@gumambh #gumam (na lokaciji Mepas Mall) https://www.instagram.com/p/CW0fC74sQ9U/?utm_medium=tumblr
seen from Italy
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Kazakhstan

seen from United States
seen from Austria

seen from United Arab Emirates

seen from Chile

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Dominican Republic
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from Spain

seen from United States
@gumambh #gumam (na lokaciji Mepas Mall) https://www.instagram.com/p/CW0fC74sQ9U/?utm_medium=tumblr

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
A PART.....
Mari kita mulai menyelesaikan apa yang harus diselesaikan
Jadi dari SMA yang tidak begitu aku sukai, aku menemukan sosok anak pintar yang aku kira akan sombong, pelit, dan tamak karena ini bocah duduknya depan banget (pas pisan depan meja guru). Karena bentuk kelas kami yang aneh dibandingkan kelas lain (kelasnya bentuknya balok dong) dan backlight abis (maklum kelas yang kaya dipaksakan) akhirnya aku yang notabenenya anak malas memilih duduk paling depan (bunuh diri memang, tapi itu nyatanya). Selain alasan itu, juga karena mikirnya aku juga bakal hanya setahun di SMA itu, jadi harus dimaksimalkan dan membatasi diri dalam bergaul. Dan ni bocah duduk di samping aku (fun fact : kursinya satu – satu kok jadi kita gak sebangku). First impression aku udah hancur banget lah. Udah kelas kaya gini, ga ada satupun temen SMP aku disitu. Fix kacau banget dunia SMA KU!
But then, ni anak jadi orang paling baik, helpful, plus ngerangkul banget buat anak – anak kaya aku yang emang kurang bersosialisasi. Gak cuman dia sih yang ngebantu, yang lainnya juga kok. Bayangin guys, orang yang peringkat 1 mau ngadain belajar bareng buat kita – kita yang sebenernya belajar bareng lebih mikirin hangout dan makan siangnya. DAN DI RUMAHNYA LAGI. Ampun deh kurang baik apa coba ni anak. Tapi setiap anak kelas ngadain acara “main”aku gak pernah mau ikutan dengan alasan gak dibolehin (maklum pas waktu itu juga lagi sakit parah – parahnya). Dan dia saat yang sama juga naksir sama salah satu sahabatku waktu itu.
Yang gak bisa dipercaya adalah ketika aku bergantung sama ni anak, DIA HILANG ALIAS PINDAH. Yup, ni anak ngikut keluarganya pindah keluar kota tanpa ada kabar atau bilang sama anak – anak kelas. Kecewa parah disitu. Dan kelas kami juga terpecah karena pemilihan jurusan. Dan sial moment lagi ni AKU MASUK IPA!!!!! Tapi aku sama ni anak gak pernah putus komunikasi. BBM-an iya, LINE-an pasti, DM Instagram kagak ada abisnya. Dan disitu gila sih nulis gini, muncul benih – benih cinta yang entah datangnya darimana (sumpah jijik). Aku mulai bergantung parah sama ni anak.
Jadi seumur hidup, aku adalah anak yang ga mau nyusahin orang lain. Bahkan ulang tahun aja gamau aku rayain karena mikirnya buang – buang uang. Semua selalu mikir kalo “aku anak paling mandiri, gak manja, jomblo seumur hidup, jalu, dll.” Dan dia adalah pria pertama yang bisa jadi tempat manja aku disaat semua orang memandang aku kaya gitu. Semua hal bareng dia indah, indaaaaah banget sampai akhirnya aku merasa dia yang aku hubungin setiap saat berbeda banget dengan dia yang ada di depanku saat ini. Dia yang bisa aku rangkul, dia yang bisa aku sentuh itu BUKAN DIA YANG AKU KENAL.
Kecewa pasti, sedih iya, dan sialnya sebelum bertemu dengannya setelah sekian lama aku malah menemui sosok pria kita sebut JAN. Dan sialnya aku menyukai JAN. Silahkan sebut aku penghianat, selingkuh, munafik atau apapun lah itu silahkan. Tapi aku merasa tidak salah karena selama ini aku tidak menjalani suatu ikatan (menurutku waktu itu gak salah, tapi kalo dipikirin lagi, ITU SALAH BESAR). Jadi, karena aku merasa dia bukan dia, aku akhirnya membandingkan sosoknya dengan JAN yang aku sukai saat itu.
Mari kita sebut ini part 1 dari kegalauan malam milik RAN
(habis ngedengerin ERK – MELANKOLIA jadi seketika melankolis)
((habis makan ramen dengan sosok yang kusebut ‘pujaan’ tapi entahlah))
(((masih stuck di sajaknya M AAN MANSYUR yang MELIHAT KEMATIAN)))
((((hari ini sahabatku pulang ke Garut))))
(((((tulisanku paling panjang di tumblr)))))
ชอบใคร ยังไม่ต้องรีบบอก เพราะเค้ารับรู้ ไม่ได้แปลว่าเค้าจะรับรัก #Gumam #TrueStoryByGuMAM (ที่ โรงแรม โนโวเทล เพลินจิต ซ.ร่วมฤดี)
kemanapun itu dimanapun itu namamu selalu ada dalam gumam doaku

