Di liburan lebaran ini, Mall Ciputra Citra Raya Tangerang ngadain book fair, kalo dari banner nya sih kita bisa liat kalo book fair ini hasil kerja sama dengan dinas terkait pemerintahan kabupaten Tangerang. Tangerang Gemilang.
Di book fair itu, saya dapat satu buku. Yang buat menarik tentu judulnya, Guru Posting Berdiri, Murid Update Belari. Secara ketebalan, gak tebel - tebel amat kok, cuma 272 halaman, tapi insha Allah ilmunya banyak. Banyak info menarik yang sayang banget kalo saya baca tanpa saya tulis atau ketik; di antaranya tentang karakteristik gen-Z dan plus minus masing-masing generasi dalam dunia pendidikan, tentang minimnya minat baca orang Indonesia yang secara peringkat berada di peringkat dua terbawah tapi ajaibnya salah satu kota di Indoesia ada di peringkat ke-5 kota tercerewet di dunia maya, 15 postingan per detik.
Dan tulisan ini, sesuai judul besar akan menulis tentang tiga jenis guru. Tulisan ini dimuat oleh penulis dalam buku Guru Posting Berdiri, Murid Update Belari, di halaman 92 dengan judul bab Bagain II : Kesederhanaan Pembelajaran Kebenaran Pendidikan, subbab Tiga Menguak Guru. Penulis sendiri menyadur materi tentang tiga jenis guru ini dari buku Louanne Johnson (2015) dengan judul Teaching Outside the Box: How to Grab Your Students by Their Brains, subbab Are You Teaching Material?
Sebagai seorang guru, saya merasa penting untuk membagikan tulisan singkat ini, dengan sasaran pembaca guru pada khususnya, sebagai bahan intropeksi untuk diri kita sendiri, "guru seperti apakah saya ini?"
Selamat membaca,
Umiyathiya~
TIGA MENGUAK GURU
Pak Budi Poniam, rekan saya di kampus memperkenalkan saya pada buku Teaching Outside the Box: How to Grab Your Students by Their Brains karya Louanne Johnson (2015). Saya baru selesai membaca bab kedua, berjudul Are You Teaching Material?.
Di bab tersebut guru dikategorikan menjadi tiga, yakni super, excellent, dan good. Sebenarnya ada kategori lain, yakni mediocre dan terrible teachers. Mediocre teachers tampaknya menggambarkan guru yang biasa-biasa saja. Di sekolah, mengajar seadanya (persiapannya sangat minim) lalu pulang. Sedangkan terrible teachers tampaknya mengacu pada guru yang mengajar dengan sangat buruk, misalnya, yang tidak peduli dengan siswa sama sekali.
Kedua kategori terakhir tidak dibahas di dalam buku ini dengan alasan bahwa guru yang mediocre dan terrible tidak bisa ditolerir. Kata Johnson, "Teachers come in three basic flavors - super, excellent and good. (Of course, there are the mediocre teachers and sadly, terrible teachers . But teaching poorly is not acceptable or excusable, so such practices are not included in this discussion)." Saya akan mencoba mengelaborasi apa yang dimaksud dengan super, excellent dan good teachers.
Super Teachers
Super teachers adalah orang yang benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk mendidik dan mengajar. Setiap waktu di dalam hidupnya didedikasikan untuk profesinya. Tidak semua guru bisa menjadi super teachers. Hanya mereka yang punya energi (fisik, emosi dan mental) yang tinggi yang bisa melakukan sangat ini.
Mereka bukan hanya tepat waktu, tapi senantiasa datang lebih awal dan pulang lebih sore. Kegiatan belajar mengajar dirancang sesempurna mungkin. Setiap waktu kosong digunakan untuk belajar hal baru (yang bisa digunakan untuk kepentingan mendidik). Mereka membimbing berbagai kegiatan kesiswaaan, memberikan pelajaran tambahan bahkan ketika harus mengorbankan waktu pribadi. Ketika harus mengorbankan kepentingan pribadi, mereka pun melakukannya dengan senang hati.
Tidak semua guru memiliki energi seperti ini. Juga, tidak semua guru memiliki sistem pendukung (keluarga, lingkungan sekitar) yang memungkinkannya fokus 100% pada kegiatan mendidik. Saya terbayang bahwa seorang super teacher hidupnya berfokus pada sekolah dan kegiatan mendidik. Nyaris 100%. Tentu saja, saya salut pada guru semacam ini, namun juga bisa memahami bahwa hanya orang-orang tertentu yang bisa menjadi guru semacam ini.
Excellent Teachers
Excellent teachers adalah guru yang mencintai pekerjaan mereka. Kegiatan mendidik tetap menjadi prioritas yang cukup utama. Mereka menghabiskan waktu yang cukup untuk merancang kegiatan belajar-mengajar yang menarik. Ketika memberikan asesmen kepada siswa, mereka benar-benar memperhatikan progres siswa. Sesekali mereka berkorban, misalnya untuk mendampingi siswa untuk kegiatan ekskursi. Apabila diperlukan, mereka akan menyediakan waktu untuk berdialog dengan siswa-siswa yang membutuhkan. Namun, guru yang seperti ini, tidak akan terlalu ngoyo, apabila memang ada keperluan pribadi yang perlu didahulukan.
Good Teachers
Good teachers adalah guru yang akan memenuhi tanggungjawabnya dengan baik. Mereka tetap merancang kegiatan dengan baik, memenuhi tanggungjawabnya ketika mengajar, memastikan bahwa siswa berproses dalam belajar, dan mendampingi siswa sesuai tanggung jawabnya. Namun, mereka punya batasan yang sangat jelas antara kehidupan profesional dan personal. Setelah jam sekolah usai, mereka akan sibuk dengan hobi mereka, keluarga dan teman-teman mereka, mungkin sedikit lupa dengan apa yang terjadi di sekolah.
Menurut Johnson, kita bisa memiih menjadi guru yang super, excellent atau good. Tidak ada pilihan yang lebih baik. Pilihan ini sangat tergantung dari kekuatan personal, relasi dengan orang yang disayangi, target profesional, dan prioritas pribadi. Menurut Johnson:
"Sometimes teacher confess that they feel a bit guilty for not having the energy to be a super teacher. I tell them- and I am absolutely sincere- that there is no shame in being an everyday good teacher. Not everybody can be a rock star and needs to be ... I may a biased, but I believe that an everyday good teacher is still a hero"
Tentu saja, pengkategorian guru menurut Johnson tidak saklek dan kita sendiri bisa membuat kategori lainnya apabila diperlukan. Namun, dengan membaca kategori guru di atas, kita bisa berefleksi untuk melihat kita di posisi yang mana dan ingin di posisi mana. Bain dengan menjadi guru super, excellent ataupun good, kita bisa tetap berkontribusi untuk pendidikan dan lingkungan. Asalkan bukan guru yang mediocre atau terrible.
:: Guru Posting Berdiri Murid Update Berlari : Transformasi Pendidik Zaman Kerumunan Virtual ::
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Guru dan Siswa... Sebuah video komedi buatanku sendiri Saya harap tripodku datang cepat ____ Guru dan Siswa ____ https://youtu.be/kl8b30ewTtw _____ terima kasih _________ #nahason_bastin #Nahason #Bastin #youtubeindonesia #youtube #youtubesidoarjo #youtuber_sidoarjo #youtube_indonesia #youtubersidoarjo #NBchatroom #motivasiyoutube #motivasibuatyoutube #guru #siswa #gurusiswa