Surat Perpisahan (pada 2017)
Surat pertama aku tujukan bagi Guru-guru hebatku di 2017.
Aku nggak suka basa basi sih dalam urusan ini, karena sejatinya udah teramat lama ingin aku ucapkan. Tapi, akhirnya sampai berakhir 2017-nya haha.
Baiklah, hari ini aku ingin sedikit mengenang jasa-jasa orang-orang ini yang semoga mereka menjadi guru-guru yang jauh lebih hebat buat orang lain biar efek kebaikannya makin banyak. Aamiin.
1. Kak Safda. Sebelumnya, Linda ucapkan permintaan maaf untuk kesekian kali. Karena, 3 tahun lebih sejak mengenal Kakak Linda selalu menjadikan Kak Safda sebagai guru Linda. Itu artinya, Linda masih melibatkan Kak Safda dalam dinamika hidup Linda yang pasti selalu ada masalah ini. Bahwa, Kak Safda mengajarkan Linda tentang berpolitik, juga cinta dalam banyak hal. Terima kasih masih sering terlibat banyak dalam urusan kampus, pernah Linda teleponin lama cuma buat curhat, pernah nraktir Linda makan eskrm, juga hal lain-lainnya. Terima kasih juga, tentang βSholihah dengan caranya masing-masing.β Linda juga selalu suka sama cara Kakak menyikapi prasangka Linda sama Disa, padahal berprasangka tapi malah jadi guyonan. Haha, aku suka.
2. Mbak Lusi. Untuk mbak Lusi yang sudah begitu jauh dari dunia kampus, tapi pemahamannya rasa-rasanya tiada berkurang ini aku ucapkan banyak terima kasih juga, Mbak Lusi yang sering banget aku teleponin cuma buat curhat nggak penting macam suka dan bete-betean. Terima kasih telah jadi teman curhat dan sabar. Haha. Aku paling inget sama yang ini, βHati kecil kamu tahu jawabannya, Lind. Kamu tahu solusinya, hanya saja nggak mau nanggung risiko atas apa yang akan kamu ambil. Berdamailah sama hatimu!β. Terima kasih.Semoga sabar ngurusin 2 dedek Chinanya. Haha.
3. Mbak Eliza. Mbak Eliza yang dari dulu suka bikin terharu gegara paling rajin syuro dan kadang minta izin telat gara-gara ada urusan lain. Padahal yang paling ontime ya Mbak Eliza. Hihihi. Terima kasih selalu jadi panutan yangs semoga Linda bisa mengadaptasi kebaikannya Mbak El ke diri Linda. Linda selalu suka sama kepahaman Mbak El tentang Fiqih Dakwah, juga cerita-cerita jaman Rasulullah. Selamat melanjutkan dakwah di Medan ya mbak. Tentang harapan buat punya suami dari Medan semoga segera dijawab sama Allah dengan jawaban terbaik. Hihi.
4. Mbak Nadhir. Mbak Nadhir itu .... Linda nggak tahu sih. Haha. Yang jelas Linda banyak belajar berpolitik praktis. Kurang tahu juga sebutan baiknya apa, intinya Mbak Nadhir ini tahu medan dan nunjukin navigasi yang akurat dan tepat sama permasalahan real di lapangan. Wkwk. Gak tahulah bahasanya apa seperti Linda nggak tahu segala kesibukan beliau. Semoga dimudahkan langkah perjuangannya selalu pokoknya. Aamiin yaa Rabb. Terima kasih telah meyakinkan Linda, βKader KAMMI itu orang-orang kreatif dan keren-keren.β Iya, aku sepakat banget. Linda juga minta maaf tentang berbagai prasangkaku jaman maba tentang dikau yang suka 2014 carin di FTP karena serasa sibuk banget di luar. Maafkan kami yang dulu polos tak tahu kesibukanmu. Sekarang aku mengidolakanmu. Haha.
5. Kak Adul. Ini orang menurutku sama kayak mbak Nadhir sih, bedanya kalau Kak Adul versi cowok gitu. Hehe. Terima kasih telah mengajarkan melangkah dengan yakin, melakukan sesuatu segera, dan analisis yang keren. Terima kasih banyak telah teramat responsif dalam banyak hal dan membantu banyak hal dengan ontime. Hehehe. Mohon doanya biar semangat ontime dan responsifnya menular ke Linda. Kalau kata embak-embak, Adul itu mikirnya kadang di luar yang terpikirkan sama kebanyakan orang. Bahkan masalah akhwat aja kadang lebih detail daripada akhwat sendiri. Hohoho. Mantap lah.
6. Mas Arif. Linda ucapkan terima kasih banyak buat postingan di storynya yang sering berfaedah dan rutin. Wk. Gak paham lagi lah akan pemahamannya sama cara memahamkan ke orang lainnya yang menurut Linda keren banget. Mohon maaf pernah ngerepotin banyak buat membahagiakan Tim Kampanye, minjemin buku, dan nerima sedikit curhatan tentang fakultas yang berujung pada banyak hikmah yang bisa diambil. Hehehe. Semoga kepahamannya bisa dituangkan dalam buku sesegera mungkin. Dan kepahamannya tentang Sirah doakan nular ke Linda ya, Mas. Haha. Linda sebenarnya mau minta maaf gegera buku Etika Jamaah yang Linda pinjem sebenernya rusak sampulnya, terus yang Linda balikin itu bukan punya Mas Arif yang asli. Hehehehehehehehe. Ditunggu selalu sosmed berfaedahnya.
7. Mas Fajri. Sebenernya sedih sih gegara niatan ngobrolnya yang pernah kepikiran dulu belum kesampaian. Haha. Tapi, ya sudahlah. Linda ucapkan terima kasih sekaligus salut buat Mas Fajri yang rajin banget datang buat bikin penyadaran, khususnya buat 2014 sih menurut Linda. Linda pikir untuk seorang BPI EM yang sibuk rajin datang ke agenda-agenda KAMMI gitu rada keren sih, apalagi sama nasihat-nasihat galaknya yang suka bener. Haha. Selamat terus rajin bikin postingan viral di sosmed ya. Semoga tulisannya makin banyak masuk media massa. Aamiin.
8. Kak Dwiki. Gak paham lagi sama ide-ide suka ngawurnya Kak Dwiki. Haha. Semoga semangatnya selalu ada sampai tua ya Kak. Terima kasih buat pinjaman banyak buku dan niatan keren kumpul-kumpul yang suka Kak Dwiki ajakin. Linda beranggapan kalau Kak Dwiki ini salah satu orang yang pemikirannya melampaui jamannya. Haha. Semoga kebaikannya makin makin deh. Dan ngaconya semoga makin bener. Wk.
Sekali lagi terima kasih buat Kak Safda, Mbak Lusi, Mbak Eliza, Mbak Nadhir, Kak Adul, Mas Arif, Mas Fajri, dan Kak Dwiki.
Terima kasih juga buat Mbak Sarah, Kak Mayla, Mbak Nay, Mas Danu, Bang Kimo, Mas Eman, dan semuanyaaaaaa.
Terima kasih juga buat semua Kakak dan Guru keren yang mungkin tentu bisa jadi kebaikannya teramat banyak tapi kurang Linda sadari.
Selamat menyongsong 2018 dengan menjadi Guru bagi makin banyak orang di muka bumi Allah ini.
Mlg., 2.1.18 ; 23:59
L. Rohka













