Fiski's Seafloor Abode 🌊

seen from United States
seen from Canada
seen from India
seen from China
seen from Türkiye
seen from China
seen from Kuwait
seen from Germany
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from China
seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from China

seen from Singapore
seen from United States
Fiski's Seafloor Abode 🌊

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
art of fiski for @louivi from july! i loved drawing him, just a really fun character :D
Parkiran
Cerita 6
Pukul satu lewat lima belas, matahari tidak terlihat sama sekali di langit. Dia lebih memilih untuk berselimut awan kelabu. Maklum, pemandangan itu adalah hal yang cukup biasa terjadi ketika awal tahun sedang berlangsung.
Sejak subuh, hujan sudah membasahi bumi. Sempat mereda sekitar pukul delapan pagi. Namun, awan kelabu masih kerasan di langit. Sejak itu, dia tidak juga berhenti menjatuhkan rintik-rintik kecil secara konstan. Menurut ramalan yang disimpulkan oleh para ilmuan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, cuaca akan tetap seperti itu hingga keesokan harinya.
Siang itu, ada banyak pria dari berbagai umur tengah berkumpul di bawah kolong jalan yang melayang di atas jalur kereta api. Hampir semuanya memakai jaket berwarna dasar hijau. Kendati sama-sama berwarna hijau, ada dua motif dan logo yang membedakan hijau satu dengan hijau yang satu lagi. Hijau satu dinaungi oleh perusahaan lokal, hijau yang satu lagi dinaungi oleh perusahaan internasional.
Kesemuanya memarkirkan motor mereka dengan sembarang. Beberapa motor berjajar rapih, ada yang berdua, bertiga, ada yang pula yang sendiri-sendiri. Pemilik motor-motor tersebut juga terlihat berkelompok, ada pula yang sendiri-sendiri. Semuanya sibuk dengan urusan masing-masing.
Satu dari beberapa kelompok tersebut merupakan anggota paguyuban pengendara ojek daring kelurahan sekitar. Setiap anggotanya saling kenal dengan yang lain, baik anggota lama maupun baru. Sambil merokok dan menikmati kopi hangat yang dituang ke dalam gelas plastik, mereka terlihat asyik berbincang-bincang. Ada yang saling guyon, ada yang bergosip.
Kesibukan mereka pun terhenti ketika melihat salah seorang anggota paguyuban datang dengan motor baru. Setelah melepaskan lalu meletakkan helm ke atas jok motornya, pengendara ojek daring yang baru datang itu pun membaur.
“Motor baru tuh…” sapa salah satu pria yang sudah berada di sana.
“Seken, pak,” jawab pengendara itu singkat, agak terlihat malu-malu.
“Tahun berapa?” tanya pria yang lain.
“2017.”
“Lumayan, kilometer?”
“Kecil, sepuluh ribuan. Sebelumnya ibu-ibu yang make.”
“Cash ato kredit?” sambar pria yang sebelumnya menyapa.
Pengendara itu sempat terdiam beberapa detik, mungkin masih malu-malu menceritakan kenyataannya, “belinya cash, tapi kreditnya ke mertua. Hehe.” Walau terdengar ada paksaan, tawa yang keluar dari mulut pengendara itu cukup mengurangi rasa malu-malunya. Dalam hatinya, dia sudah pasrah jika akhirnya dia dijadikan bahan guyonan.
Ternyata, ketakutannya sia-sia. Tidak ada satu orang pun yang berusaha meledek. Tanpa komando, semuanya kembali ke kesibukan mereka sebelumnya. Ada yang kembali menghisap rokok, ada yang menyeruput kopi, ada yang pergi jajan ke tukang siomay yang kebetulan sejak tadi sedang mangkal. Pengendara itu pun melambaikan tangannya ke arah tukang seduh kopi. Waktu terus berlalu. Beberapa pengendara datang dan pergi silih berganti, merekalah yang sedang kedapatan ‘rejeki’. Walau gerimis masih tetap teguh mencurahkan titik-titik airnya.
