Wahai malam, kutulis ini dengan sebatas pikiran manusiaku. Sebatas jauh jalan pengalamanku. Dan sejauh sentuhan hatiku di dalamnya, sadar maupun tidak.
Malam, tahukah kau, aku sedang merasai Tuhan dan manusia. Kau jadi saksi, ini hanyalah urusanku dengan-Nya. Dan urusanku dengan manusia selalu bersandarkan "karena-Nya." Dan sungguh aku menjauh dari kata "jika." Semua itu pun, kau tahu juga, bahwa aku akan selalu lalai. Maka kehadiranmu di tiap-tiap saat hening ini akan mengaburkan sedikit demi sedikit lalai itu.
Di tiap hadirmu, ada hadir-Nya. Di tiap hadir-Nya, ada wajah-wajah manusia di depan muka cerminku. Aku tak ubahnya mereka. Kami-kami ini hanyalah hamba-Nya. Maka duhai malam, sampaikan salamku dan mereka, kehadirat Kesayangan-Nya, Muhammad Sang Manusia Agung itu, agar berkenan mengantarkan kami, dalam keselamatan-Nya yang sempurna.