu senasib sepenanggungan. Tindakan yang bisa dilakukan agar suami dan istri dapat kompak menjalani kehidupan rumahtangga diantaranya saling mencintai dan menyayangi, saling menjaga dan menguatkan dalam kebaikan, saling memberikan yang terbaik untuk pasangan, mudah menyelesaikan permasalahan, membagi peran berkeadilan, serta kompak mendidik anak-anak. Ketujuh, pandai bersyukur dan berterima kasih. Istri yang selalu berterimakasih dengan apa yang dilakukan suami akan mendorong suami untuk berbuat yang lebih baik lagi untuk keluarganya. Untuk itu, seorang istri harus selalu fokus untuk melihat sisi kebaikan suami, dan melupakan hal-hal yang menjadi kelemahan serta kekurangannya.
Namun, karakter-karakter tersebut tidak akan tercipta dengan sendirinya, melainkan harus dengan sejumlah usaha. Suami harus melaksanakan kewajiban untuk mendidik istri dan anak-anak agar menaati Allah dan Rasul.Jika ada bagian pengajaran keilmuan tertentu yang tidak mampu diajarkan oleh suami, hendaknya suami mengajak istri untuk belajar bersama atau memfasilitasi istri untuk belajar kepada pihak yang lebih kompeten.
Demikian lah review saya untuk bab 3 ini, semoga dapat menjadi manfaat yaa good readers :)
Wassalamu’alaykum..