Lima belas menit kemudian, datang setengah lusin motor yang tiap-tiap joknya diduduki oleh dua orang. Kulit tubuh mereka masing-masing terlihat gelap, bukan karena terbakar matahari, tetapi memang seperti itu. Beberapa dari mereka menggunakan jaket kulit, ada yang mengenakan jam tangan rantai, ada juga yang menggunakan kalung rantai berwarna keemasan.
“Sa cari Supardi!” salah satu dari mereka membuka percakapan. Suaranya lantang mengintimidasi, logat ketimuran terdengar kental dan renyah di telinga setiap orang yang berada di bawah jalan melayang itu.
“B, 69, 19, KKI!” tambahnya beberapa detik kemudian.
Tidak ada sepatah kata pun yang terdengar, hanya ada suara gerimis dan deru laju santai kendaraan yang melintas di sekitar. Keheningan itu berlangsung selama beberapa detik.
“Motornya di sini, orangnya mana!?” salah satu orang timur itu tidak kalah lantang. Ada kesan mengintimidasi dibalik pertanyaannya tersebut.
Pengendara ojek daring – anggota paguyuban yang memiliki motor baru – itu celingak-celinguk. Dia kenal motor tersebut, tapi keberadaan pemiliknya tidak ditemukan.
“Ko Supardi?” orang timur yang lain pun mendekatinya.
“Bukan kaka, sa belum lihat dia dari tadi…” jawabnya sambil mengubah logatnya walau hasilnya terdengar buruk. Kebetulan, keluarga istrinya berasal dari Kupang, cara berbahasa seperti itu tidak asing baginya.
“Kalau tidak ada, kami ambil paksa motornya!” orang timur yang sebelumnya membuka percakapan itu memberikan peringatan. Seorang timur yang lain mendatangi motor yang dimaksud lalu membuka paksa kontaknya dengan sebuah kunci T.
Melihat itu, beberapa pria berjaket hijau berlari mendekat, berusaha untuk mencegah keberlangsungan dari proses pengambilan paksa motor yang dijadikan jaminan berutang tersebut. Seketika, kericuhan pun terjadi.
Teriakan demi teriakan silih berganti mengalahkan suara gerimis siang itu. Terdapat kendaraan-kendaran di sekitar turut serta dengan membunyikan klaksonnya karena perjalanan mereka harus terhambat. Kereta yang mengangkut penumpang juga tidak mau ketinggalan, suara berisik yang diakibatkan oleh gesekan antara rel dan rodanya seolah-olah terdengar seperti musik latar.
Waktu pun berlalu, keributan telah berubah menjadi perkelahian. Dari kedua belah pihak, ada yang saling jual beli pukulan, ada yang saling melindungi, ada pula yang mencoba melerai. Beberapa polisi pun akhirnya datang karena laporan seseorang, entah dari kubu mana. Mereka berupaya untuk melerai kedua belah pihak.
Di atas jalan, pecahan kaca helm terlihat berserakan. Beberapa motor tergeletak tak berdaya setelah mendapatkan tendangan. Perkelahian itu juga membuat beberapa orang menjadi korban, baik dari pihak kelompok orang timur, maupun kelompok pengendara ojek daring. Untungnya, tidak ada satupun dari mereka yang menderita luka serius.
Meski ditenangkan polisi, para pengendara ojek daring merasa tidak puas. Dasarnya mereka tidak senang dengan kehadiran kelompok orang timur yang sudah mengganggu ketenangan siang itu. Namun, alasan itu tidak sama sekali tidak mereka kemukakan. Kepada polisi, pengendara ojek daring tersebut mengeluhkan tindakan-tindakan anarkis yang dilakukan kelompok orang timur ketika menagih utang.