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sebuah Upaya Mencari Kawan Lama
Saya baru saja dari rumah seorang kawan lama bernama Lutfi, atau Betek, sapaan akrabnya.
Saya dan dia sudah berkawan sejak awal SMA, mungkin sekitar tahun 2010. Kami teman sebangku. Selepas SMA kami sama-sama merantau ke Kota Surabaya, saya meneruskan kuliah dan dia bekerja. Kami teman satu kost.
Tapi beberapa bulan lalu kami memutuskan untuk pindah kost, dengan alasan yang ntah. Kami tak pernah komunikasi lagi semenjak hari perpindahan itu. Nomor telfonya mati, socmednya mendadak tak merespon lagi.
Saya dan beberapa teman lainnya selalu mencari.
***
Selama perjalanan menuju rumahnya, saya harap-harap cemas. Saya berharap bisa bertemu dia dalam kondisi yg baik, bercanda sembari menyeruput kopi pabrikan, lalu mendengar “dasar kewan!” umpatan khasnya kala kita masih berkawan akrab. Tapi di sisi lain, saya juga berfikiran dia telah jauh meninggalkan kita semua, lalu mengasingkan diri dari peradaban yang fana.
Saya menyusuri jalanan, seperti biasa; aspalnya terasa keras, beradu dengan ban motor depan saya yang makin menipis. Semakin dekat saja dengan rumahnya, gumam saya. Rumahnya dibilangan dusun Betek, Mojoagung. Tak biasanya, perjalanan saya sempat tersendat karena harus melewati kerumunan warga yang tumpah ruah memenuhi pasar rakyat, sudah tradisi di sini ketika malam Jumat.
Saya harus menarik gas dengan pelan karena tak mungkin saya kebut. Saya tak mau jika momen bertemu kawan lama, rusak hanya karena wajah saya lebam-lebam dipukuli warga yang anaknya tersrempet motor Karisma.
***
Tibalah saya di kediaman bapak Budiono, ayah biologis dari Betek. Beliau menyambut saya dengan kebingungan. “Lho, Lutfi tas balik mang isuk,” ucapnya, sembari menyalami saya.
Ternyata dugaan saya bahwa Betek tak lagi di Surabaya, salah. Beberapa bulan lalu sebelum kami pindah, Betek memang sempat berujar bahwa Ia hendak merantau ke Bali, bekerja di sana, bersama seorang teman lainnya. Ya, gaya hidupnya memang lebih cocok bila ia hidup di sana, tapi bagaimanapun juga Ia tetap kawan saya.
Tapi menurut pengakuan ayahnya, Betek kini masih di Kota Surabaya, dan masih juga bekerja di tempat yang sama. Tempat yang sepulang ia bekerja, membuat telinga saya selalu saja panas menjadi bulan-bulanan karena mendengar keluhnya. Tapi sekali lagi, bagaimanapun juga Ia tetap kawan saya.
Saya sempat meminta nomor telepon Betek yang aktif pada ayahnya, namun setelah dicoba menghubunginnya ternyata hanya suara operator yg terdengar “nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif,” seiring suara itu terdengar, runtuhlah juga harapan saya mencari keberadaanya malam ini.
Tak berapa lama, saya langsung berpamitan, ingin pulang. Namun ada suara dari belakang rumah “koncone Lutfi yo?”
Seorang wanita berkerudung langsung mendekati saya, menyalami dan kembali mengajak saya duduk.
Beliau adalah Ibu dari Betek. Ia langsung menanyakan maksud dan tujuan saya mencari betek, saya pun menjelaskan bahwa kini Anaknya tak dapat dihubungi, kawan-kawannya ini mencarinya.
“Lutfi sek pancet nang garapane, Le, nak Suroboyo. Mosok ra tau ketemu?” Ucap ibunda Betek.
“Sakno dee, awake tambah kuru, kerjone soro, ra onok hasile, Bos e yo kereng,” keluhnya kepada saya. Seketika saya pun terenyuh. Betek memang kerap kali mengeluhkan perilaku Bosnya yang semena-semana.
Kami sempat berbicara panjang lebar, kakek dan neneknya pun sempat mengobrol dengan saya meski sebentar. “Tolong lek nang suroboyo temonono Lutfi, sakno dee,” tambah ibunda Lutfi berpesan kepada saya.
Saya berpamitan pulang.
***
Saya memutuskan tak melewati jalan ketika saya berangkat tadi, karena tak mau terjebak macet.
Saya melewati jalan bypass kalau kata Lutfi bilang. Jalan ini mulus tak bergelombang, namun gelap dan sepi.
Ya, seperti hidupnya.
Mungkin saja hidupnya lebih mulus ketimbang dulu, tapi tak menutup kemungkinan hidupnya juga lebih sepi ketimbang saat-saat ia bersama kami, kawan-kawannya.
Sebab hidup adalah kesunyian masing-masing. []
กินข้าวเสร็จก็แวะมาไหว้เสด็จพ่อเสริมสิริมงคลให้ตัวเองกันหน่อย #Gumam (ที่ ลานพระบรมรูปทรงม้า สมเด็จพระจุลจอมเกล้าเจ้าอยู่หัวมหาราช (รัชการที่5))
ไม่สำคัญหรอกว่าใคร "ทำร้ายหัวใจคุณ" สำคัญที่ใครทำให้คุณ "ยิ้มได้อีกครั้ง" #TrueStoryByGuMAM #Gumam #BeginAgain