Close Friends
: "Aku masuk dalam list teman dekatnya di Instagram!"
: "Oh ya? Lalu kenapa?"
: "Bukankah artinya aku cukup berarti baginya?"
: "Hm, bisa iya, bisa gak".
: "Ha?"
: "Sebenarnya penggunaan fitur close friends di Instagram gak jarang bikin orang salah mengerti. Penggunaannya tidak selalu untuk teman dekat, lho".
: “Jadi gimana?”
: “Misal, aku pernah pakai fitur itu untuk followers yang memang pernah mengenal aku di kehidupan nyata. Pernah bertemu. Pernah juga aku pakai untuk teman-teman perempuan aja. Akhwat only. Ya, bukan berarti untuk unggah foto tanpa hijab, lho, ya”.
: ....
: “Maksud aku, sama seperti doi. Bisa jadi karena terlalu malas untuk menyembunyikan story ke banyak orang, makanya dia pilih fitur close friends ini. Tanpa ada maksud apapun. Apalagi bermaksud membuatmu gede rasa.”
: *jleb*
: “Hehe pokoknya selalu ingat untuk menata harapan. Lagi, kalau kamu spesial bagi dia, bukan cuma lewat cara seperti itu. Dih gak jaman amat koda-kode. Justru dia akan datang menghampirimu. Tentu dengan cara yang diridhoi-Nya”.