Di satu sisi, kelompok orang timur mencoba membela diri dengan mengatakan kalau pihak merekalah yang lebih dulu mendapatkan serangan. Untuk menguatkan posisi, salah satu dari mereka pun mengeluarkan surat perjanjian utang-piutang yang dibuat antara perusahaan pengguna jasa kelompok itu dengan orang yang berutang.
Para pengendara ojek daring sudah tidak peduli lagi dengan beberapa lembar kertas yang sebenarnya memiliki kekuatan absolut di mata hukum. Jumlah mereka sudah juga lebih banyak dari sebelumnya karena ketambahan penduduk sekitar dan pengendara ojek daring yang baru datang. Serentak, semuanya menyerang kelompok orang timur itu tanpa ampun.
Keadaan yang sudah panas, malah semakin membara. Polisi yang jumlahnya sedikit itu pun kewalahan dan tidak berdaya untuk meredam pertikaian. Sadar kalau semakin kalah jumlah, kelompok orang timur itu pun pergi menyelamatkan diri mereka masing-masing. Beberapa pengendara ojek daring ada yang mengejar.
Tidak lama, jumlah orang di bawah jalan melayang itu pun mulai berkurang. Beberapa motor yang terlihat bergelimpangan di atas jalan, memerlukan penanganan lebih lanjut. Satu dari antaranya, terdapat motor seken yang baru saja dibeli. Pemiliknya hanya bisa berjongkok sambil meratapi nasib motornya. Sambil menahan tangis, kedua tangannya memegang kepala. Bukan karena tubuhnya sakit memar akibat pukulan, dia sama sekali tidak ikut berkelahi. Dia membayangkan wajah mertuanya ketika diberi tahu kalau kondisi motornya rusak parah.
Keesokan harinya, matahari kembali bersinar dengan cerah. Orang-orang pun sibuk seperti biasa. Di bawah jalan yang melayang itu, masih terlihat segelintir pengendara ojek daring yang sedang duduk-duduk, menanti dering penanda masuknya orderan di ponsel pintar mereka.
Tidak banyak juga yang tersisa dari kericuhan yang terjadi satu hari sebelumnya, kecuali sebuah motor yang digeletakkan di bawah tiang penyanggah jalan melayang. Motor yang dijadikan jaminan berutang itu tidak diambil oleh pemiliknya maupun para debt collector. Entah sampai kapan motor itu akan berada di sana. Menurut beberapa tukang jajanan, sang pemilik motor itu juga tidak membayar seporsi siomay dan tiga gelas kopi yang sudah dikonsumsinya kemarin. Bagi beberapa pihak, orang itu sudah seperti buronan.
Di tempat lain, pengendara yang motor seken-nya rusak parah itu terlihat sedang sibuk dengan ponsel pintarnya. Tertekan oleh keadaan, dia pun mencoba sesuatu yang sebelumnya mati-matian dihindarinya. Kedua ibu jarinya bergerak cepat, mengetuk layar ponsel pintarnya hingga mengeluarkan bunyi. Dia tengah memasukkan data diri dan orang-orang terdekat untuk menjadi nasabah baru di sebuah perusahaan finansial dalam jaringan, tanpa mengetahui legalitasnya sedikitpun.
Sun, Jun 25 2006 The moon bred new Atlantic life tonight.the salt burned you right out of my eyes.and secrets we’re not proud of were taken with the tide. We were all newborns with blurred vision and no sense of direction. Today I saw cancer, cigarettes and shortness of breath. this is why I walk to the ocean.swim with jellyfish.I may never get this chance again. this is why if you want to kiss you should kiss. If you want to cry you should cry, and if you want to live you should live. You don’t have to love me. You already did. At least enough to keep me smiling from South Carolina to Virginia.it’s for lovers (orjustfriends) This is why I do it.
Ryan Ross, Livejournal

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Creatures from the world of Fiski. 🐠
Beacon ✨
My partner doodled such a cute Fiski, so I coloured him. 🎨